4. Trying To Forget
Butuh bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka karena patah hati. Pada saat terpuruk Zita bersyukur, dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2-nya di Australia. Jujur Zita menerima beasiswa ini salah satu alasannya adalah untuk melupakan semuanya.
Melupakan kepedihan tidak hanya karena hati yang terkoyak, tetapi perasaan malu dan bersalah pada keluarga besarnya. Selama ini dia terlalu banyak membuat aturan yang mengulur perkawinan, tapi itu semua karena kesepakatan dengan Fauzi agar masing-masing mapan secara financial.
Zita mengabaikan peringatan-peringatan ibu dan bapaknya untuk menyegerakan menikah yang akan menyempurnakan semua ibadah yang telah dilakukan. Zita terlalu yakin akan perencanaan dan hitungan agar semua bisa sempurna.
Tetapi apa? Kini seakan ratusan teriakan dalam hati mengejeknya, “Makan tuh hitungan! Makan tuh akibat terlalu lama menunda pernikahan yang sakral! Makan tuh kesombongan kalau yakin Fauzi akan terus setia!”
Zita bagai terperangkap terhadap aturan-aturan yang telah menjebaknya, Zita tidak lagi percaya diri, kenyataan Fauzi yang sudah sangat melekat kini benar-benar hilang.
Tiba-tiba Zita terasing dalam kehidupan bumi, dulu ada Fauzi yang setiap hari selalu bersamanya. Merasa dirinya memiliki sosok penjaga.
Malam Minggu tidak ada rasa sepi mendera, bersama biasa menghabiskan di Café Star yang tenang karena memang khusus menyediakan buku-buku bermutu untuk dibaca sekaligus menikmati secangkir kopi dan roti bakar. Atau berpegangan tangan sambil menonton film-film komedi dan romantis. Fauzi yang selama bersama sangat memanjakan selama ini telah berlalu bagai serpihan debu.
Zita masih merasa terlara-lara, sungguh tidak pernah terbersit kalau akhirnya Fauzi lelah saat pernikahan di ujung gerbang kebahagiaan. Kedua orang tua mereka pun menjadi beku membisu.
Hingga akhirnya ibu dan bapak pihak Zita pun marah, merasa dikhinati Fauzi karena kenyataan Fauzi jugalah yang memutuskan untuk mereka jalan sendiri-sendiri.
“Kalau memang kesempatan dari universitas yang terbaik untuk kamu sesaat melupakan kepedihanmu, Ibu dan Bapak akan mendukungmu. Walau sebenarnya berat kami berpisah denganmu, Yogyakarta - Australia itu jauh Nduk,” Ibu Ratih, ibunda Zita menghibur putri semata wayang yang amat dikasihinya.
Selama ini Zita selalu menjadi kebanggaan mereka karena tidak pernah macam-macam, dekat dengan pria juga satu-satunya pria yang telah menjadi cinta pertamanya hingga kuliah bersama saling mendukung dan sekarang sama-sama menjalani profesi dosen.
Ibu Ratih juga sudah sangat setuju kalau akhirnya Zita bisa berjodoh dengan Fauzi. Tapi tidak disangka kalau kisah cinta putrinya harus berakhir tragis karena Zita menyaksikan langsung perselingkuhan Fauzi dengan Riska.
Dengan doa dan dukungan ibu dan bapak, terbanglah Zita menuju Australia, negeri kanguru tempat apply beasiswanya yang diterima. Zita berjanji untuk bisa mencairkan hatinya yang membeku karena Fauzi.
Kenyataan sulit Zita menerima pria dalam hidupnya kembali. Ada beberapa pria yang coba mencairkan beku hatinya, membuka hatinya yang terkunci, tetapi belum satu pun pria yang berhasil menemukan kunci untuk membuka hati Zita.
Hingga Zita lulus dari S2-nya tak ada pria yang hadir dalam hatinya, hampa! Entah sampai kapan hatinya bisa percaya kembali akan seorang lelaki.
Di mata Zita semua lelaki tidak bisa dipercaya! Apalagi usia dia sekarang bukan usia muda lagi. Zita tidak memiliki kepercayaan hati untuk kembali menjalin hubungan dengan pria lagi.
Other Stories
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
Rembulan Di Mata Syua
Syua mulai betah di pesantren, tapi kebahagiaannya terusik saat seorang wanita mengungkapk ...
Agum Lail Akbar
Tentang seorang anak yang terlahir berkebutuhan khusus, yang memang Allah ciptakan untuk m ...
Dante Fair Tale
Dante, bocah kesepian berusia 9 tahun, membuat perjanjian dengan peri terkurung dalam bola ...
Hopeless Cries
Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...