13. Hearts To Hearts
Naila dan Fabian memilih duduk di tepi sungai taman kompleks Riverside sambil sesekali Fabian iseng melempar batu ke sungai dan menimbulkan riak sungai. Bahkan mereka bersaing jauh-jauhan melempar batu sambil tertawa.
\"Kamu tadi kenapa kabur dari Arjuna? Bukankah kalian bersahabat?\" Fabian menyoba membuka percakapan.
\"Kok kamu tahu sih? Kamu ngikutin aku ya?\"Naila kaget karena apa yang terjadi dengan Arjuna dilihat oleh Fabian.
\"Iya aku beberapa hari tidak sengaja lewat sekolah kamu dan pas tadi aku lihat kamu sepertinya kesal sekali dengan pacar Naura.\" Fabian santai bercerita.
\"Pacar Naura, eh iyaaa benar,\" nyatanya Naila belum ikhlas seratus persen Arjuna telah punya status baru sebagai pacar Naura! Dan dirinya bertahun-tahun hanya tetap sahabat buat Arjuna!
\"Hmmm Nai jangan marah ya, kurasa Naura tidak tahu kalau saudaranya punya perasaan khusus pada Arjuna pacarnya yang sekaligus sahabat kamu, jadi Naura dengan tanpa rasa bersalah memasuki hati Arjuna,\" Fabian bicara layaknya penganalisa.
\"Kamu! Kaya novelis saja suka ngarang dan sok tahu!\"Naila membelalakan matanya, jujur hatinya deg-degan karena Fabian seolah tahu semua apa yang dirasakan dalam hatinya. Naila tidak ingin marah saat ini barusan Fabian menyampaikan analisanya yang seratus persen benar.Naila menjadi merasa lebih nyaman jadinya untuk mencurahkan hati sebenarnya.
\"That\'s Me! You’re right I am a writer,\"jawab Fabian membenarkan kalau memang dirinya penulis novel.
\"Oh ya, thenshow me?\"Naila tersenyum semangat.
\"I will but not now!Karena sepertinya ada yang lebih penting untuk dibahas. Itu tentang kamu, Naura dan Arjuna,\"Fabian tersenyum menggoda Naila yang tampak semangat. Hatinya senang melihat Naila yang tadi murung sekarang ceria.
\"Hmmm...hubungan kamu dengan Naura gimana Fabi? Menurut ceritaNaura orang tua kamu sahabat baik orang tua kita? Dan kalian akan dijodohkan ya?” Tiba-tiba terlintas untuk bertanya perihal hubungan Fabian dan Naura.
Naila jadi tertarik membahas hubungan Fabian dan Naura yang sepertinya tidak sesuai harapan, karena Naura telah memilih Arjuna sesorang yang memang dari awal telah dipilihannya.
\"Aku sih baik-baik walau batal jadi pacar Naura. Menurutku apapun kejadian ituyang terbaik. Jujur aku sempat kecewa saat aku setuju dijodohkan dengan Naura ternyata dia sudah punya cowok. Bingung juga soalnya kedua orang tua kami terus mendesak aku dan Naura jadian. Aku sih lebih percaya ada yang lebih berkuasa dalam setiap kejadian!
You know just God the best writer and made the best skenario for our live,\"Fabian ngomong seperti seorang filsafat.
Sejenak Naila terpana, kata-kata yang meluncur dari Fabian barusan menurutnya kalimat yang bijaksana dan tidak pernah terlintas akan keluar dari dirinya yang diawal perkenalan mereka berteriakshit damn!
\"Hai kok malah bengong dan senyum-senyum sendiri?\" Fabian tersenyum penuh makna.
\"Kamu pintar dan sometime wise juga!\"Naila mengakui.
\"Ohvielen dank,” jawab Fabian
\"Apa tuh artinya?\"
Artinya terima kasih itu bahasa Jerman, darah yang mengalir tubuhku Jerman dan Indonesia.
“Ohh ya aku lupa, wah berapa lama di Jerman? Kenapa kamu terus malah memilih tinggal di sini?” Naila bertanya penuh minat.
