Tuan Pemilik Mata Bulan Sabit
Sudah berapa purnama sampai tahun ini selepas kau berikrar untuk pergi? 10? 100? Atau 1000? Entahlah aku tidak menghitungnya dengan pasti. Kau tahu, tuan? Jika sampai hari ini kau masih jadi yang terbaik dan paling baik. Tidak ada yang berani merebut posisimu di sini, bahkan dia yang akhir-akhir ini kutulis agar tak terlihat betapa berantakannya hati pun belum berani meraih tempat yang selama ini kau singgahi.
Kenanganmu dan segala hal baik tentangmu masih tersimpan rapi di sana. Tak pernah kutemui lagi yang sebaik kamu hari ini dan mungkin esok lusa. Tutur katamu yang halus mencerminkan bagaimana hatimu di dalamnya. Lalu sikapmu yang memanusiakan manusia mampu membuat siapa saja segan tak terhingga.
Kamu yang paling beda. Apa kamu tahu, tuan?
Other Stories
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Bukan Cinta Sempurna
Meski populer di sekolah, Dini diam-diam mencintai Widi. Namun Widi justru menjodohkannya ...
Nyanyian Hati Seruni
Awalnya ragu dan kesal dengan aturan ketat sebagai istri prajurit TNI AD, ia justru belaja ...
Mentari Dalam Melody
Tara berbeda dengan Gilang, saudaranya. Jika Gilang jadi kebanggaan orang tua, Tara justru ...
7 Misteri Korea
Saat liputan di Korea, pemandu Dimas dan Devi terbunuh, dan mereka jadi tertuduh. Bisakah ...
Mauren, Lupakan Masa Lalu
“Nico bangun Sayang ... kita mulai semuanya dari awal anggap kita mengenal pribadi ya ...