7. Baginda Tari Berdendang Imamku
Ramon begitu gencar mendekatiku, dia bisa dibilang panyang menyerah mendekatiku. Tapi aku sudah cukup lega, karena aku sudah berkata jujur akan kondisiku yang sebenarnya.
Aneh rasanya aku bisa terbuka dengannya, sentilan Prita ada benarnya aku tidak boleh sombong dan sok yakin tidak mungkin berjodoh dengannya.
Dalam kajian dilarang mendahului takdir, ya aku lega mengatakan biarkan Allah yang akan meniupkan rasa cinta karena dia juga telah mencintai Allah juga.
Dekat dengannya aku merasa biasa saja, aku tegas berkata dengan dia tidak mau pacaran, pendekatan saat ini kita lakukan semata kembali untuk mendekatkan dia dan melihat reaksi puteri ku Kinan.
Lega aku sudah berusaha jujur pada dia, ternyata Ramon tidak main-main. Dia memang menjawab apapun akan dia lakukan demi mendapat cintaku.
Waktu yang singkat dengan perubahan yang tampak serius Ramon lakukan. Benar dia mulai berubah bahkan serius menjalankan agama.
Saat kita tengah bersama terdengar adzan dia segera mencari masjid untuk sholat. Di sini aku merasa kalau dia mulai memilih untuk dekat dengan Allah daripada dekat-dekat dengan aku.
Saat makan malam suara adzan Isya dia permisi untuk ibadah dan aku jujur ini perubahan yang luar biasa.
Masya Allah sekali buat seorang Ramon yang kehidupannya terbayang bagaimana dunia glamour mulai berubah menyisikan waktunya untuk menghadap Allah.
Saya merasa ketika dia memilih Allah saat bersamaku, hati kecilku berucap Alhamdulillah ini perubahan yang luar biasa, dia benar-benar serius ke aku dengan berusaha berubah deket dengan Allah, yang lebih surprise Kinan menyukainya.
Padahal Kinan juga tidak tahu kalau om ini baginda dendang penari yang tengah digemari banyak sekali orang, pokoknya menurut Kinan dalam ucapannya, ”Si Om ini baik hatinya, aku suka kalau dia yang menjadi ayahku.”
Deg!
Rasanya tak bisa diceritakan dia yang aku tolak-tolak ternyata Allah memilih untuk jadi jodoh-ku, akhirnya saya Bismillah menerima rasa cinta dia dengan syarat tidak ada pacaran kalau serius ya melamar.
Saat itu Ramon artis yang tengah dieluk-elukan juga punya pacar, bahkan banyak pacarnya dan gonta-ganti pokoknya play boy, gimana sih namanya artis tapi ya saya heran kenapa dia memilih saya. Padahal selama dia mendekati saya banyak cewek yang nempel juga tapi mudah-mudahan dia serius memilih saya.
***
Parsiapan yang terutama meluluhkan kedua orang tua aku dan dia. Orang tuaku awal tidak setuju menikah dengan lelaki penari dan usianya lebih muda lalu agamanya jauh sekali dengan para ustad yang mendekati aku selama menjadi single parent.
Sebaliknya juga orang tua Ramon juga tidak setuju anak laki-laki yang tengah melejit karirnya di dunia entertainment memilih janda beranak satu. Wong yang gadis dan mendekati saja juga banyak ngapain milih saya.
Karena kita mantap untuk tidak pacaran dan langsung menikah kita berjuang meyakinkan orang tua kita masing-masing kalau kita serius membina rumah tangga apapun kon-sekuensinya.
Apalagi saya maunya menikah sekarang, orang tua Ramon khawatir saja gimana karir anaknya takut gimana-gimana, sampai di acara live sebuah stasiun televisi‘ Iya atau Tidak!’ dimunculkan bapaknya Ramon menyatakan ke seluruh pemirsa Indonesia dengan pernyataan tidak suka dan tidak merestui hubungan saya dan Ramon.
Alhamdulillah karena kekuatan niat baik saya dan Ramon, pada akhirnya mereka menyerah dan memberi restu dengan segala konsekuensi.
Apapun yang terjadi nantinya di kehidupan rumah tangga menjadi tanggung jawab kita seutuhnya sebagai tanggung jawab kita ber-komitmen.
Menjelang menikah dengan Ramon pun banyak yang mencibir, mereka yang tahu mantan suami pertama yang mantan ganteng terang-terangan berbicara, ”Kenapa mantan suami ditukarin dengan orang seperti Ramon.”
Kembali masih banyak orang menilai orang dengan wujud fisiknya. Memang melihat dengan kasat mata pasti fisik dulu yang jadi penilai.
Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya saya alami saat hidup dengan suami pertama yang mereka anggap fisiknya jauh ganteng daripada Ramon.
Alhamdulillah aku juga sudah belajar untuk tidak mempusingkan omongan orang. Sekarang yang saya dengar hanya omongan Allah saja, aku tidak akan dihisab dengan omongan orang tapi aku akan dihisab dengan apa yang aku omongkan dan lakukan terhadap orang lain apakah sudah sesuai dengan perintah Allah.
Aku tidak mencari kemuliaan di hadapan manusia. Yang menjalani hidupku ya aku. Dan itu yang akan aku pertanggungjawabkan kepada Allah, ngapain harus pusing ngurusin omongan orang?
Selama ini hidupku sendiri, susah sendiri, jatuh bangun juga sendiri! Kemana mereka saat aku jatuh? Yang bantu aku ya Allah dan ini menjadi ketetapanku memilih Ramon tanpa mempusingkan omongan orang.
Allah juga yang membolak-balikan perasaan manusia akhirnya memang kedua orang tua kami menyetujui rencana kami yang tidak berpacaran tapi menikah.
Mantan suami tidak suka dengan kesukaan saya akan polkadot jadi aku tidak bisa mengekspre-sikan sementara dengan Ramon dia sangat-sangat membebaskan jadi aku bisa berkespresi bahkan dia pun mau mengikuti kesukaanku.
Ramon benar-benar berusaha menyenangkan hatiku dengan mengimbangi kegemaranku dengan polkadot. Bahkan dia mau saja aku dandani dengan baju-baju nuansa polkadot tanpa protes dan tetap dengan senyum memakai apa yang aku pilih untuknya.
Bahkan sampai pernikahan kami pun Ramon setuju dengan nuansa polkadot dan menikahlah kita di Palembang.
Sah!
Baginda Ramon di acara Mari Berdendang Riang menjadi Imamku sekarang. Seperti mimpi ternyata Allah menakdirkan Ramon menjadi jodoh keduaku dan dengannya aku berdoa bisa meraih jannah.
Kami sadar menjalani kehidupan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Beribu Bismillah sebelum dan sesudah aku memilihnya.
“Ya Allah jadikan dia imam terbaikku, aku tahu ya Allah walau dia baginda tari tapi hatinya tidak kalah dengan ustad yang mencoba mendekatiku di waktu lalu .... Ya Allah aku percaya ini takdir Mu lembutkanlah hatinya dan jadikan jannah bersama kami ....”
Other Stories
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
Mereka Yang Tak Terlihat
Saras, anak indigo yang tak dipahami ibunya, hidup dalam pertentangan dan kehilangan. Saat ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...
Di Bawah Atap Rumah Singgah
Vinna adalah anak orang kaya. Setelah lulus kuliah, setiap orang melihat dia akan hidup me ...
Love Of The Death
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...