“Sampai kelas sepuluh aku di Jerman, sekarang aku masih merindukan Jerman walau Indonesia sungguh sangat indah,” tatapan Fabian menerawang.
“Sudah pasti Indonesia bangsa kita ini sangat indah. Eh Fabi coba ceritakan dong tentang novel kamu. Genrenya apa? Dan sinopsinya mungkin?” tanya Naila antusias.
“Hmm hanyabuat kamu lho Nai aku cerita deh bocoran novel terbaruku. Novelku menceritakan kisah cinta dua negara seperti vater und mutter. Vater aseli Jerman dan mutter asli Bogor Indonesia. Cinta mereka dipertemukan dalam keindahan musim semi di Tuebingen salah satu kota pelajar di Jerman. Di sini tempat mengumpul pelajar dari berbagai negara untuk kuliah di universitas yang terletak kota kecil yang mencakup penduduknya 40 ribu dan isinya hampir 25 ribu pelajar. Jadi kotanya sangat vivid karena banyak kaum muda pelajar. Tempatnya sangat romantic dengan castle-nya dan mengalir sungai Necar yang sangattenang.Indah sekali untuk dikenang. Kota Tuebingen yang tidak pernah terlupakan dalam perjalanan mutter.Karena di sini bertemu dengan pria pujaan hati yang tidak pernah terencana dalam angan mutter. Semua terjadi secara kebetulan saat ketemu Kay Mueller my vater dalam sebuah acara pentas theater yang sangat menarik. Tidak terbayang sebelumnya pria ini akan menjadi suaminya. Karena awal bertemupun tidak bertukar alamat.”
“Oh ya, kisah cinta yang menarik sepertinya,” Naila menimpali.
Fabian merubah posisi duduknya lebih santai dengan menekuk kakinya yang panjang memandang air sungai. Naila ingin mendengarkan cerita lanjutannya.
“Selanjutnya tidak disengaja mereka bertemu kembali di pinggiran sungai Neckar yang sangat romantis dengan beberapa pelajar lain beramai-ramai naik perahu. Disinilah mereka mulai bertanya nama aseli dan tempat tinggal,“ Fabian tersenyum.
“Cool...” Naila tersenyum juga, sesaat kesedihan hatinya lenyap.
“Singkat cerita mereka menikah karena mamanya Kay Mueller ingin menimang cucu. Kay sebenarnya masihtrauma akibat sebelumnya diputus oleh pacarnya, masih ada keraguan untuk menjalin cinta baru apalagi beda negara.Tapi sungguh selama musim semi mereka dimabukan asmara yang membuat mutter mencintai Jerman menjadi rumah kedua setelah Indonesia.”
Fabian tersenyum melihat Naila yang serius mendengarkan cerita novelnya,“Setiap musim semi berulang bagai dejavu karena awal mutter mencintai vater dan mulai berusaha keras memahami kebudayaan Jerman. Pernikahan sederhana berlangsung dengan hanya 25 tamu. Mutter mengenakan baju yang simple pada sebuah restoran yang romantis. Fine! Mutter juga mulai menggeluti jadi ibu rumah tangga. Perbedaan bahasa tidak menjadi masalah karena mutter sudah lumayan menguasai bahasa Jerman, bahkan tidak merasakan namanya homesick karena sibuk dengan aktivitas masing-masing.”
Fabian terdiam sesaat menarak nafas. Naila masih diam sambil mengamati arus air sungai yang mengalir tenang. Angin bertiup semilir.
“Mutter juga tidak ada pembantu seperti kebanyakan rumah tangga di Indonesia. Anak pertama lahir setelah setahun menikah dengan Kay. Kay suami yang sangat baik dan penyayang demikian kedua mertuanya. Mereka banyak membantu mutter menyesuaikan kehidupan di Jerman.”
“Di Jerman untuk pendidikan benar-benar gratis. Mungkin kalau mutter dan vater memutuskan membesarkan kami anak-anaknya di Indonesia mutter yang tidak punya kerjaan tetap bakalan bingung untuk biaya sekolah aku dan Anna. Bersyukur vater sekarang punya bisnis di sini jadi kita hidup lebih baik,“ Fabian bercerita kelebihan hidup di Jerman untuk pendidikan yang gratis.
