Epilog - Setitik Cahaya
Hidup tidak pernah benar-benar bebas dari gelap. Akan selalu ada masa-masa di mana luka datang, kehilangan menyapa, dan hati terasa runtuh. Namun, dari kisah Arka kita belajar: gelap bukan berarti akhir. Gelap hanyalah ruang di mana cahaya bisa terlihat lebih jelas.
Arka bukan pahlawan besar. Ia hanyalah manusia biasa, yang pernah jatuh, menangis, dan hampir menyerah. Tapi ia memilih untuk berjalan lagi, meski tertatih. Dan dari langkah kecil itu, ia menemukan makna: bahwa setiap orang bisa menjadi cahaya, sekecil apa pun.
Cahaya tidak selalu berarti jawaban besar atau solusi sempurna. Kadang cahaya hanya berupa senyuman tulus, telinga yang mau mendengar, atau keberanian untuk berkata, “Aku masih di sini.”
Mungkin kita pernah merasa sendirian, tapi sebenarnya selalu ada secercah harapan menunggu untuk ditemukan. Seperti Arka yang akhirnya berdamai dengan dirinya, kita pun bisa.
Karena pada akhirnya, menjadi cahaya bukan tentang seberapa terang kita bersinar, melainkan seberapa tulus kita hadir untuk diri sendiri dan orang lain.
Dan selagi kita masih hidup, selalu ada kesempatan untuk menyalakan cahaya itu.
Other Stories
Akibat Salah Gaul
Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...
Mewarnai
ini adalah contoh uplot buku ...
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...
Kau Bisa Bahagia
Airin Septiana terlahir sebagai wanita penyandang disabilitas. Meski keadaannya demikian, ...
Kucing Emas
Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...
Bekasi Dulu, Bali Nanti
Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...