17. Ujian Semester
Ujian bukan hal yang menarik bagi siswa, begitu pula siswa di sekolah ini. Baginya ujian begitu memberatkan. Meski begitu masih ada siswa yang tetap menyambutnya dengan kesungguhan. Aku memasuki ruangan ujian, semua suara bising tak terdengar. Semua anak diam, tak berkutik. Bagai patung yang hanya bisa berkedip tak bisa berkutik.
“Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh…” Karima mulai membuka ujian dengan salam. Anak-anak pun menjawab dengan serentak, dilanjutkan dengan membaca doa.
“Ok, sebelum amplop soal Ibu buka, akan Ibu sampaikan peraturan dalam mengerjakan soal ujian. Pertama kerjakan sendiri, kedua kerjakan sendiri dan ketiga kerjakan sendiri!” tampak anak-anak tersenyum, begitu pun Karima.
“Lalu jika ada anak yang ketahuan mencontek buku atau bekerja sama dengan teman lainnya. Maka kertas ujian akan Ibu sobek, dan silakan kerjakan kembali soal ujian di tengah lapangan upacara bendera!” tambah Karima.
Ya, Karima memang tak pernah main-main terkait mencontek. Sejak dia tahu bahwa mencontek itu perbuatan tak terpuji. Ia lebih baik tidak mengerjakan soal daripada harus bertanya dengan yang lainnya. Pun sama, saat ada temannya yang bertanya jawaban, ia selalu bercanda dengan jawaban “Tanya saja dengan superman!” dan itu membuat tak ada satupun temannya yang mengulangi bertanya padanya.
Tidak menutup kemungkinan sejak ia duduk di bangku sekolah ia pasti pernah mencontek, sekali atau bahkan berkali-kali. Namun baginya masa lalu yang suram tidak membuatnya tidak berbuat perubahan di masa depan.
Waktu semakin berlalu, anak-anak mulai mendapatkan soal dan lembar jawabannya. Tampak penyesalan dalam benak mereka, mengapa harus aku yang mengawas ujian. Mereka berharap akan mendapatkan pengawas yang tidak memedulikan perihal oknum contek mencontek.
Other Stories
Bagaimana Jika Aku Bahagia
Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...
Susan Ngesot
Reni yang akrab dipanggil Susan oleh teman-teman onlinenya tewas akibat sumpah serapah Nat ...
Mendua
Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...
Love Falls With The Rain In Mentaya
Di tepian Pinggiran Sungai Mentaya, hujan selalu membawa cerita. Arga, seorang penulis pen ...
Kado Dari Dunia Lain
"Jika Kebahagiaan itu bisa dibeli, maka aku akan membelinya." Di tengah kondisi hidup Yur ...
Kala Kisah Tentang Cahaya
Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...