Tea Love

Reads
3.3K
Votes
0
Parts
26
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

9. Conspirancy

Masih pukul 20.00 Naila memutuskan menulis buku diarynya :
\"Hari ini salah satu hari yang yang berat...bagaimana tidak pas di valentine day Arjuna akhirnya menembak Naura saudaraku tercinta.
Munafik kalau mulutku berkata bahagia sementara hatiku tercabik-cabik. Tapi sudahlah atas nama cinta aku percaya...merelakan apa yang membuat bahagia orang yang kita cintai dan kita sayangi bukan pengorbanan sia-sia.
Hmmmm...mulai besok aku akan jaga jarak dengan Juna, aku tidak mau terluka lebih dalam. Ya aku harus mendukung Naura dan Arjuna bersama.
Dari radio transistor milik ibunya lagu dari Jazon Mraz menemani curhatannya…”I won’t give up on us, even if the skies get rough…I’m giving you all my love, I’m stil looking up.…”
Naila menghentikan aktivitas curhatnya karena ada ketukan pintu.
\"Nai kamu sudah tidur ya?Kamu pasti kecapaian pencak silat!\" Suara Naila dari balik pintu kamarnya.
Setelah simpan buku diarynya, Naila menjawab,\"Masuk Nau! Aku lagi tiduran sambil dengerin radio.\"
Naura masuk sambil membawa mug tehnya. Dan seperti biasa mengulurkan pada Naila. Naila menyecap sedikit teh tanpa creamermilik Naura, perutnya masih kenyang dengan teh creamer buatan ibunya.
\"Sehari udah minum berapa mug?\" Naila tersenyum.
\"Eehh duamug hehehe,\" Naura duduk dan menaikan kakinya menyilang di kasur Naila.
\"Nai,\"sapa Naura.
\"Ya...\"Naila memandang wajah saudaranya.
\"Aku sudah jadian lho sama Arjuna,\" Naura tersenyum malu.
\"Wow! Aku sudah menebak karena selama kenal Juna belum sekalipun dia beli coklat dan bunga mawar di hari valentine. Dan ternyata kali ini dia membeli bunga mawar dan coklat untuk kamu Nau,sudah bisa ditebak kalau Juna suka pada kamu,” Nailabicara panjang lebaruntuk menutupi hatinya yang terasa sakit.
Naila membuka kedua tangannya dan Naura menghambur ke pelukan Naila. Mereka berpelukan sesaat. Naura membagi rasa bahagianya, sementara Naila memeluk Naura untuk bisa menahan rasa sakit hatinya.
Naila ingin menunjukan rasa senang dengan mengucapkan selamat karena Naura akhirnya juga punya pacar untuk pertama kali.
\"Aku bahagia buatmu Nau apalagi Juna juga sahabat terbaikku,\"kata Naila sambil tersenyum.
\"Makasih ya Nai,\"Naura juga tersenyum bahagia.
“Ya sama-sama!\"Naila berusaha tersenyum terus.
“Nai semua juga karena bantuanmu,”lanjut Naura.
\"Enggalah Nau, aku baru percaya kalau lovefirst sight itu ada. Juna menyukaimu pada pandangan pertama lho,\" Naila mengutarakan teorinya.
Tapi tiba-tiba wajah Naura murung lagi.
\"Lho kok kamu tiba-tiba murung, kenapa?\" Naila jadi memajukan wajahnya.
\"Masalahnya sekarang Nai, mama dan papa berharap aku bisa dekat dengan Fabian,\"Naura menjelaskan sebuah keinginan orang tuanya.
\"Ooo...\" Mulut Naila membulat.
\"Fabian itu putera tante Tiwi dan om Kay Mueller, mereka sahabat mama dan papa. Sepertinya bisnis papa di kantor berhubungan dengan om Kay Mueller yang aseli orang Jerman,” cerita Naura.
\"Terus kenapa kamu sedih gitu,\"tanya Naila penasaran.
\"Ya jelas aku bingung dan sedih Nai. Saat ini aku cinta pada Arjuna, tetapi aku juga harus menuruti mama untuk dekat dengan Fabian. Mereka merencanakan agar aku dan Fabian bisa dekat dan pacaran,” terang Naura.
