Chapter 10
Setelah kamu membaca ini, aku sudah melihatmu. Aku melihat wajah seriusmu yang mengikuti kisah demi kisahku. Aku melihat ekspresi wajahmu yang mungkin iba, atau mungkin marah karena aku terkesan berbelit-belit. Maafkan aku. Aku minta maaf karena sudah merepotkanmu.
Aku ada di tempat ini. Aku dikurung di sini. Aku digantung dengan posisi terbalik. Dan Mammon ada di sampingku, terus menyakitiku.
Namun, untuk sekarang aku tidak akan memberitahumu aku digantung persis di sisi mana. Nanti, aku pasti akan langsung memperlihatkan diriku di mana. Semoga kamu tidak kaget. Semoga kamu tidak ketakutan. Sebab, aku akan memperlihatkan diri dalam keadaan yang tidak wajar.
Penting kaupatuhi, tetaplah di tempat dan posisi kamu membaca kisah-kisahku. Jika tidak, kita akan gagal. Usahamu akan percuma. Penantianku akan sia-sia, dan akan menunggu lagi kekacauan di tempat lain sambil berharap si penyebab kekacauan itu datang ke mari seperti halnya kamu kini.
Oh ya, aku akan sedikit mengklarifikasi kenapa di kisah kedua kosong dan ada perintah tidak perlu dicari.
Sebenarnya, di sana kisahnya tidak benar-benar kosong. Kisahnya ada, cukup mencengangkan. Kamu akan melihatnya nanti setelah kamu mengalaminya. Ya, di bagian itu ada keterlibatanmu!
Sekarang, aku akan memberitahumu dulu arti dari lagu itu. Tolong disimak dengan baik. Saksama.
Aku harap, setelah kamu tahu persis artinya kamu bakalan tahu cara meretasnya. Cara membuat orang-orang yang saat ini tersesat dan sengsara itu untuk kembali normal. Cara agar aku bisa memperlihatkan diriku (atau Mammon membebaskan menjarahku).
Aku bukannya tidak mau memberitahumu secara jelas. Aku sangat mau. Ingin sekali aku melakukannya. Tapi, jika itu benar-benar aku lakukan keadaan akan semakin runyam. Alih-alih kita bebas dari masalah ini, kita akan mendapatkan masalah baru. Kita akan sama-sama terkurung di sini. Hidup menunggu pertolongan yang entah kapan itu bisa terjadi. Jadi, bisa dipastikan kita tidak ada yang bisa selamat. Itu sudah ketetapan Mammon. Iblis laknat yang membuatku terjebak itu!
Maka dari itu, berjuanglah. Semangatlah. Semoga kamu berhasil. Aku percaya kamu pasti berhasil.
Berikut terjemahan lirik lagu itu.
Pejamkan matamu
Sentuhlah dadamu
Dengarkan gemericik air yang ada di depanmu
Ikuti perlahan-lahan
Jangan sampai kau terpeleset
Melangkahlah sembari membayangankan air dari surga menantimu
Ikuti!
Ikuti!
Teruslah ikuti!
Jangan pernah membuka matamu ataupun menolah ke belakang
Jika kau membuka mata dan menoleh
Kau akan lihat betapa susahnya aku
Kau akan merasakan betapa pahitnya penderitaanku
Kau akan menjerit histeris karenanya
Kau akan menangisiku dengan air mata darah
Kau akan turut merasakan tersesat dan terkutukny kehidupanku
Tapi... jika kau merasa sangat iba padaku
Tolonglah aku
Bawa aku pergi
Mohon selamatkanlah aku
Kemari!
Kemari!
Kemarilah!
Tolong aku!
Aku di sini!
Aku di sini!
Aku menunggumu di sini!!!
Other Stories
After Meet You
Sebagai seorang penembak jitu tak bersertifikat, kapabilitas dan kredibilitas Daniel Samal ...
Viral
Nayla, mantan juara 1 yang terkena PHK, terpaksa berjualan donat demi bertahan. Saat video ...
FILOSOFI SAMPAH (Catatan Seorang Pemulung)
Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...
7 Misteri Di Korea
Untuk membuat acara spesial di ulang tahun ke lima majalah pariwisata Arsha Magazine, Om D ...
Manusia Setengah Siluman
Reno tak pernah tahu apa itu arti punya orang tua. Ia seorang yatim piatu yang berjuang hi ...
Cahaya Menembus Semesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...