Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan

Reads
645
Votes
9
Parts
12
Vote
Report
Arungi waktu; ombak bergulung, waktu berderai—namun jangkar tak pernah ia turunkan
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Penulis Ivoryfloome

EPILOG: ARUNGI WAKTU; Karena Setiap Ombak Akan Membawa Kita Pulang

Arunika tidak pernah menganggap dirinya pahlawan. Ia hanya seorang perempuan biasa yang memilih untuk tidak menyerah.

Ia tahu, ombak akan terus bergulung. Waktu akan terus berderai. Badai mungkin datang lagi. Tapi ia sudah belajar: jangkar dalam hatinya tak pernah boleh diturunkan.

Karena jangkar itu adalah:
Harapan.
Niat baik.
Keinginan untuk terus belajar.
Cinta kepada sesama.
Dan keyakinan bahwa setiap manusia punya tempat dan tujuan.

Arunika kini sering berkata pada anak-anak di rumah bacanya:
“Kamu nggak harus jadi yang terbaik. Kamu cukup jadi yang terus berusaha. Karena yang penting bukan seberapa cepat kamu sampai, tapi seberapa dalam kamu hidup.”

Dan setiap malam, sebelum tidur, ia membuka jurnalnya, menulis satu kalimat:
Hari ini, aku arungi waktu. Dan aku masih berlayar.”



CATATAN PENULIS

Kisah Arunika mungkin fiksi, tapi perasaannya nyata.
Kegagalan, tekanan, ekspektasi, dan pencarian jati diri adalah hal yang dialami jutaan anak muda di negeri ini.
Dan bagi mereka yang tumbuh di pesisir, laut bukan sekadar alam—ia adalah teman, guru, dan tempat pulang.

Novel ini adalah penghormatan bagi:

Anak-anak desa yang bermimpi besar.
Perempuan yang melawan arus.
Mereka yang pernah merasa gagal, tapi tetap berdiri.

Semoga kisah ini mengingatkanmu:

Bahwa kamu tidak sendiri.
Bahwa kamu masih punya waktu.
Dan bahwa jangkarmu—keyakinan, harapan, dan cintamu pada hidup—tak pernah boleh kau lepaskan.

Arungi waktu.
Karena hidup bukan tentang tidak pernah jatuh.
Tapi tentang terus bangkit,
dan terus melangkah.
"Dan ketika kamu ragu, dengarkan ombak.
Ia akan mengingatkanmu:
bahwa setiap surut, pasti ada pasang."

Other Stories
Kado Dari Dunia Lain

"Jika Kebahagiaan itu bisa dibeli, maka aku akan membelinya." Di tengah kondisi hidup Yur ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Hati Yang Terbatas

Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...

Mobil Kodok, Mobil Monyet

Seorang kakek yang ingin memperbaiki hubungan dengan anaknya yang telah lama memusuhinya. ...

Bangkit Dari Luka

Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...

Mendua

Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...

Download Titik & Koma