Srikandi

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Eko Hartono

Prolog

 Perempuan empatpuluh tujuh tahun yang masih tampak cantik dan awet muda itu duduk di atas kursi kayu jati berukir yang sangat mahal. Sementara seorang perempuan muda duduk bersimpuh di bawah kakinya. Kepalanya menunduk dalam, tak berani memandang orang di depannya. Kedua matanya tampak sembab dan memerah. Isakannya masih terdengar, meski sudah dicoba untuk ditahan.

Sejenak hening meraja. Hanya ada mereka berdua di ruangan itu. Sang perempuan parobaya mengangkat kepala sedikit ke atas, seakan tak sudi menatap perempuan muda di hadapannya. Tampak sekali bahwa dia ingin segera mengakhiri pertemuan ini.

“Baiklah, aku bisa memaafkanmu. Tapi segeralah pergi dari tempat ini dan jangan pernah kembali. Jangan pernah bercerita kepada siapa pun apa yang telah terjadi, jika kamu dan keluargamu ingin selamat!” ujarnya dengan nada mengandung ancaman.

“Baik, Nya,” ucap perempuan muda itu dengan suara gemetar, diliputi rasa takut amat sangat.

Dengan kepala masih menunduk, seakan tak berani memandang kepada perempuan di hadapannya, gadis muda itu kemudian melengser dari tempatnya. Bergegas pergi dari ruangan yang terasa panas dan hendak membakar tubuhnya. Sementara perempuan paro baya itu menghela napas. Berat dan dalam. Kilatan aneh di bola matanya.

***


Other Stories
Cinta Buta

Marthy jatuh cinta pada Edo yang dikenalnya lewat media sosial dan rela berkorban meski be ...

Bekasi Dulu, Bali Nanti

Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...

Membabi Buta

Mariatin bekerja di rumah Sundari dan Sulasmi bersama anaknya, Asti. Awalnya nyaman, namun ...

Hujan Yang Tak Dirindukan

Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh no ...

Puzzle

Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...

Cerita Guru Sarita

Sarita merasa berbeda dari keluarganya karena mata cokelatnya yang dianggap mirip serigala ...

Download Titik & Koma