Prolog
Di kala malam hadirkan sunyi. Terdiam aku di tengah sepi. Melihat aku dengan tatapan kosong. Seolah tak percaya dengan apa yang kamu lakukan padaku? Dimana cintamu yang dulu diberikan padaku? Cinta yang mampu membuatku bahagia.
Dimana canda tawa kita? Dimana impian kita untuk hidup berdua selamanya? Semua hilang tak terduga. Lenyap bersama janji manismu yang busuk. Kini kamu menghadirkan air mata dan kepedihan hati. Andai kamu bisa melihat air mata tanpa suara. Tangisan hati tak terdengar. Hanya kepedihan yang kurasa.
Kenapa ada pertemuan jika berakhir dengan perpisahan? Kenapa berawal dengan perkenalan jika berakhir tanpa menyapa? Rasa kehilangan akan terus bersemayam di hati. Berusaha melupakan saat-saat indah bersamamu, semakin menambah luka di hatiku.
Sendainya tidak ada pertemuan, pasti aku tidak akan merasakan sakitnya sebuah perpisahan. Tapi jika tidak diawali dengan pertemuan, maka aku tak kan pernah bisa merasakan indahnya cintamu. Kini aku sadar dan mengerti, perpisahan mengajarkanku betapa indahnya sebuah pertemuan.
Other Stories
Hellend ( Noni Belanda )
Sudah sering Pak Kasman bermimpi tentang hantu perempuan bergaun zaman kolonial yang terus ...
Suffer Alone In Emptiness
Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...
Teka-teki Surat Merah
Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...
After Honeymoon
Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...
Itsbat Cinta
Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...
Luka
LUKA Tiga sahabat. Tiga jalan hidup. Tiga luka yang tak kasatmata. Moana, pejuang garis ...