3. Ga Jelas Maunya
Setengah halaman baru selesai tiba-tiba Kak Arman membawakan sebotol minuman aqua. Tentu saja Audi terima karena memang dirinya sangat kehausan.
Dari kejauhan Kak Iwan mengamati sebenarnya kelakuan Kak Arman, tapi dia pura-pura membuang muka. Entahlah mungkin ada hubungannya dengan bisik-bisik Kak Arman dengan Kak Iwan yang jelas sekarang nasib Audi tidak lagi di tangan Kak Iwan panitia tergalak, terseram yang paling ditakuti murid baru perempuan dan cowok.
“Terima kasih Kak, aquanya ....” ucap Audi.
“Eh kamu tinggal Perumahan Tamansari ya?” tanya Kak Arman.
“Kok tahu?” tanya Audi lanjut masih dengan menyapu, gimanapun daripada bermasalah dengan Kak Iwan gara-gara ngobrol terus nyapunya berhenti diberi hukuman lain, Audi memutuskan tidak terlalu peduli diajak ngobrol Kak Arman, yang panitia Ospek juga tapi B saja. Maksudnya Biasa saja, tidak galak dan tidak juga lembut cenderung diam saja seperlunya.
“Tahulah kita itu satu kompleks, aku sih suka liat kamu kalau pas ada acara kompleks dari jauhan aja,” jawab Kak Arman.
“Ohhhh, Kak Arman blok apa?” tanya Audi
“Aku blok Orchid, kalau kamu Arcadia-kan?” tebak Kak Arman.
“Iya eh kok tahu sih?” Audi jadi mengerutkan wajahnya.
Other Stories
Metafora Diri
Cerita ini berkisah tentang seorang wanita yang mengalami metafora sejenak ia masih kanak- ...
Bungkusan Rindu
Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...
My Love
Sandi dan Teresa menunda pernikahan karena Teresa harus mengajar di Timor Leste. Lama tak ...
Egler
Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...
Free Mind
KITA j e d a .... sepertinya waktu tak akan pernah berpihak pada kita lagi setelah aku ...