Separuh Dzarrah

Reads
1.8K
Votes
0
Parts
19
Vote
Report
Penulis Amri Evianti

17. Ujian Semester

Ujian bukan hal yang menarik bagi siswa, begitu pula siswa di sekolah ini. Baginya ujian begitu memberatkan. Meski begitu masih ada siswa yang tetap menyambutnya dengan kesungguhan. Aku memasuki ruangan ujian, semua suara bising tak terdengar. Semua anak diam, tak berkutik. Bagai patung yang hanya bisa berkedip tak bisa berkutik.
“Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh…” Karima mulai membuka ujian dengan salam. Anak-anak pun menjawab dengan serentak, dilanjutkan dengan membaca doa.
“Ok, sebelum amplop soal Ibu buka, akan Ibu sampaikan peraturan dalam mengerjakan soal ujian. Pertama kerjakan sendiri, kedua kerjakan sendiri dan ketiga kerjakan sendiri!” tampak anak-anak tersenyum, begitu pun Karima.
“Lalu jika ada anak yang ketahuan mencontek buku atau bekerja sama dengan teman lainnya. Maka kertas ujian akan Ibu sobek, dan silakan kerjakan kembali soal ujian di tengah lapangan upacara bendera!” tambah Karima.
Ya, Karima memang tak pernah main-main terkait mencontek. Sejak dia tahu bahwa mencontek itu perbuatan tak terpuji. Ia lebih baik tidak mengerjakan soal daripada harus bertanya dengan yang lainnya. Pun sama, saat ada temannya yang bertanya jawaban, ia selalu bercanda dengan jawaban “Tanya saja dengan superman!” dan itu membuat tak ada satupun temannya yang mengulangi bertanya padanya.
Tidak menutup kemungkinan sejak ia duduk di bangku sekolah ia pasti pernah mencontek, sekali atau bahkan berkali-kali. Namun baginya masa lalu yang suram tidak membuatnya tidak berbuat perubahan di masa depan.
Waktu semakin berlalu, anak-anak mulai mendapatkan soal dan lembar jawabannya. Tampak penyesalan dalam benak mereka, mengapa harus aku yang mengawas ujian. Mereka berharap akan mendapatkan pengawas yang tidak memedulikan perihal oknum contek mencontek.

Other Stories
The Labsky

Keyra Shifa, penggemar berat kisah detektif, membentuk tim bernama *The Labsky* bersama An ...

Reuni

Kutukan Kastil Piano membuat cinta Selina berbalik jadi kebencian, hingga akhirnya ia mema ...

Namaku May

Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...

Air Susu Dibalas Madu

Nawasena adalah anak dari keluarga yang miskin. Ia memiliki cita-cita yang menurut orang-o ...

Kehidupan Yang Sebelumnya

Aku menunggu kereta yang akan membawaku pulang. Masih lama sepertinya. Udara dingin yang b ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Download Titik & Koma