\"Kalian kan bisa memulai berteman saja,\"kata Naila.
\"Iya sih aku inginnya tetap berteman saja dengan Fabian. Nai tapi kamu mau kan bantuin aku?\" Naura menatap Naila penuh harap.
\"Bantuin apa Nau, biasanya untuk adik tercinta apa sih yang nggak aku lakuin?\" jawab Naila mantap.
\"Nah aku paling suka deh dengan kebaikan hatimu Nai. Sebelumnya mari minum teh kebersamaan kita,\" Naura mendadak tidak murung lagi.
Setelah Naurameneguk beberapa kali tehnya lalu memberikan pada Naila yang meneguknya beberapa teguk juga.
\"Nai pasti setelah kunjungan kekeluargaan ini Fabi akan kerap kemari, mama papa maunya aku menemani kemana saja diapergi. Maklumlah dia baru dua bulanan gitu pindah dari Jerman jadi masih suka lupa-lupa jalan.\"
\"Hmmm,\" Naila mengagung-angguk saja.Belum bisa menebak kemana arah pikiran Naura.
“Nai sayangnya aku sudah jatuh hati dengan Juna dan tidak mungkin hatiku untuk cowok lain,\" kata Naura mantap.
Kembali rasa linu menohok ulu hati mendengar kata Naura barusan.Tapi Naila mencoba tetap menyimak pembicaraan mereka.
\"Nai kamu sayang sama aku kan ?\" tanya Naura
\"Iyalah pastilah Nau,\" jawab Naila.
Naila mengkerutkan mukanya sambil mengangguk-angguk.
\"Kita sudah terbiasa berbagi apapun terutama berbagi teh yang menjadi minuman kesukaan kita. Kita sama-sama pecinta teh dari kecil dan sampai dewasa kita tidak bisa meninggalkan kebiasaan ini.Kita selalu berbagi teh bukan?\" Naura jadi panjang lebar memulai apa yang jadi permintaannya.
\"Iya Nauuuuu aduh pusing deh kamu kalau bicaranya udah muter-muter bak novelis pasti buntutnya ada maunya, iya kan?\"Naila sadar betul kebiasaan Naura kalau menginginkan sesuatu darinya pasti muter-muter dulu awalannya.
\"Nai menurut kamu Fabi gimana orangnya?\" Naura bertanya dengan mimik serius.
\"Hmmm tampan sih wajar soalnya blasteran. Anak-anak blastesar biasanya cakep,\"Naila bicara lugas.
\"Yup! papinya orang Jerman dan maminya orang Bogor.\"
\"Hmmm pantesan....\"
\"Kenapa Nai...cakepkan?Kamu setuju kalau dia aku bilang dia mirip Zayn Malik personal One Direction,\"mata Naura berbinar.
\"Yaah...iya sihh...tapi aku ill feel saat aku tidak sengaja membanjiri mukanya dengan air bersin, hmmm langsung kata-kata kasarnya keluar! Shit! Damn!Aku langsung dipelototin seperti aliensama dia!\" Naila menumpahkan kesan pertama yang menyebalkan tentang Fabian.
\"Ya iyaa dong! Abis juga kamu jorok! Bersin nggak pakai ditutup,\"Naura membela Fabian.
\"Namanya juga nggak sengaja!\" Naila membela diri.
\"Oke tapi sebenarnya Fabi itu asik buat jadi teman lho. Nah aku minta tolong Nai agar kamu bisa berteman juga dengan dia juga,\" Naura memasang wajah permintaan seperti biasa penuh harap. Wajah penuh harap Naura selalu membuat Naila tidak bisa menolak setiap kali meminta pertolongannya.
Sebuah kalimat permintaan Naura yang jujur membuat Naila kaget.
\"Hah kok jadi aku?\" Naila melongo.
\"Iyalah! Habis siapa lagi? Kamu kan satu-satunya saudara aku,\" Naura mulai mendesak Naila untuk memenuhi permintaannya.
\"Lho ngapain juga aku musti berteman dengan dia? Ogahhh Nau!\"Naila menolak keras.
\"Nai...dengerin aku...mamakan sepertinya merencanakan perjodohan aku dan Fabian, makanya dari sekarang aku dan Febian sengaja didekatkan,\" Naura mengekspresikan dengan wajah kurang suka.