Naila mengangguk-angguk kepala membayangkan andai di Indonesia bisa juga seperti Jerman yang menerapkan pendidikan gratis, pasti negeri ini akan menjadi negeri yang lebih pintar. Semua anak Indonesia bisa mengenyam pendidikan tanpa ada perbedaan miskin dan kaya.
“Di Jerman tidak ada perbedaan! Siapapun punya hak untuk sekolah. Aku berharap Indonesia suatu saat bisa memberikan pendidikan gratis juga.Yah bagaimana akan menjadi negara pintar dan besar bila untuk sekolahpun sangat mahal?” Dengan antusias Fabian mengutarakan keinginan hatinya.
Naila tersenyum dan mengangguk setuju.Ternyata Fabian sependapat dengan Naila yang berkeinginan pendidikan gratis berlaku di Indonesia.
“Memang pendidikan di Indonesia masih amat mahal. Seharusnya sektor pendidikan dan kesehatan diperhatikan, dua sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak.”Naila berpendapat sederhana.
“Aku dan Kak Anna hidup dalam dua budaya. Mutter sibuk dengan urusan membesarkan kami. Mutter perkenalkan aku dan Kak Anna masakan Indonesia. Apalagi sayur-mayur tumbuh segar di perkebunan. Sayuran lokal seperti bayam, kangkung dimasak dengan susu. Kemudian mutter masak juga dengan khas Indonesia yang agak spicy and look! Ternyata vater mulai suka masakan Indonesia demikian aku dan Kak Anna. Pokoknya mutter koki handal, beliau belajar membuat masakan Jerman yang kaya dengan sapi, unggas, ayam dan berbagai sayuran. Tapi pernah coba lebih hot ternyata kami tidak terlalu suka, jadi jarang mutter buat makanan pedas kecuali dirinya yang kangen dengan rasa pedas.”
“Makanan favorit kamu apa Fabi?” tanya Naila.
“Makanan favorit aku dan kakAnna nasi, telor ceplok dan irisan timun. Vater suka sekali nasi goreng buatan mutter. Nasi goreng gila yang dicampur dengan mie. Mutter berselang seling memasak ala Indonesia, Jerman dan Italia karena kami suka sekali spageti saus tomat.”
“Wow yummy,” Naila
“Mutter pernah membuat nasi tumpeng pas aku ulang tahun. Nasi berwarna kuning dihiasi dengan sayuran lokal seperti daun selederi. Nasi tumpeng jadi tampak cantik. Teman-teman aku yang datang bertanya, “Kok lucu banget, bentuknya seperti volcano?“ Fabian tersenyum mengingatnya.
Naila membiarkan Fabian bercerita banyak dirinya. Naila merasa asik saja karena cara Fabian bercerita juga menyenangkan.
“Volcano?” Naila tersenyum, memang nasi tumpeng bentuknya seperti gunung.
“Maka mutter jelaskan saja menurut versi karangan mutter. Kalau nasi kuning yang berbentuk gunung itu makanan tanda bersyukur pada Tuhan karena di bawah gunung inilah pusat kehidupan. Dimana kesuburan tanah hadirnya dari sini.”
Fabian masih meneruskan ceritanya....
“Aku dan kak Anna juga diperkenalkan oleh mutter lagu daerah seperti lagu Manuk Dadali, Soleram diajari permainan petak umpet, gobak sodor, dan congklak. Nai, hidup di Jerman harus benar-benar mandiri dari nyuci baju, bebersih rumah, bebersih kebun, memasak termasuk mengantar kami sekolah mutter jalani sendiri. My Mutter adalah Full Time Mother. Dan sudah menjadi kesepakatan mutter dan vater. Mutter merasa menjadi ratu untuk keluarga kecilnya. Mutter harus belajar untuk menjadi ibu yang ikhlas dan wise. Terutama dalam mendidik aku dan kak Anna.”
“Hebat ya mutter kamu,” Naila berpendapat.
