2. At The Time
\"Nau…ulang tahun ke lima nanti, mau dirayain Sayang?\" tanya Mama Miranda pada putrinya dan Naila yang tengah asyik main masak-masakan.
“Mau dong Mama, tapi ulang tahun Naila juga harus dirayain bareng dengan aku. Ulang tahun kita kan cuma beda lima hari,” jawab Naura polos dengan tetap asyik main masak-masakan bersama Naila.
“Lho… yang ulang tahun kan Naura, makanya Mama Miranda ingin ulang tahun Naura dirayain,” kata Ibu Ratna secara tidak langsung menolak permintaan Naura yang maunya dirayain bersama ulang tahunnya dengan Naila.
“Iya, kalau ulang tahun Naura dirayakan,Naila pasti akan ikut senang kok,” Mama Miranda menimpali.
“Ahh… pokoknya Nau mau merayakan ulang tahun kalau ulang tahun Nai juga dirayakan! Kita akan pakai baju Princess yang sama dan mahkota yang sama. Kamu mau kan, Nai?” tanya Naura langsung pada Naila.
Naila tampak bingung dan tersenyum malu-malu.
“Mama dan Papa juga setuju kalian ulang tahun bersama kok! Syaratnya kalian harus selalu rukun dan rajin belajar, oke!” Mama Miranda tersenyum bijak.
“Nggak usah Mama Miranda, Naila nggak perlu ikutan merayakan ulang tahun bareng Naura,” tolak Ibu Ratna halus.
“Yah Ibu...nggak apa-apalah...please,” Naura memohon dengan memasang wajah memelas.
“Nggak apa-apa Bu Ratna, namanya juga anak-anak. Maunya apa-apa samaan dan kompak. Sepertinya menarik juga sesekali dirayakan bersama, toh dari dulu hanya Naura saja yang dirayakan, biar sesekali jadi satu,” Papa Ramon menjelaskan dengan tersenyum.
“Iya Bu Ratna. Sudah, biar seru!” Mama Miranda tidak keberatan sama sekali.
“Horeeee…Horeeee....”
Dua gadis kecil berjingkrak-jingkrak saling berpegangan tangan.
“Tapi...” dan Ibu Ratna hanya terharu dalam hatinya, serta bersyukur bisa menjadi bagian keluarga ini.
***
Berdua Naura dan Naila dilibatkan dalam acara ulang tahun mereka yang ke lima. Dari pemilihan event organizer, undangan, kue tartdan goody bag untuk teman-temannya yang datang di acara pesta ulang tahun mereka.
Kedua gadis kecil itu juga kompak untuk tidak memakai badut. Mereka berdua soalnya sama-sama takut badut dan tidak mau di ulang tahun mereka ada badut.
Keduanya kompak sama memilih pakaian princess yang dipakai di hari ulang tahun. Baju panjang berwarna pink dengan ornament bunga-bunga mawar membuat keduanya tampak lucu dan cantik.
Ibu Ratna sampai berlinang air matanya melihat putrinya diberi kesempatan merayakan ulang tahun bersanding dengan Naura.
Berdua tiup lilin bersama pada kue tart berkarakter princess bertulis Happy Birth Day Naila and Naura.
Bu Ratna diam-diam sangat bersyukur,di tengah kemelut hidupnya yang sangat miskin karena suami yang dicintai meninggalkan dirinya dan Naila pergi entah kemana, masih ada keluarga yang sangat baik hati menampung mereka berdua.
Entah apa jadinya tiga tahun lalu jika mereka tidak nekat mengetuk pintu rumah mewah ini dan menawarkan jasanya sebagai pengasuh.
Other Stories
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Valen sadar Narian tidak pernah menganggap dirinya lebih selain sahabat, setahun kedekat ...
Nona Manis ( Halusinada )
Dia berjalan ke arah lemari. Hatinya mengatakan ada sebuah petunjuk di lemari ini. Benar s ...
Harapan Dalam Sisa Senja
Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...
Jam Dinding
Setelah kematian mendadak adiknya, Joni selalu dihantui mimpi buruk yang sama secara berul ...
Aku Versi Nanti
Mikha, mahasiswa design semester 7 yang sedang menjalani program magang di sebuah Agency t ...
Kuntilanak Gaul
Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...