\"Ya sudah kamu ikuti aja kemauan Mama!\" Naila tegas memberikan sarannya.
Saat itu yang ada dalam benak Nailabila memang Naura dijodohkan dengan Fabian berarti ada harapan baru dirinya dekat dengan Arjuna lagi. Kalau Naura harus menuruti kemauan mamanya maka Naura juga harus segera memutuskan Arjuna yang baru sajamereka jadian. Jujur hatinya masih belum ikhlas seratus persen melepas Arjuna.
\"Iiih Nai IQ kamu kadang jongkok ya! Pokoknya aku udah cinta mati Arjuna! Selamanya Arjuna! Aku nggak mau untuk jadian dengan Fabian. Aku ingin kita bekerjasama!\" Naura mendadak sewot.
Kesewotan yang menohok hati Naila kalau cinta Naura terhadap Arjuna benar-benar besar dan bukan main-main semata. Naila terdiam sesaat.
\"Yakin lo menolak perjodohan dengan Fabian? Indo lhoo Nau dia tampan enggakkalah dengan Arjuna!\" Nailamasih berusaha dengan memanas-manasi Naura.
\"Wow perfect! Kamu akhirnya mengakui kalau Fabian tampan! Jadi lebih gampang kita berkonspirasi!\" Naura tiba-tiba tersenyum penuh kemenangan.
Sebaliknya wajah Naila memerah karena baru saja mengakui kalau Fabian cowok yang menyebalkan itu tampan. Untung Naura tidak tahu kalu tadi dirinya sempat penasaran untuk melihat kembali wajah cowok indo tadi meskipun kalau ingat omongannya membuat kesal dengan cara mengintip lewat jendela kamar tamu samping.
\"Konspirasi?\" ulang Naila bingung.
\"Iya Nai...hmmm kali ini kita berbagi cinta tidak hanya berbagi minuman teh. Nai, we do together for share love! Not only for share tea.\"
\"Aduh Nau! Kamu jangan buat aku bingung deh!\" Naila mulai meraba kebisaanmana pernah bisa Naila menolak semua permintaan Naura dari kecil hingga sekarang.
\"Aku ingin kita bisa berbagi semuanya. Intinya aku ingin kamu juga bisa dekat dengan Fabiansepertiaku sajasekarang. Ayolah Nai, aku bisa dekat dengan Arjuna sahabat kamu, jadi aku harap kamu juga bisa dekat dengan Fabian sahabat aku.”
Naura menjelaskan apa yang jadi taktiknya agar dirinya bisa jauh dari Fabian dan tetap bisa jalan dengan Arjuna.Dengan menjodohkan Naila dengan Fabian diam-diam tanpa sepengetahuan mama papanya. Menurut Naura siapa lagi kalau bukan Naila yang bisa menyelamatkan dirinya dari perjodohanyang dikehendai mama Miranda dan papa Ramon.
***
Wajah Naila masih bingung dengan apa yang sebenarnya diminta saudaranya.
“Jujur Nau aku nggak ngerti konspirasi apa sih?” Naila mendadak bingung.
“Besok-besok kamu juga paham Nai Sayang....\"
Belum sempat Naila bertanya lebih lanjut, Naura mengerling dan kabur setelah tidak lupa menyambar coklat dan bunga mawar dari Arjuna yang sempat tergeletak begitu saja karena pembahasan sebuah rencana.
Naila hanya terbengong-bengong sulit mengartikan apa konspirasi yang ditawarkan oleh saudaranya.
“Naura apaan sih? Katanya mau berkonspirasi? Kok malah kabur! Pakai main rahasia lagi! Kacau tuh anak! Emang orang jatuh cinta jadi aneh-aneh!” Nailaberbicara dengan dirinya sendiri.

Other Stories
Baca Tanpa Dieja

itulah cara jpload yang bener da baik ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Youtube In Love

Wahyu yang berani kenalan lewat komentar YouTube berhasil mengajak Yunita bertemu. Asep pe ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Ada Apa Dengan Rasi

Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...

Download Titik & Koma