Takdir Cinta

Reads
757
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

8. Selamat Tinggal \'mari Berdendang Riang\'

Setelah menikah tanpa proses pacaran pasti banyak penyesuain, saya merasa seperti mempunyai anak dua rasanya waktu itu karena dia jauh lebih muda jadi ya memang terkadang pemikiran menurut saya terkadang masih ke-kanakan.
Setelah menikah dengannya yang pertama kepikirkan masalah profesi. Pencarian nafkah saat ini Ramon masih tari dan saya masih hijab style.
Sejak meikah dengan Ramon aku tetap rutin kajian, dan dalam kajian dibahas tentang pendapatan. Kalau aku tidak akan menghasilkan anak-anak sholeha dari hasil makanan yang haram atau sifatnya subehat.
Menjadi penari Ramon Baginda Dangdut di acara Mari Berdendang Riang membuat dia tidak ada waktu untuk keluarga, waktu untuk ibadah karena terus menerus dikejar striping.
Kehidupan yang benar-benar untuk meraup harta keduniawian, berangkat pagi pulang pagi, sholat keteteran, saat puasa kadang jadi banyak batal, saat adzan untuk sholat dia malah harus menari.
Saat puasa di pertiga malam harusnya untuk ibadah sholat malam dia juga harus menari, sampai saat sahur dia masih juga harus tari. Saya berpikir waktunya suamiku habis untuk dunia.
Sementara berkeluarga itu bukan hanya ngurusin dapat uang dari dia saja, uang yang banyak ternyata tidak selalu mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan batin.
Tidak hanya uang ada yang lain yang harus seimbang terpenuhi ada nafkah batin, nafkah waktu untuk meluangkan saat kebersamaan dan yang terpenting adalah hubungan di dengan Allah bagaimana? Kalau hubungan dia dengan Allah tidak baik pasti hubungan dengan makhluk-makhluk di sekelilingnya juga tidak baik.
Saya yakin kalau hubungan kita dengan Allah baik maka Allah juga akan menjaga dengan baik hubungan kita dengan makhluk-makhluknya. Jikapun saat itu kita tidak harmonis dengan lingkungan maka Allah akan perbaiki hubungan kita dengan yang lain.
Saya juga didera trauma akan kegagalan rumah tangga pertama. Sungguh berharap pernikahan dengan Ramon saya ingin bisa bersamanya untuk meraih jannah. Mungkin terlalu muluk, tapi itulah keinginan saya sebagai seorang isteri.
Siapa sih yang tidak ingin setelah kehidupan di dunia kita bisa bahagia di jannah dengan orang yang kita cintai? Dengan suami dan anak-anak kita?
Kembali ke profesi Ramon, diam-diam pun saya berdoa, ”Ya Allah berikanlah rezeki yang barokah, saya sendiri tidak punya kuasa membubarkan acara suami di Mari Berdendang Riang, menyuruh dia keluar dari entertain juga tidak bisa karena mengenal dia saya sudah tahu profesi dia, sementara saya tidak juga bisa meminta orang tua turut campur urusan rumah tangga kami. Doa saya beri jalan terbaik untuk pekerjaan suami saya.”
Dan sampai aku yakin yang membolak-balikan hati manusia adalah Allah, pokoknya saya terus doa diam-diam saya berdoa agar profesi suamiku berubah untuk mendapatkan rezeki yang lebih halal dan thayyib .
Aku berdoa dalam hal ini bukan semata-mata karena pendapatan dari dunia hiburan yang dipertanyakan halal dan thayyib -nya, tapi juga berulang kali ada keributan dalam rumah tangga yang membuat rasanya kita jadi berjauhan, rasa tak nyaman karena menurut aku kita menikah bersama bukan hanya untuk di dunia saja.
Kita merasa makin jauh dan makin ber-seberangan, goncangan dan ribut besar yang terjadi dari pertengkaran. Hingga saya meminta kita berkomitmen bersama untuk kebaikan dengan mewajibkan Ramon coba ikut kajian.
Tentu saja di awal dia tidak mau tidak mau!
Aku tidak putus asa ajak dia untuk coba ikut kajian. Karena menurut aku satu-satunya yang bisa menolong kami adalah dengan kajian, disana kita akan belajar dan menemukan segala hal yang bisa memberi solusi dari setiap masalah yang kita alami.
Saya menjelaskan pada Ramon kita harus menemukan titik terang akan rumah tangga kita dan juga pekerjaan dia dalam kajian.
Sangat susah mengajak Ramon untuk mengikuti kajian karena kesibukan yang sangat padat di Mari Berdendang Riang yang saat itu juga mulai menuai protes dan cibiran berbagai pihak sehubungan tayangan crew Mari Berdendang Riang .
Disitu Ramon mulai juga ragu akan pekerjaan dia, hingga suatu hari sepertinya Allah kasih jalan dan kesempatan Ramon yang awalnya anti dengan kajian menjadi titik balik berubah.
Pada suatu hari ada acara kajian yang bagus sekali, kajian ini juga menawarkan ada trip umroh. Sehingga mau tidak mau Ramon harus mengikuti kajian sekaligus bisa menikamati trip religius ini.