“Di Jerman suka ada perkumpulan yang mendiskusikan tentang perkembangan anak, mutter banyak belajar dari mereka. Cara mendidik anak-anak yang lebih terbuka dan moderen. Sebagai orang tua memberi kebebasan penuh dan menghargai pilihan anak dalam kegiatan yang disukai. Mutter merasa perkumpulan ini sangat baik karena bukan perkumpulan yang acaranya ngerumpi nggak jelas, tapi terfokus pada masalah-masalah perkembangan anak-anak dan prestasi mereka di sekolah. Saling sharing pengalaman. Seperti kak Anna yang menyukai musik maka muttermendukungnya untuk terus berlatih biola, ternyata aku tertarik dunia penulisan, mutter dan vater juga mendukung penuh. Mereka banyak sekali membelikan berbagai buku bacaan.”
“Mutter pintar mengatur keuangan keluarga. Vater masih belajar bisnis kecil-kecilan jadi mutter harus pintar mengatur keuangan dengan pendapatan dari suaminya tidak tentu. Bersyukur vater semakin maju dengan bisnisnya bahkan menjalin kerjasama dengan kantor papanya Naura sekarang.”
“Jadi kesimpulan dimanapun kita tinggal yang penting kita merasa nyaman. Hidup dengan bule bukan jaminan hidup mewah, tapi bersama vater merasa bahagia karena menjadi wanita yang penting.”
Naila bagai terjebak keasikan mendengar cerita Fabian memaparkan keindahan tempat kelahirannya juga sekilas kisah cinta vater dan mutternya.
Selama ini dunia Naila hanyalah pertarungan di perguruan pencak silat. Menulis adalah sesuatu sesekali dilakukan bila ada masalah dalam buku diarynya.
Ternyata Fabian penulis novel yang tengah menunggu proses terbit novelnya yang bercerita tentang kisah cinta dua negara.Naila seakan menemukan sahabat baru dengan sisi kehidupan lain.
Tiba-tiba Naila merasa hidupnya kembali berwarna. Wawasannya seperti terbuka ada rasa syukurkarena Naura mengajaknya untuk membantu dia melewati perjodohan dengan Fabian sehingga bisa mengenal Fabian sekarang.
Fabian tampak lebih menarik di perjumpaan ketiga menghapus prasangka buruk perjumpaan pertama.
\"Yuk udah setengah empat, lihat bekal kita udah abis.”
Naila memandang kripik kentang, biskuit regal dan wafer sudah tandas yang dibawakan Fabian sudah habis oleh mereka.
“Aku antar pulang ya?\" Fabian mengulurkan tangan membantu Naila berdiri.
Naila terkesima seumur-umur mengenal Arjuna tidak sekalipun mengulurkan tangan seperti yang sekarang Fabian lakukan, walau Arjuna selalu melindungi bila dalam peristiwa perkelahian.Tapi sepertinya Arjuna menganggap dirinya terlalu tomboy dan tidak butuh perhatian spesial.
Naila menyambut uluran tangan Fabian.
\"Ayo naik! Nih helmnya,\" Fabian menyodorkan sebuah helm.
Fabian tidak memakai mobil jazz biru sport tapi motor ninja king nya yang diparkir agak jauh dari tempat mereka duduk.
Naila otomatis memegang pinggang Fabian saat meliuk di jalan kompleks perumahan Bukit Golf yang bergelombang.
Tanpa Naila tahu Fabian tersenyum senang kedua tangan Naila melingkar di pinggangnya.
Other Stories
Cinta Di 7 Keajaiban Dunia
Malam yang sunyi aku duduk seorang diri. Duduk terdiam tanpa teman di hati. Kuterdiam me ...
Cinta Satu Paket
Renata ingin pasangan kaya demi mengangkat derajat dirinya dan ibunya. Berbeda dari sahaba ...
Zen Zen Sense (kehidupan Sebelumnya)
Aku pernah mengalami hal aneh seperti bertemu orang mati, kebetulan janggal, hingga melint ...
Kepentok Kacung Kampret
Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...
Awan Favorit Mamah
Mamah sejak kecil sudah ditempa kehidupan yang keras, harus bekerja untuk bisa sekolah, tu ...
Hafidz Cerdik
Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...