Epilog
Setahun terlewati penuh perjuangan. Perjuangan cinta, sekolah dan remah-remahnya membawa kedewasaan buat semua. Tidak hanya para remaja sebenarnya tapi juga buat orang tua. Naila, Naura, Arjuna, dan Fabian yang sekarang tengah berdiskusi hebat di depan teras rumah Naura.
Semua tengah berkumpul dengan suasan kekeluargaan di ruang tamu ada Mama Miranda, Tante Tiwi, Ibu Ratna, Papa Ramon, dan Ayah Awan. Juga dua orang yang hadir untuk pertama kalinya. Ayah dan Bundanya Arjuna. Mereka memutuskan tidak jadi bercerai demi Arjuna.
Peristiwa percobaan bunuh diri Naura menyatukan semua dan setahun melewati bersama mengawasi putra-putri mereka yang diijinkan dekat dalam koridor pertemanan yang normal.
Orang tuapun bukan berarti orang yang sempurna karena lebih banyak telah melewati waktu. Terkadang mereka juga khilaf karena keinginan ego pribadi ingin memaksakan kehendak pribadi pada anak-anaknya. Sementara anak bukanlah robot yang harus selalu menuruti kemauan orang tua karena mereka punya hati dan rasa yang seharusnya dihormati untuk bebas memilih.
Mama Miranda dan tante Tiwi tidak lagi memaksakan Naura untuk jadian dengan Fabian lagi.
Fabian diijinkan dekatdengan Naila yang jadi pilihannya dengan syarat tetap dengan pengawasan untuk saling menjaga. Kedekatan mereka untuk saling mendukung hal positif di masa remaja mereka.
Pengalaman kedua orang tua yang baik bisa dijadikan contoh buat anak-anak di kehidupan mereka. SepertiMama Miranda dan Papa Ramon yang saling setia.
Naura dan Arjuna jugaingin serius dalam hubungan mereka. Menggapai masa depan terlebih dahulu, lalu menjadi sepasang orang tua yang saling setia sampai akhir hayat.
Ibu Ratna dan Ayah Awan yang kembali bersatu walau dalam kondisi yang berbeda. Dengan rasa legawa Ibu Ratna hidup bersama Ibu Asih isteri kedua suaminya dan dua puteranya. Bagi Naila ini adalah bukan kesalahan yang harus diungkit-ungkit, Naila telah memaafkan kondisi ini. No one perfect!
Fabian yang tetap membanggakan pernikahan dua negara seperti mutter dan vater yang menjunjung kesetiaan dengan segala konsekuensi kesulitan latar belakang budaya yang berbeda.
Itulah hidup dengan tetap the best scenario is Allah.
Fabian menggenggam tangan Naila. Senja yang indah kali ini Naila berbagi teh dengan Fabian sambil menikmati lagu sendu, “And they scream. The worst things in life come free to us.Cos we\'re just under the upperhand. And go mad for a couple of grams. And she don\'t want to go outside tonight. And in a pipe she flies to the Motherland Or sells love to another ma. It\'s too cold out side For angels to fly. Angels to fly!”(The A Team_by Sheeran Ed)
Other Stories
Kidung Vanili
Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...
2r
Fajri tahu Ryan menukar bayi dan berniat membongkar, tapi Ryan mengungkap Fajri penyebab k ...
Bagaimana Jika Aku Bahagia
Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...
Pitstop: Rewrite The Stars. Menepi Dari Dunia, Menulis Ulang Takdir
Bagaimana jika hidup Anda yang tampak sempurna runtuh hanya dalam sekejap? Dari ruang rapa ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...
Egler
Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...