Deska

Reads
4.1K
Votes
1
Parts
27
Vote
Report
Penulis Pale

Sekilas Yang Membekas

Hari itu sama seperti biasanya. Suara bel, hiruk-pikuk anak-anak, tumpukan kertas di meja guru membuat semuanya berjalan sesuai rutinitas. Aku duduk di ruang guru, berusaha menuntaskan catatan nilai yang rasanya tak kunjung selesai. Mataku lelah, jariku terasa kaku. Aku sempat berpikir betapa beratnya dunia seorang guru, padahal hal-hal seperti ini sudah sering ku lakukan.

Tiba-tiba, dari arah pintu, aku melihatnya masuk. Ia hanya sekadar lewat, meletakkan tas ke dalam lemari dan beberapa buku di meja. Tidak ada yang istimewa bagi orang lain, tapi entah kenapa, bagiku ada sesuatu yang berbeda pada saat itu.

Aku langsung menangkap ekspresi wajahnya ketika ia menunduk, merapikan buku-buku yang hampir jatuh. Ada ketenangan yang aneh, seolah semua hal di sekitarnya berjalan lebih pelan. Padahal, aku tahu itu hanya pikiranku sendiri yang memperhatikan terlalu jauh. Tapi momen itu menempel begitu saja, tak mau pergi.

Hari-hari berikutnya, setiap kali aku merasa letih, ingatan itu kembali.Sekilas senyum, sekilas gerak sederhana, sekilas tatapan kosong yang bahkanbukan ditujukan padaku sehingga semua itu menjadi pengingat bahwa ada hal kecilyang bisa membuat hidup ini tidak hanya kaku dalam rutinitas. Tapi jelas, adasesuatu yang membekas. Dan dari situlah, tanpa kusadari, aku mulai menunggu yangterjadi selanjutnya.



Other Stories
Cinta Harus Bahagia

Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...

Cinta Satu Paket

Renata ingin pasangan kaya demi mengangkat derajat dirinya dan ibunya. Berbeda dari sahaba ...

Terlupakan

Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...

...

Curahan Hati Seorang Kacung

Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...

Yang Dekat Itu Belum Tentu Lekat

Dua puluh tahun sudah aku berkarya disini. Di setiap sudut tempat ini begitu hangat, penuh ...

Download Titik & Koma