Akibat Salah Gaul

Reads
2.6K
Votes
1
Parts
19
Vote
Report
Penulis Ariny Nh

Diary Lena

Hari ketiga Letnan Arief dan Detektif Tiga Serangkai di Jakarta. Mereka hanya melewati hari di rumah saja. Bingung mau ke mana lagi. Empat orang udah mereka mintai keterangan, namun pelaku pembunuh Nindy masih samar.
Sebenarnya ada lagi satu orang yang dicurigai oleh Taufiq sebagai pembunuh Nindy, yaitu Lena. Namun sampai detik ini ia belum menemukan bukti yang kuat bahwa Lena lah pembunuh Nindy.
Pikiran Taufiq kembali melayang saat melihat video rekaman di Apollo Bar. Di video itu terlihat seorang wanita yang mengajak Nindy minum sampai mabuk. Ya, wanita itu, Taufiq yakin sekali bahwa wanita itu adalah pembunuh Nindy yang sebenarnya. Namun ia belum juga menemukan keberadaannya. Jakarta itu luas, belum lagi kalau ternyata wanita itu sudah minggat keluar negeri.
“Haruskah gue menyerah dalam menyelidiki pembunuh Nindy?” batin Taufiq mulai frustasi. Taufiq menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Nggak, gue nggak boleh menyerah. Dalam kamus Detektif Tiga Serangkai, nggak ada kata menyerah. Cepat atau lambat gue pasti bisa menemukan pembunuh Nindy. Yang namanya pembunuh nggak akan bisa lama bersembunyi dari gue,” batinnya berkata lagi.
Tiba-tiba pikirannya tertuju pada Ilham. Meskipun memiliki kekurangan yang tidak bisa berbicara, namun ia memiliki kelebihan yang terletak di bola matanya. Matanya itu tajam sekali, ia selalu bisa menemukan benda yang tersembunyi. Benda yang dapat dijadikan petunjuk dalam menyelidiki kasus. Siapa tahu Ilham kemarin menemukan sebuah benda di rumah Sisi dan Riana.
“Ilham, lo kemarin nemuin sebuah benda di rumah Sisi dan Riana nggak?” tanya Taufiq pada Ilham.
Ilham melakukan gerakan bahasa isyarat yang artinya, “Tunggu sebentar!”
Ilham mengeluarkan selembar foto berwarna ukuran 4 R dari tas kecil yang selalu melingkar di pinggangnya. Taufiq mengambil foto tersebut dan mengamatinya dengan saksama. Di samping wajah Sisi, ia melihat seorang wanita bermata belo, alisnya tipis, hidungnya mancung ke dalam, kulitnya putih, tapi sayang dia jerawatan. Di bawah foto itu tertulis “Sisi dan Riana.”
“Oh, berarti wanita di samping Sisi itu si Riana. Ah, foto ini nggak bisa dijadikan petunjuk dalam penyelidikan kasus Nindy. Riana bukanlah wanita yang ditemui Nindy di Apollo Bar. Huft, menyebalkan!” batin Taufiq kesal.
Teng… Tong!
Bel di rumah lama Lena berbunyi nyaring, pertanda ada seseorang yang datang. “Biar gue aja yang bukain pintu!” ujar Taufiq.
Taufiq berdiri lalu melangkahkan kakinya ke ruang tamu untuk membukakan pintu. Setelah pintu terbuka lebar, ia malah celingak-celinguk, sebab ia tak mendapati seorang pun. “Siapa yang tadi mencet bel ya? Jangan-jangan…”
Bulu kuduknya berdiri membayangkan orang yang mencet bel itu makhluk astral. Namun matanya tertuju pada sebuah kotak persegi panjang. Kotak itu dilapisi kertas koran. Taufiq penasaran dengan kotak tersebut. Ia lalu memungut kotak itu. Di atas kertas koran tertulis “To : Letnan Arief dan Detektif Tiga Serangkai”. Tapi tak ada nama pengirimnya.
Taufiq bingung, kemudian ia kembali menutup pintu dan kembali menghampiri teman-temannya
“Fiq, tamunya siapa tadi?” tanya Hambali.
“Gue juga gak tau. Tadi pas gue buka pintu, eh orangnya udah nggak ada. Tapi gue nemuin bingkisan ini di lantai dekat pintu,” jawab Taufiq sambil menunjukkan bingkisan yang ada di tangannya pada Letnan Arief, Hambali dan Ilham.
“Cepet buka bingkisannya, Fiq! Siapa tahu di dalam bingkisan itu terdapat petunjuk tentang pelaku pembunuh Nindy!” ujar Hambali bersemangat.
Taufiq merobek kertas koran yang menyelimuti bingkisan itu. Isinya ternyata hanya buku catatan harian alias diary. Tapi di buku itu ada tulisan Diary Lena.
Taufiq semakin bingung, siapa yang mengirim buku diary Lena ke sini? Mungkinkah di buku ini ada petunjuk yang akan mengungkap pembunuh Nindy?
Letnan Arief, Hambali dan Ilham mendekati Taufiq. Mereka pun membaca isi diary Lena secara bersamaan. Taufiq mulai membuka buku diary di halaman 1.
