Mozarella Bukan Cinderella
Ekspresi terkejut hadir di wajah Meisya saat melihat Lidya, Nindya, Diana, Astri, Bu Kezia dan Moza datang bersama Bu Theresia.
“Mama? Kok mereka ke sini?” tanya Meisya dengan tatapan tidak suka.
“Lho, memangnya kenapa? Mereka semua kan sahabatmu. Kamu udah lupa?”
“Enggak kok. Aku masih inget,” sahut Meisya sebal.
“Kami ke sini mau mengantar Moza,” ujar Lidya santai.
“Mengantar Moza? Untuk apa? Apa maksudnya, Ma?” desak Meisya meminta penjelasan dari ibu angkatnya.
“Dan juga, kami mau menjemput kamu pulang,” sambung Nindya cuek.
“Apa katamu? Heh, jangan sembarangan kalau ngomong ya? Pulang kemana? Ini rumahku,” kesal Meisya.
“Tidak, ini rumah Moza,” timpal Astri.
Moza bersembunyi di balik tubuh Bu Kezia. Ia takut menghadapi Meisya. Sesungguhnya ia udah menolak berulang kali untuk tinggal di rumah Bu Theresia. Moza sebenarnya sudah mengetahui bahwa Bu Theresia adalah ibu kandungnya sejak ia mendengar berita tentang liontin tersebut. Ia pun tahu bahwa Meisya lah yang mengambil pasangan liontin tersebut dari tasnya.
Gadis kecil itu begitu tulus membiarkan sahabatnya agar bahagia. Saat Meisya mencuri liontin itu dari ransel pinknya, Moza sedang berada di bali pintu kamar. Ketika semua orang sibuk menyambut kedatangan Bu theresia untuk mencari pasangan liontinnya, Moza sengaja mengunci dirinya di dalam kamar agar Bu Theresia tak menemukannya.
Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan terus membuat Meisya, sahabatnya itu bahagia selamanya. Moza tahu kebahagiaan Meisya akan terwujud dengan menjadi anak angkat Bu Theresia. Untuk itulah ia mengalah atas takdir yang telah tertulis untuknya. Toh, ia pun sudah merasa bahagia tinggal di panti bersama anak-anak lainnya dan Bu Kezia. Namun ia tak dapat menyembunyikan kebahagiaan dalam hatinya saat akhirnya Bu Theresia mengenalinya sebagai anak kandungnya.
Foto dalam liontin itu lah satu-satunya penghibur di saat dirinya merasa bahwa ia tak punya siapa-siapa selain Bu Kezia yang merawatnya selama ini. Dalam hatinya Moza selalu ingin bertemu dengan ayah dan ibu kandungnya.
Hati Moza bahagia sekaligus hancur berantakan saat tahu ayah kandungnya sudah tiada. Sekarang ia memiliki ibu sungguhan, tapi juga merasa harus kehilangan sahabat tercintanya, Meisya.
“Bu, nggak apa kalau Meisya nggak mau pindah. Moza bahkan senang kalau bisa tetap bersama Meisya,” ujar Moza takut-takut.
Ia takut Meisya akan menbencinya selama-lamanya karena hal ini.
“Beneran, kamu nggak apa-apa, sayang?” Bu Theresia berlutut untuk menghadapi anaknya yang sekian lama hilang.
Moza menggeleng, seraya tersenyum tulus.
Meisya berlari menghambur ke dalam pelukan Moza.
“Maafkan aku, Moza. Maafkan aku sudah begitu jahat sama kamu,” ujarnya di tengah isak tangisnya.
“Nggak apa-apa, Sya. Yang penting kamu selalu bahagia,” ujar Moza. Tangan kecilnya menepuk-nepuk punggung Meisya pelan.
Moza melepaskan pelukan Meisya darinya.
“Boleh kan, Bu?” tanyanya penuh harap pada Bu Theresia agar tetap mengizinkan Meisya tinggal.
Melihat tatapan putri semata wayangnya, membuatnya segera melupakan kesalahan Meisya dan mengizinkan Meisya untuk tinggal bersama mereka. Kini Moza berada dalam pelukan hangat yang sesungguhnya.
Hari ini ia baru menyadari bahwa meskipun ia bukanlah Cinderella yang pada akhir kisahnya bertemu dengan seorang pangeran tampan, tapi banyak orang yang mencintainya. Bu Kezia, sahabat-sahabatnya; Lidya, Nindya, Diana, Astri, Meisya, dan juga ibu kandungnya, Theresia.
Other Stories
Jatuh Untuk Tumbuh
Layaknya pohon yang meranggas saat kemarau panjang, daunnya perlahan jatuh, terinjak, bahk ...
Adam & Hawa
Adam mencintai Hawa yang cantik, cerdas, dan sederhana, namun hubungan mereka terhalang ad ...
Kala Kisah Menjadi Cahaya
seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...
Padang Kuyang
Warga desa yakin jika Mariam lah hantu kuyang yang selama ini mengganggu desa mereka. Bany ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster
Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...