Datang ke kajian pertama kali saya tahu dia sangat merasa asing dangan melihat peserta kajian yang memakai celana agak cingkrang dan jenggotan.
Saya biarkan dan saya lepas dia untuk beradaptasi dan berpikir sendiri dengan kajian yang pertama kali dia turuti untuk ikut bersama saya.
Sejak pulang kajian pertama pulang dia hidup-nya berubah jadi saat dia ikut kajian sepanjang kajian aku berdoa karena aku percaya disitu banyak.
Kajian pertama kali Ramon ikuti ini di Mercu Buana dengan Ustad Syarif Basalamah pas sekali materi yang beliau berikan ‘Aku Akan Berubah’.
Ternyata selesai kajian dia menyimpan kebingungan dalam pikirannya tentang “Kenapa banyak orang jenggotan, memakai celana cingkrang?”
Kebingungan Ramon akan pertanyaan ini dia diam-diam dicari jawabannya dengan seraching dari google.
Dan inilah aku berani menyebut sebagai hidayah Allah, karena dia tertarik mencari jawaban pertanyaan yang ada di pikirannya meskipun masih mencari jawabannya lewat google, belum mencari jawaban dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Ramon mencari kebingungannya cari tau lewat google, hingga dia temukan hadits jenggot dan hadits celana mata kaki.
Subhanallah Ramon bilang, ” Aku akan menyempatkan waktu untuk ikut kamu kajian mulai sekarang ...”
Subhanallah ini benar-benar menjadi awal titik balik dia, kajian dengan mengangkat “Aku Akan Berubah” merubah dia secara perlahan tapi pasti. Sungguh dahsyat perubahan mengikuti kajian.
Terimakasih Ya Allah begitu cepat Engkau membuka kesadaran pada suami hamba dan aku berdoa semoga Ramon mengikuti kajian bukan paksaan tapi menjadi sebuah kebutuhan bagi dirinya sendiri.
Dan acara live Mari Berdendang Riang mulai diguncang hebat. Sepertinya karir Ramon di Mari Berdendang Riang tidak akan bertahan lama.
Pertunjukan Ramon mulai menuai banyak protes dan banyak yang menuntut agar Mari Berdendang Riang tidak ditampilkan lagi di MatariTV.
Tiba-tiba saya tersadar inikan doa saya? Mungkinkah Allah memberi jalan dengan cara seperti ini untuk Ramon meninggalkan dunia entertainment yang telah membesarkan namanya dan juga penghasilan.
Tayangan ini memang beberapa kali dianggap tak layak untuk ditonton. Pasalnya, mereka seringkali menggunaan candaan tak mendidik seperti pelecehan atau kekerasan fisik.
Beberapa kali acara Mari Berdendang Riang diminta untuk berhenti tayang karena dianggap melecehkan.
Tak hanya satu, tapi ada beberapa kasus pelecehan yang dilakukan oleh para presenternya seperti Ramon, Raffa Hamid, Esak, Pabo Castello, dan Idul.
Dari tayangan pelecehan terhadap ulama, Esak yang merupakan salah satu presenter acara ini sempat dicerca oleh publik karena dianggap melecehkan beberapa ulama. Hal ini ramai diperbincangkan sepanjang awal tahun.
Dalam Mari Berdendang Riang edisi 120 Esak menirukan gaya ceramah beberapa ustadz kondang yang muncul di layar televisi dengan dibuat-buat. Candaan dan bullying yang membuat orang merasa dipermalukan.
Berlanjut tayangan parodi-parodi menyindir pemerintah, artis-artis lain, pejabat, ustad, pemain bola, dan masih banyak lain yang dilihatnya seperti meremehkan.
Karena perbuatan mereka, media sosial menjadi ramai menghujat tayangan komedi di Matari TV.
Baik orang yang diparodikan dan fans-nya sangat marah dengan kelakuan acara Mari Berdendang Riang yang menghibur dengan mengejek orang lain.
Banyak orang menyayangkan candaan mereka yang kala itu. Walau Ramon sebenarnya lebih banyak menari saja, tapi teman-teman pendukungnya terkadang lebih banyak over acting-nya dengan candaan menghina dan ini sangat merugikan acara ini.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun televisi swasta yang menayangkan program ini.
Kali ini bukan lagi soal pelecehan yang dilakukan oleh para presenter. Mari Berdendang Riang juga dianggap menyuguhkan tarian erotis dalam dendang oplosan.
Kala itu, program ini memang sering menampilkan tari-tarian yang mereka ciptakan, seperti juga khas Dendang Ramon.
Dalam dendang oplosan ini, para pendukung Mari Berdendang Riang bersama-sama menari di atas panggung, dan melakukan gerakan yang dianggap erotis.
Karena itulah akhirnya mereka ditegur oleh KPI. KPI menemukan pelanggaran dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3PS).
Tayangan tersebut melanggar pedoman untuk tidak menampilkan gerakan tubuh yaitu tarian dengan unsur erotis.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya mengeluarkan taringnya dengan menghentikan tayangan Mari Berdendang Riang di Matari TV.
