Pemakaman
Angel, Elis, Giselle, Malik, Suci, Brian, dan Leo tidak menyangka kalau tempat yang Karina maksud adalah makam Ros. Keenamnya memandang tak percaya batu nisan bertuliskan nama mantan guru mereka di sana. Guru yang mereka sayangi. Orang yang menyatukan mereka dan selalu memuji hasil karya mereka, menemani di kala orang tua mereka sendiri sibuk bekerja, dan mau menerima segala kekurangan anak-anak itu.
“Kak Ros?” Suci terduduk di samping gundukan tanah itu, ia menangis pelan. Yang lain satu persatu ikut bersimpuh mengelilingi gundukan makam Ros. Sebagian menangis, namun ada yang diam tak mengeluarkan sepatah kata pun karena terlalu shock. Ditengah kesedihan tersebut, Karina angkat bicara.
“Ketika aku menerima tawaran Ros untuk menggantinya menjadi guru di sini, ia berpesan padaku agar menjalani profesi ini seakan aku adalah guru resmi di sekolah ini. Ia bilang bahwa aku harus percaya bahwa kalian adalah anak-anak baik yang punya potensi luar biasa.”
“Aku tahu aku sudah salah kepada kalian selama beberapa minggu di awal, tetapi aku ingin kita memperbaikinya bersama,” ungkap Karina. Ia tersenyum pada mereka bertujuh disana. “Biarkan Ros menyaksikan kita dari atas sana, bahwa kita bisa menjadi orang-orang yang ia harapkan.”
Anak-anak itu mengangguk setuju.
“Kak Ros, aku pasti akan selalu mengingat ajaranmu,” bisik Giselle pelan.
Karina memandang anak-anak itu, sedih. Ros pasti menjadi sosok yang berjasa di samping anak-anak itu. Ia tidak pernah memberikan batasan antara profesinya dengan anak-anak itu. Bagi Ros, murid-murid di kelas 5-5 bagaikan anak-anaknya sendiri. Ia tumbuh bersama anak-anak itu, bukan berdiri di depan dan menyuruh mereka mengekorinya. Karina menghela napas, betapa luar biasa temannya itu.
“Ayo kita pulang,” ajak Karina. “Ros pasti senang karena kalian sudah berkunjung. Tapi kita harus kembali ke sekolah dan besok kita mulai babak yang baru.”
Other Stories
Petualangan Di Negri Awan
seorang anak kecil menemukan negeri ajaib di balik awan dan berusaha menyelamatkan dari ke ...
Melupakan
Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...
Awan Favorit Mamah
Mamah sejak kecil sudah ditempa kehidupan yang keras, harus bekerja untuk bisa sekolah, tu ...
Institut Tambal Sains
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...
Nyanyian Hati Seruni
Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...
Nona Manis ( Halusinada )
Dia berjalan ke arah lemari. Hatinya mengatakan ada sebuah petunjuk di lemari ini. Benar s ...