Hal 1
Akhirnya gue menemukan cowok idaman gue. Cowok idaman itu Hendrik, soalnya dia itu dewasa, tajir, perhatian, penyayang, romantis, asyik dan bisa membuat gue merasa nyaman berada di dekatnya. Namun sayang usia Hendrik jauh berbeda dari usia gue. Usianya 40 tahun, sedangkan gue baru 18 tahun.
Hal inilah yang membuat gue dijauhi teman-teman. Cacian pun silih berganti. Ada yang bilang gue simpanan om-om, cewek yang ngincer harta doang, dan sebagainya. Gue berusaha cuek terhadap cacian yang gue terima, karena gue mencintai Hendrik.
Taufiq membuka halaman berikutnya.
Hal 2
Tadinya gue pikir om Hendrik adalah cowok paling tajir di Jakarta, tapi ternyata ada yang lebih tajir lagi. Dia adalah Om Danu, wajahnya juga terlihat lebih ganteng. Aduh, sepertinya gue gugat cerai Om Hendrik aja, sebab selama 2 tahun gue menikah siri sama Om Hendrik, gue cuma dapet 1 rumah plus mobil doang.
Hal 3
Gue menemukan teman baru, namanya Nien. Dia murid baru di sekolah, penampilannya udik, cupu, pokoknya nggak banget deh. Tapi dia baik banget dan mau berteman sama gue.
Nien curhat sama gue kalau dia pengen jadi orang kaya biar dia nggak di-bully lagi sama Sisi dan Riana. Gue jadi nggak tega, akhirnya gue mengenalkan Nien sama Om Hendrik dan gue ikhlas berbagi Om Hendrik sama Nien. Toh, gue juga udah pisah ama dia, sekarang gue berpaling sama om Danu.
Hal 4
Nien sekarang menjalin cinta dengan Om Hendrik, mimpinya jadi orang kaya sudah terwujud. Dia berubah secara total, gaya bicaranya juga berubah, gue kesel sama dia soalnya uang bulanan yang diberikan Om Hendrik ke dia jauh lebih banyak daripada jatah gue dulu. Si Nien sialan. Udah dikasih hati malah minta jantung. Gue bakal nyingkirin dia.
Di halaman 4 sebenarnya Taufiq sudah menangkap siapa pembunuh Nindy. Namun ia tetap penasaran dengan isi diary di halaman berikutnya. Ia kembali membalik kertas untuk membaca halaman berikutnya.
Hal 5
Dewi fortuna berpihak pada gue, gue berhasil dapetin HP Om Hendrik. HP ini ini akan gue manfaatin buat nyingkirin Nindy untuk selamanya. Yang gue lakuian adalah gue akan minta ketemuan sama Nindy di Apollo Bar, lalu gue akan nyuruh seorang cewek untuk ngaku sebagai istri sah Om Hendrik. Gue akan minta cewek suruhan gue itu buat bikin Nindy mabuk berat dan jatuhin Nindy ke Sungai Ciliwung, jadi seolah-olah kematian Nindy itu karena mabuk.
Hal 6
Yes, semua rencana gue sudah berhasil. Nindy sudah mampus, gue akan ngundang Polisi menyelidiki pembunuh Nindy. Mereka gak akan mencurigai gue sebagai pembunuh Nindy, sebab mereka pasti berpikir orang yang membunuh Nindy adalah orang yang membenci Nindy, yaitu Sisi dan Riana. Hahaha
Taufiq menyunggingkan senyuman di bibirnya. Ia sangat senang, akhirnya misteri teka-teki pembunuh Nindy terjawab. Lagi-lagi feeling-nya benar, pembunuh Nindy adalah Lena.
“Ayo, sekarang kita ke rumah Lena untuk menangkap dia!” ujar Letnan Arief bersemangat.
Ketika Letnan Arief hendak melangkahkan kaki, Taufiq menarik tangannya. “Tunggu, Let. Lebih baik kamu panggil polisi yang lain buat jaga-jaga. Aku nggak mau kejadian penculikan yang terjadi saat menangkap Iqbal Frizzy terulang lagi.”
Letnan Arief terlihat mengambil HP dari saku celananya, kemudian menelepon seseorang.
“Halo… Pak, saya sudah menemukan pembunuh Nindy, bisakah Bapak beserta teman-teman datang ke rumah Lena untuk menangkap pelakunya? Oke, saya juga segera ke sana.”
Kalimat itulah yang diucapkan Letnan Arief melalui telepon. Usai menelepon polisi, Mereka bersiap-siap pergi ke rumah Lena. Mereka berharap Lena belum kabur.

Other Stories
Akibat Salah Gaul

Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

The Museum

Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...

Mother & Son

Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...

Cahaya Dalam Ketidakmungkinan

Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...

Viral

Nayla, mantan juara 1 yang terkena PHK, terpaksa berjualan donat demi bertahan. Saat video ...

Download Titik & Koma