Penghentian tayangan Mari Berdendang Riang tersebut juga buntut dari pelecehan yang mereka lakukan terhadap pejabat kondang naik daun juga.
Ketua KPI Pusat dalam siaran persnya mengatakan penghentian program acara ini berdasarkan pengaduan masyarakat, pemantauan langsung KPI dan hasil analisa, pihaknya menemukan adanya pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standa Program Siaran (P3 & SPS) KPI pada Program Mari Berdendang Riang yang ditayangkan Matari TV.
Pada acara tersebut di salah satu segmennya, Ramon yang sedang dihipnoterapi dibuat tidak takut dan senang saat melihat anjing, padahal aslinya Ramon takut anjing.
Sebab dalam pikiran bawah sadarnya, Ramon merasa yang dilihatnya bukan anjing melainkan tokoh idolanya, Faiz Ahmah pejabat kondang naik daun tersebut.
Penyamaan karakter inilah yang membuat masyarakat marah dan menuntut program Mari Berdendang Riang ini memang sudah berulang kali mendapat teguran dari KPI.
Dari teguran pertama dan kedua dalam benruk Surat Peringatan dan juga pengurangan durasi penayangan, tapi sepertinya tidak mempan.
Namun, sepertinya mereka tidak mau belajar dari peringatan-peringatan tersebut hingga akhirnya masalah menimpa mereka kembali hingga akhirnya sanksi penghentian dikeluarkan.
Setelah berturut-turut Mari Berdendang Riang mulai turun tajam arus ratingnya. Mari Berdendang Riang juga menuai deras kritik karena konten yang dianggap tidak bermutu, konten tidak mendidik, dendangan yang vulgar, celotehan yang kasar, murahan, dan berbagai hal lagi.
Diputuskan program ini dibungkus alias ditiadakan lagi! Setelah dua tahun bertahan dan sudah banyak mendatangkan uang yang tidak sedikit bagi Ramon sebagai tokoh utama dan teman-temannya.
Sejak program Mari Berdendang Riang ditutup Ramon tidak lagi seaktif di dunia televisi.
Ramon masih ada acara talk show, tapi sepertinya Ramon yang sudah memulai kedekatan dengan Allah saat ini juga sudah tidak merasa nyaman di dunia entertainment dan rating juga tidak sebagus Mari Berdendang Riang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya juga.
Bersyukur Ramon sudah berada pada titik hijrah, dibubarkan program Mari Berdendang Riang
dia terima sebagai teguran terbaik dalam hidupnya.
Kita sama-sama berpikir positif, “Pasti ini jalan Allah untuk merubah hidup kami menjadi lebih baik dalam hidup berumah tangga dan dalam mencari rezeki.”
Ramon memutuskan tidak mengambil sepeser bagian yang tersisa dari manajemen Mari Berdendang Riang.
Ramon berkata padaku, ”Aku tidak mempunyai apa-apa lagi termasuk pekerjaan, jika kamu merasa keberatan dengan keadaanku sekarang kalau kamu mau menceraikan aku silakan saja. Hanya saja aku ingin berubah seperti yang kamu inginkan.”
Aku terharu karena bagaimanapun suamiku keluar dari Mari Berdendang Riang atau tepatnya dunia entertainment, sekarang dengan dia tidak punya apa-apa memang doaku diam-diam.
Tentu saja aku malah jadi senang sekali, ini adalah doaku dan aku harus menerima konsekuensi doanya aku sendiri.
Aku menjawab,”Ya nggak apa-apa sekarang kamu bukan lagi baginda tari, program Mari Berdendang Riang juga sudah dibungkus, saya percaya Allah sudah menjamin rezeki tiap orang. Insya Allah rezeki kamu ada saja dan Insya Allah akan diberikan yang lebih baik. Aku mau mendampingi kamu karena aku ingin kita sampai ke jannah natinya juga bersamamu.”
Kami saling berpegangan tangan menguatkan, aku belai punggung suamiku. Ya suami yang enam tahun lebih muda yang tadinya tidak aku harapkan. Dia yang ternyata harus aku bimbing, hmmm lupakan harapan mendapat suami yang tadinya aku harapkan lebih pintar tingkat agamanya.
Tapi setidaknya sekarang aku mempunyai teman yang sama-sama haus akan nafas kajian. Aku dan Ramon bisa bergandengan tangan menuju majelis-majelis ilmu kajian dan kita sama-sama menggali ajaran Rasulullah SAW.

Other Stories
My 24

Apa yang tak ia miliki? Karir yang gemilang, prestasi yang apik, istri yang cantik. Namun ...

Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster

Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...

Setinggi Awan

Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...

Aku Versi Nanti

Mikha, mahasiswa design semester 7 yang sedang menjalani program magang di sebuah Agency t ...

Cerella Flost

Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...

Download Titik & Koma