7. Naughty Boy
Dahulu saat kecil, Zita dan Fikri memang bertetangga. Ibu Ratih dan Ibu Farida adalah dua sahabat dan demikian juga suami mereka akrab. Tetapi Fikri yang juga anak tunggal Ibu Farida sangat membuat Zita ketakutan karena Fikri kecil sangat bandel.
Beberapa kenakalan yang Fikri lakukan terhadapnya sangat banyak, salah satunya Fikri memasangi kursinya dengan permen karet sehingga baju seragamnya menjadi lengket.
Setiap hari ada saja yang Fikri curi untuk disembunyikan, sampai-sampai Zita menangis karena buku PR matematikanya tidak ada saat harus dikumpulkan, usut-usut buku Zita sudah terkumpul. Siapa lagi kalau bukan perbuatan Fikri. Pasti setelah mencontek, dia pun ikut mengumpulkan buku Zita sekalian.
Fikri juga mengambil buku cerita kesayangannya tentang Snow White, hampir satu minggu Zita putus asa mencarinya. Tahu-tahu bukunya muncul lagi di laci. Zita ingat Fikri pernah mau meminjam, tapi Zita tolak mentah-mentah. Kali saja dia pasti curi setelah baca terus dikembalikan.
Bahkan gara-gara Fikri menyembunyikan topi upacara, Zita jadi mendapat hukuman untuk piket tambahan setelah pulang. Anehnya saat dia mengerjakan hukuman, si Fikri juga ada dan membantu menyapu juga.
“Eh ngapain kamu di sini, kan yang dapat hukuman cuma aku! Puas?!? Kamu kenapa sih senang sekali mengganggu aku?“ Zita sudah mau menangis, badannya terasa capek dan dirinya ingin cepat pulang sekolah tapi tertahan gara-gara Fikri yang menyembunyikan topinya tiba-tiba mengembalikan tanpa banyak bicara.
Sampai detik ini, Fikri dalam benak Zita masih tersimpan sebagai anak cowok nakal yang membuat dia selalu menangis di masa kecilnya.
Bagaimana Zita tidak menangis kencang dan dendam terhadap Fikri kecil, bahkan ketika bermain di rumahnya karena menemani ibu arisan malah Zita dilemparin dengan ular-ularan yang sangat mirip dengan ular beneran. Zita yang sudah menangis kencang-kencang, membuat Fikri semakin senang menggodanya.
Hanya itu yang teringat akan sosok Fikri kecil, beruntung Fikri dan keluarganya pindah rumah sehingga mereka tidak tetanggaan lagi. Inilah saat yang paling Zita tunggu, jauh dari si naughty boy.
Setelah puluhan tahun yang dia tidak mau mengenalnya. Dan sekarang pria yang tidak jauh beda usianya akan menjadi pendamping hidupnya, hmmm… “No Way!” tapi di sisi lain dia sudah berjanji kepada ibu dan bapaknya untuk menurut apa keinginan mereka, ditambah Zita tidak berani ambil resiko kalau dia tidak menuruti kemauan ibunya yang berujung anfal jantungnya.
Other Stories
Bagaimana Jika Aku Bahagia
Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...
Kesempurnaan Cintamu
Mungkin ini terakhir kali aku menggoreskan pena Sebab setelah ini aku akan menggoreskan p ...
The Fault
Sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Sebuah awalan selalu memiliki akhiran. ...
Hidup Sebatang Rokok
Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...
Kucing Emas
Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...
Melepasmu Dalam Senja
Cinta penuh makna, tak hanya bahagia tapi juga luka dan pengorbanan. Pada hari pernikahan ...