First Snow At Laiden

Reads
130
Votes
0
Parts
3
Vote
Report
first snow at laiden
First Snow At Laiden
Penulis Nenny Makmun

3. Konspirasi

“Sekali ini saja beri aku kesempatan untuk menemui dia yang telah menghadirkan sebuah rasa, rasa yang membuatku ingin melanggar apa yang selama ini membuat diriku merasa terasing.”
Sepertinya ide Rania bagus juga, Naomi senyum-senyum sendiri di kamarnya. Sebuah rencana yang harus dicoba, toh yang terpenting Minggu pagi dia tetap ready bertanding. Meskipun malam harinya dia mungkin pulang sedikit larut. Bayangan Algali dan debar-debar memanas menjalar hingga wajah Naomi. Algali sepertinya terus tinggal dibenaknya.
Dalam rencana Rania,Naomiharus pura-pura tidur cepat karena lelah latihan dari siang.Pintu dikunci. Lalu ketika aman, keluar lewat jendela yang sudah ada Algali menunggu dengan motornya. Terus mampir ke rumah Naila untuk meminjam baju pesta. Secara dirinya tidak punya baju pesta dan Naila juga akan mendandaninya.
Pokoknya pulang jangan larut, dan besok harus siap bertanding melawan Kartika yang selalu membayangi dirinya setiap lomba. Kartika yang bundanya selalu bilang untuk diwaspadai, nyatanya dia selalu bisa mengalahkan Kartika, walau hanya dalam hitungan persekian detik untuk juara 1.
Target bunda adalah tetap mengalahkan Kartika dan menjadi juara.Itu sudah ditanamkan dalam memotivasi Naomi. “Kalahkan Kartika dan jadi the winner!” Naomi sampai terbawa dalam setiap latihan,terlebih mendekati Gubernur Cup kali ini.
Semua sudah terencana dengan baik. Demi Rania, sahabat baiknya yang ingin dirinya datang di pesta ulang tahun ke tujuh belasnya dan bertemu Algali yang selama ini hanya berani melihat dari kejauhan saat latihan berenang di kolam.
***
Hari Sabtu, Naomi dengan arahan bundanya berlatih dengan penuh semangat, membuat bundanya tak perlu lagi pakai acara ngomel-ngomel ke dirinya. Biasanya ada aja yang membuat bundanya marah karena Naomi berlatih tidak serius. Tapi tidak di hari ini, sepertinya putri tunggal kesayangannya benar-benar disiplin.
Sebenarnya Bunda Diftri juga merasa dirinya terlalu keras pada Naomi, tapi hal ini dia lakukan bukan tanpa alasan, mengingat bagaimana dirinya supaya mendapatkan Naomi sebagai putrinya.
Ada rahasia yang belum bisa dia katakan pada Naomi akan siapa dirinya yang sebenarnya, rasa dihantui trauma bila apa yang menimpa orang terdekat Naomi seharusnya, bisa jadi menimpa Naomi juga.
Selama ini, disiplin yang dia terapkan semata untuk kebaikan Naomi sendiri. Agar menjadi suatu keberhasilan pengasuhannya, itu yang Bunda Diftri harapkan. Dan tidak sedikit para ibu yang mengagumi keberhasilan dirinya mengasuh dua anak ¾ putra putri ¾ yang keduanya berprestasi di dunia renang, tapi juga bisa tetap menjadi anak-anak yang pintar dalam akademis.
“Oke, Nao… sepertinya latihan sore ini cukup.Kamu perlu tidur cepat karena besok Kartika tetap menjadi orang yang terus membayangi kemenangan kamu! Jadi setelah ini pulang, makan, dan tidur!” perintah Bunda Diftri tanpa mau berkomentar tentang beberapa anak yang habis renang ini bersiap-siap akan ke acara ulang tahun Rania. Sudah pasti Rania tidak latihan juga sore ini,di samping Rania tidak turun di pertandingan besok, juga karena mau merayakan hari ulang tahunnya.
“Bun, aku udah makan dan aku mau tidur cepat ya.Besok bangunin aku pagi ya, Bun...” Naomi pamit ke kamar setelah makan malam dan salat isya.
“Iya, sana tidur cepat!Jangan lupa matikan lampu kamarnya,” jawab Bunda Diftri tanpa ada rasa curiga apapun.
“Baik, Bun,” jawab Naomi pendek lalu melangkah ke kamar.
Naomi pura-pura ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan kaki tangan, kemudian mematikan lampu kamar.
Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 19.30, dia pura-pura tidur. Sementara bundanya juga sudah tidur karena besok akan menjadi hari yang melelahkan menjadi official buat atlet-atlet renangnya.
Tahura, adiknya, juga katanya memilih untuk tidur cepat karena besok dirinya terjun di beberapa gaya juga.Dan sepertinya Tahura juga punya saingan berat yang terus diingatkan oleh bunda mereka untuk bisa memenangkan pertandingan besok. Baik Naomi dan Tahura ditarget untuk banyak meraih medali emas.
