Hantu Kos Receh

Reads
701
Votes
1
Parts
10
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 5 Penghuni Kos Sebenarnya


"HA-HANTU!"

Mahera dan Maizena lari terbirit-birit dari dapur. Mereka masuk ke kamar Mahera dan mengunci pintunya rapat-rapat.

Maizena langsung melompat ke atas tempat tidur, wajahnya pucat pasi, air matanya sudah berlinang, "Kita harus pindah, Mahera! Ini kosan hantu! Bu Haji, dia juga hantu!" Maizena menangis tersedu-sedu.

Mahera mencoba menenangkan diri. Ia berpikir keras. Semua kejadian aneh ini terasa tidak seperti teror hantu pada umumnya. Mereka tidak membuat panik sampai pingsan, namun hanya iseng, "Tunggu, Zen. Rasanya aneh. Kenapa mereka nggak nakut-nakutin kita sampai pingsan, ya? Mereka malah iseng dan kocak. Jangan-jangan mereka cuma kesepian?"

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari pintu kamar. Maizena melompat dari kasur, ia sudah gemetar hebat, "Ma-Mahera tolong jangan dibuka. Mereka mau makan kita!"

Mahera mendekati pintu, mengintip dari lubang kunci. Ia melihat sesosok hantu anak-anak yang tadi mencuri kutang Maizena. Tapi hantu itu tidak sendirian. Ada beberapa hantu lain: Hantu Jemuran, Hantu Mi, dan hantu yang baru Mahera lihat. Mereka mengelilingi pintu, seolah ingin masuk.

Para hantu berbisik bersamaan, suara mereka serak namun lucu. "Maizena. Maizena, keluar kita mau ajak main."

Maizena menangis lebih kencang. Mahera tersenyum. Ia tahu ini kesempatan untuk mencari tahu yang sebenarnya.

Cklak!

Dengan berani, ia membuka pintu, "Ada apa, teman-teman?" tanyanya.

Para hantu itu terkejut. Mereka tidak menyangka Mahera akan berani membuka pintu. Hantu Jemuran maju, malu-malu. Suara anak kecilnya terdengar polos, "Kami mau ajak Maizena main. Dia asyik kalau teriak-teriak. Rasanya seperti main petak umpet."

Mahera menghela napas, tersenyum, "Dia nggak bisa diajak main. Dia mau ujian. Kalian jangan ganggu dia, ya. Kalian lapar, kan. Mau aku masakin?"

Para hantu berbinar. "Benaran? Apa?" tanya Hantu Mi.

"Mi instan rasa ayam bawang! Kalian suka kan?" Mahera menjawab. Hantu-hantu itu mengangguk dengan semangat.

Tiba-tiba, Bu Haji Romlah muncul lagi. Kali ini ia tidak melayang. Ia berjalan. Di sampingnya, ada hantu wanita yang tadi di dapur. Bu Haji Romlah tersenyum.

"Mereka semua anak saya, Nak. Maaf kalau iseng," ucap Bu Haji.

Maizena yang mendengarnya melompat dari kasur, wajahnya pucat, "Jadi, semua hantu ini, anak-anak Bu Haji?!"

Bu Haji Romlah mengangguk, "Saya dan mereka sudah lama meninggal di sini. Kosan ini sudah lama kosong, jadi mereka kesepian. Mereka hanya ingin bermain. Kamu gadis pertama yang tidak histeris melihat mereka."

Maizena tidak bisa berkata-kata. Ia menatap Mahera, lalu hantu-hantu di depannya. Matanya berkaca-kaca, "Terharu, gue kira mereka jahat."

Mahera tersenyum, lalu menepuk pundak Maizena, "Ternyata kosan ini bukan kosan hantu, Zen. Tapi kosan keluarga hantu."

Para hantu, Bu Haji Romlah, dan hantu wanita di sampingnya tersenyum.

Akhirnya, Mahera dan Maizena sadar, mereka tidak hanya tinggal di kosan, tapi juga menjadi bagian dari keluarga tak kasat mata ini. Dan teror paling seram yang akan mereka hadapi adalah kehabisan mi instan untuk para penghuni kosan yang kelaparan.

Other Stories
Kucing Emas

Kara Swandara, siswi cerdas, mendadak terjebak di panggung istana Kerajaan Kucing, terikat ...

My 24

Apa yang tak ia miliki? Karir yang gemilang, prestasi yang apik, istri yang cantik. Namun ...

Jam Dinding

Setelah kematian mendadak adiknya, Joni selalu dihantui mimpi buruk yang sama secara berul ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Air Susu Dibalas Madu

Nawasena adalah anak dari keluarga yang miskin. Ia memiliki cita-cita yang menurut orang-o ...

Dari Luka Menjadi Cahaya

Azzam adalah seorang pemuda sederhana dengan mimpi besar. Ia percaya bahwa cinta dan kerja ...

Download Titik & Koma