Puzzle

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
16
Vote
Report
Penulis Nindya M

Prolog

Karina menyeret kopernya melewati orang-orang yang mengelilingi convayer belt. Koper berwarna coklat itu tampak sesak karena diisi oleh perlengkapan pribadi cewek berambut merah itu. Sepatu boots dengan hak lancipnya melangkah keluar menuju sisi pinggir jalan terminal 3 Soekarno – Hatta. Matanya mengedar ke sekeliling mencari seseorang.
Senyumnya merekah, ia melambaikan tangannya sambil memanggil nama sahabatnya yang baru keluar dari mobil.
“Ros!”
Perempuan yang tengah hamil tua itu menoleh, matanya menyipit berusaha memastikan sosok yang melambai ke arahnya adalah sahabat semasa kuliahnya dulu. Karina tak dapat menahan diri, ia belari sambil menarik kopernya. Tangannya terbuka lebar seraya menubrukkan tubuhnya ke Ros.
“Aku kangen!” Pekiknya bahagia.
“Karina, perutku..,” Ros menepuk punggung cewek dengan jaket jeans biru itu. Ia bernapas lega saat Karina melonggarkan pelukannya.
“I miss you, too,” balasnya lembut.
Karina melepaskan pelukannya, mata hitamnya tertuju para kandungan yang sudah memasuki bulan kedelapan itu.
“Wah selamat ya,” ucapnya sambil mengusap pelan perut Ros. “Dia pasti cantik seperti ibunya, hehe.”
Ros meringis, “Dia laki-laki.”
Karina memutar bola matanya, “Well, semoga dia gak brengsek kayak bapaknya.”
Tawa Ros membahana seketika, “Ya ampun Karin, ini yang aku kangenin dari kamu.”
“Apa? Cara aku nyinyirin orang?” Karina menarik sebelah alis matanya.
Ros mengangguk cepat.
“Aku udah tobat Ros, nyinyir bukan gaya hidupku lagi,” balas Karin sambil mengedikkan bahu.
“Ya, aku juga gak pengen kamu nularin kebiasaan nyinyir ke murid-muridku,” kata Ros.
“Apakah mereka anak-anak polos yang baik?”
“Aku jamin itu.”
“Itu sedikit membuatku lega.” Karina menghela napas.
“Kamu akan segera menyukai tempat itu.” Ros membuka pintu mobil. “Yuk, berangkat.”

Other Stories
Free Mind

“Free Mind” bercerita tentang cinta yang tak bisa dimiliki di dunia nyata, hanya tersi ...

Jam Dinding

Setelah kematian mendadak adiknya, Joni selalu dihantui mimpi buruk yang sama secara berul ...

Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Srikandi

Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...

Ryan Si Pemulung

Ryan, remaja dari keluarga miskin, selalu merasa hidupnya terkunci dalam sebuah rumah reot ...

Hati Yang Terbatas

Kinanti termenung menatap rinai hujan di balik jendela kaca kamarnya. Embun hujan mengh ...

Download Titik & Koma