People Like Us

Reads
1.4K
Votes
0
Parts
14
Vote
Report
people like us
People Like Us
Penulis Petra Shandi

Chapter 14

Tiga Tahun Kemudian
Roda waktu kian cepat berputar. Setidaknya itu yang kurasakan. Meredakan emosi yang sempat bergejolak beberapa tahun ke belakang. Dan beginilah pada akhirnya. Aku harus puas menjadi lelaki single yang senantiasa pulang setiap weekend mengunjungi ibu. Kadang lucu juga. Seorang Diaz Aditya Kayana, yang terbiasa hidup dalam gemerlapnya dunia sosialita, pada akhirnya menjadi orang rumahan yang lebih sering mengajak adiknya jalan-jalan ke toko buku ketimbang mengikuti ajakan Geng Setan nongkrong di Club Metropolis.
Lagi-lagi aku tersenyum gemas, apa kabar ya tempat itu? Tempat yang mengukir banyak kenangan indah—atau buruk? Bersama Nael. Ketiga sahabatku bahkan tidak pernah menceritakan kembali apapun tentang tempat itu. Ya, aku cukup menghargai usaha mereka yang ingin membantuku untuk menjadi manusia baru.
Tapi jangan salah. Kami kerap bertemu di suatu tempat seperti halnya tiga tahun silam. Tentunya dengan topik yang sama dan celotehan khas kami. Seperti halnya cerita Dimas dan Edgar. Akhirnya mereka memutuskan menjalin persahabatan yang “Samar” seperti yang kulakukan dengan Nael. Namun aku yakin di antara keduanya memang terpaut rasa yang sebenarnya tak ada rintangan yang berarti. “Ini demi tuntutan profesi,” itu alasan Dimas. Alasan yang menurutku cukup masuk akal.
Lalu bagaimana dengan Bobby. Lelaki heboh yang suka merangkai bunga itu pada akhirnya mengepakkan sayap bisnisnya di bidang Wedding Organizer. Ya, peristiwa setahun yang lalu memang cukup membuatnya lebih percaya diri, saat diminta untuk mengurus pernikahan salah satu kawan kami. Dan hasilnya membuat kami semua terkagum-kagum.
Dan tentu saja kesuksesan mengikuti sahabatku yang lain. Chandra baru saja dipromosikan di bank tempatnya bekerja. Ambisinya untuk menjadi kepala cabang akhirnya tercapai sudah. Yang imbasnya intensitas berkumpul dengan kami menjadi berkurang. Its ok, setidaknya kami masih berkomunikasi via telepon atau social media.
Lalu bagaimana dengan Nael sendiri? Entahlah. Lelaki itu tak pernah menampakkan diri di hadapanku lagi. Namun aku yakin semesta menyampaikan rasa rinduku padanya. Bukan! Bukan seperti rindu pada seorang kekasih. Namun serupa bayangan dirinya yang melekat padaku. Aku rindu bagaimana dia merawatku, memperhatikanku, dan tentu saja caranya mencintaiku...
Ada banyak cara mencintai. Sepertiku yang setia menjadi kawan karibmu. Tak mengapa, karena pada akhirnya semesta yang menyampaikan maksud hati yang terselubung rindu ini padamu.

Other Stories
Di Bawah Atap Rumah Singgah

Vinna adalah anak orang kaya. Setelah lulus kuliah, setiap orang melihat dia akan hidup me ...

Impianku

ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...

Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Tes

tes ...

Misteri Kursi Goyang

Rumah tua itu terasa hangat, sampai kursi goyang mewah dari tetangga itu datang. Saretha d ...

Pintu Dunia Lain

Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...

Download Titik & Koma