Dengan bisa meraih banyak kejuaraan di pertandingan Gubernur Cup yang bergengsi itu, maka akan banyak kans untuk atlet-atletnya ikut seleksi ke perlombaan nasional dan internasional. Yang terutama, tim renang Galaksi semakin terkenal dan ditakuti. Juga semakin banyak orang tua yang memercayakan anaknya latihan renang di Galaksi untuk di didik menjadi atlet-atlet yang berprestasi.
Naomi seolah menjadi role model buat bundanya sebagai anak yang berprestasi dalam olahraga renang. Naomi tidak kesulitan untuk memasuki SMP dan SMU favorit yang sudah dimasuki anak-anak biasa atau pintar tapi tak memiliki prestasi di sebuah bidang, kalau mereka bukan anak-anak yang benar-benar pintar dalam akademis.
Tapi buat Naomi, masuk sekolah favorit gampang-gampang saja melenggang.Dengan sederet prestasi renang yang menghasilkan seribu medali di rumahnya, dia masuk SMP dan SMU semua dengan jalur prestasi, tanpa kesulitan.
Walaupun begitu, bukan berati Naomi semata mengandalkan prestasi renangnya, dirinya dalam bidang akademi memang cukup menguasai,meski bukan taraf yang sangat pintar. Tapi untuk bidang IPS, Naomi lebih bisa menguasai. Kemampuan IPA yang terbatas membuat Naomi berpikir realistis dirinya masuk kelas IPS, yang memang buat Naomi itu hal yang lebih mudah dipahami, dan terpenting disukai.
Untuk prestasi sekolahnya, Naomi masih bisa masuk ke sepuluh besar.Maka sempurna sudah, Naomi menjadi kebanggaan bunda dan ayahnya juga.
Dalam sekejap, rumah sudah sepi.Jam menunjukkan pukul 20.15, sudah 45 menit dari dirinya pura-pura tidur.
“Tok... tok... tok...” pintu jendela diketuk sebanyak tiga kali.
“Nao… ayoo ke rumah Naila,” suara berbisik terdengar di balik jendela.
Naomi bergegas menyingkapkan selimutnya,lalu menjinjing tas yang agak besaran berisi kado buat Rania yang dia beli diam-diam tanpa sepengetahuan bundanya dengan uang tabungan dari hasil lomba-lomba.
“Aku keluar, tunggu....” suara Naomi pelan membalas panggilan Algali.
Pelan Naomi membuka jendela kamarnya dan melompat. Algali membantu menangkap tas dan memegangi tangan Naomi karena jendela kamarnya agak tinggi. Bukan hal yang sulit untuk melakukan gerakan melompat dari kamar jendelanya. Badannya yang ramping dan tinggi sepertinya sangat ringan untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan kelenturan tubuhnya itu.
Sering latihan renang membentuk tubuh Naomi menjadi kecil meninggi.Rambutnya tetap saja keriting dan tidak bisa hilang, hanya saja sudah lebih bisa diatur dengan dikuncir, dicepol, dan sesekali dibiarkan tergerai, yang sebenarnya menjadikan Naomi eksotik, tampak seksi.Hanya saja Naomi tidak memahami kecantikan dirinya, namun tidak dengan Algali yang ternyata diam-diam sangat suka memperhatikan Naomi. Di mata Algali, Naomi cewek yang sangat mandiri, manis dengan rambut keritingnya, kulitnya yang sawo matang, dan matanya yang mempunyai tatapan tajam serta bercahaya seperti bintang. Apalagi saat melihat Naomi berenang dengan kecepatan kaki dan tangannya berpacu dengan waktu untuk meraih batas finish kolam mengakhiri sebuah pertandingan, itu merupakan pesona dan ketegangan yang membuat dirinya mengagumi perenang handal tim Galaksi itu.
Algali sendiri tertarik latihan renang bukan untuk pertandingan, tapi sekedar olahraga dan menghabiskan waktu daripada di rumah kesepian. Papanya yang bekerja di kantor kedutaan sangat sibuk, sementara mamanya yang punya butik juga sangat sibuk.Dirinya yang anak tunggal merasa kesepian.
Melihat Naomi saat pertandingan renang enam bulan lalu di kolam renang dekat rumahnya membuat Algali masuk ke klub renang Galaksi, agar lebih mengenal Naomi yang diam-diam dia kagumi.

Other Stories
Dentistry Melody

Stella hanya ingin mewujudkan mimpinya menjadi dokter gigi, bermain biola, dan bersama Ron ...

Cinta Bukan Ramalan Bintang

Valen sadar Narian tidak pernah menganggap dirinya lebih selain sahabat, setahun kedekat ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Flower From Heaven

Setelah lulus SMA, Sekar Arum tidak melanjutkan kuliah seperti dua saudara kembarnya, Dyah ...

Dengan Ini Saya Terima Nikahnya

Hubungan Dara dan Erik diuji setelah Erik dipilih oleh perusahaannya sebagai perwakilan ma ...

Puzzle

Karina menyeret kopernya melewati orang-orang yang mengelilingi convayer belt. Koper ber ...

Download Titik & Koma