Manusia Setengah Siluman

Reads
793
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Manusia setengah siluman
Manusia Setengah Siluman
Penulis Moycha Zia

Chapter 10 Takdir Yang Memanggil

Reno berdiri di tengah markas Sangkar Malam yang porak-poranda. Malam telah larut, tetapi cahaya dari sisa-sisa pertempuran masih menerangi wajah lelahnya.

Di sekelilingnya, anggota Sangkar Malam yang kalah tergeletak tak berdaya. Ia telah menang, tetapi tidak ada rasa bangga yang di rasakannya. Kemenangan ini terasa kosong dan penuh pengkhianatan.

Pak Arya mendekat, ia menepuk bahu Reno, "Kau telah memenuhi takdirmu, Nak. Kau telah membalaskan dendam ayahmu."

Reno menatapnya dengan tatapan kosong, "Dendam tidak akan mengembalikan ayahku. Dan ia tidak akan bisa menyembuhkan luka yang ada di hati ini, Pak Arya."

Reno kemudian berjalan menuju Raka dan Malkar yang terikat. Ia menatap Raka, mata saudara ayahnya itu kini dipenuhi ketakutan dan penyesalan. "Kenapa kau lakukan ini, Paman?" tanya Reno, suaranya dipenuhi kesedihan.

"Aku hanya ingin kekuasaan," bisik Raka, matanya berkaca-kaca, "Aku selalu merasa tidak dihargai. Aku cemburu pada ayahmu."

Reno menghela napas. Ia tidak bisa memaafkan Raka, tetapi ia juga tidak bisa melenyapkannya. Ia tahu bahwa ayahnya tidak ingin dirinya menjadi pelenyap nyawa seseorang. Ia ingin menjadi seorang pemimpin yang adil.

Reno kemudian memandang Malkar, wajahnya penuh kebencian, "Kenapa kau membunuh ayahku?"

"Dia terlalu kuat, dan terlalu bodoh," jawab Malkar, suaranya serak, "Dia percaya pada manusia. Dia adalah aib bagi ras kita."

Reno mengangkat tangannya, energi keemasan dari cincinnya menyelimuti tubuhnya. Ia tidak akan membunuh mereka, tetapi ia akan mengambil kekuatan mereka.

Reno menyentuh Raka dan Malkar, dan menyerap kekuatan gelap mereka. Kekuatan itu tidak lagi terasa seperti air kotor yang telah dibersihkan, menjadi bersih dan murni.

Setelah kekuatan mereka hilang, Raka dan Malkar hanyalah manusia biasa. Mereka tidak lagi berbahaya dan bisa melukai siapa pun.

Reno memandang mereka dengan tatapan yang penuh belas kasihan. "Kalian tidak akan pernah bisa melukai siapa pun lagi," katanya.

Reno kemudian menatap Pak Arya, Maleya dan Linza. Ia tersenyum, "Kita harus kembali ke klan. Kita harus membangun kembali apa yang telah dihancurkan."

Mereka pun kembali ke markas klan, di mana anggota klan menyambut mereka dengan gembira. Mereka berlutut di depan Reno, mengakui Reno sebagai pemimpin mereka yang baru.

Reno menolak, "Aku tidak ingin menjadi pemimpin. Aku hanya ingin melindungi orang-orang yang kusayangi."

Namun, para anggota klan bersikeras, "Kau adalah pewaris sejati. Kau adalah harapan kami."

Reno menghela napas. Ia tahu ia tidak bisa lari dari takdirnya. Ia adalah pemimpin klan yang baru. Ia adalah Manusia Setengah Siluman yang akan memimpin klan menuju perdamaian.

Beberapa minggu kemudian, Reno kembali ke panti asuhan. Ia tidak lagi mengenakan jubah atau membawa pedang. Ia mengenakan pakaian biasa. Ia bertemu dengan Ibu Sinta dan teman-teman kecilnya.

Mereka semua berlari memeluknya, menanyakan kemana saja ia selama ini. Reno hanya tersenyum, "Aku hanya pergi berlibur."

Ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Ia tidak bisa mengatakan bahwa dirinya seorang manusia setengah siluman yang menguasai elemen dan memiliki misi untuk melindungi dunia. Ia harus menyembunyikan identitasnya untuk melindungi mereka.

Namun, Reno tidak lagi sama. Ia kini adalah seorang pemimpin, pahlawan, dan manusia setengah siluman yang akan memimpin klannya menuju perdamaian, melindungi manusia dari kejahatan, dan mengembalikan kehormatan ayahnya.

Perjalanan Reno tidak berakhir. Ini hanyalah awal dari sebuah babak baru. Ia akan menghadapi musuh-musuh baru, menemukan sekutu baru, dan melindungi dunia. Karena ia, Reno, seorang anak yatim piatu yang dulu dirampok, kini telah menjadi sang pemimpin sejati.


Setiap luka adalah pelajaran. Setiap pengkhianatan adalah ujian.
Dan setiap kejatuhan adalah persiapan untuk bangkit menjadi lebih kuat.


_TAMAT_


Other Stories
Srikandi

Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...

Nina Bobo ( Halusinada )

JAM DINDING menunjukkan pukul 12 lewat. Nina kini terlihat tidur sendiri. Suasana sunyi. S ...

Melepasmu Dalam Senja

Cinta pertama yang melukis warna Namun, mengapa ada warna-warna kelabu yang mengikuti? M ...

I See Your Monster, I See Your Pain

Aku punya segalanya. Kekuasaan, harta, nama besar. Tapi di balik itu, ada monster yang sel ...

Jodoh Nyasar Alina

Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...

Testing

testing ...

Download Titik & Koma