Serius Ada Mitos Kayak Gitu?
Malam Harinya aku dan Ivana ngumpul di kosanku. Aku mulai menerangkan apa yang diminta bos besar tadi siang pada Ivana. Usai menerangkan aku tutup kuping, jaga-jaga siapa tahu Ivana shock terus teriak-teriak nggak jelas. Dia kan orangnya paling heboh sedunia.
“Hah!? Serius lo disuruh meliput tempat 7 keajaiban dunia sekaligus foto pre wedding di luar negeri? Huwaaa… asyik banget. Gue juga pengen ikut!” teriak Ivana. Tuh, kan benar dugaanku. Untung aku sudah tutup kuping, jadi teriakan Ivana tidak terlalu kedengaran oleh telingaku.
“Ya gitu deh. Kalo lo mau ikut boleh kok, tapi lo bilang sendiri ke bos besar.”
Tiba-tiba wajah Ivana murung. Aku heran sendiri dengan perubahan sikap Ivana. Tadi dia heboh sendiri tapi kenapa sekarang murung? Aku menyentuh jidat Ivana, takut saat ini ia sakit atau kesambet. Namun Ivana menepis tanganku dengan kasar.
“Apaan sih lo Dev? Gue sehat alias nggak panas tau.”
“Kalo lo sehat, kenapa coba tiba-tiba lo murung?”
“Gue murung karena lagi mikirin lo dan Dimas.”
“Hayo… mikirin jorok ya?”
“Bukan. Gue itu mikirin, kalo kalian meliput tempat 7 keajaiban dunia berarti kalian berdua harus ke Candi Borobudur dong?”
“Ya, pasti dong. Malah kita ke Candi Borobudur dulu baru ke negara-negara lain.”
“Lo udah pernah dengar belum tentang mitos Candi Borobudur?”
Aku menggelengkan kepala. “Belum, emang mitosnya kaya gimana?”
“Mitosnya sih katanya, orang yang datang ke Candi Borobudur itu nggak boleh sama pacarnya, sebab kalau datang ke sana sama pacar, maka hubungan mereka nggak akan sampai ke jenjang pernikahan alias putus di tengah jalan.”
Aku mengerutkan dahi. Mendadak merinding, abis mitos yang dibilang Ivana serem banget. “Serius ada mitos kayak gitu?” tanyaku tak percaya.
“Kalau lo nggak percaya, coba deh Tanya aja ke Mbah Google. Gue juga tau mitos itu dari Mbah Google.”
Aku langsung mengambil laptop kesayangan. Aku ingin browsing di Google untuk memastikan ucapan Ivana itu benar atau nggak. Begitu laptop nyala, aku klik Mozilla Firefox. Terus aku masukkan kata kunci “Mitos Candi Borobudur” di kolom pencarian Google.
Untung sinyal modem lagi bagus, dalam sekejap muncul beberapa artikel tentang mitos candi Borobudur. Aku memilih membaca artikel yang judulnya “Unik dan Aneh Seputar Mitos di Candi Borobudur.”
Membaca mitos pertama di artikel judul itu membuatku bernapas lega, sebab isinya tak seperti apa yang diucapkan Ivana. Berarti apa yang diucapkan Ivana tidak benar. Isi artikel bagian awalnya gini.
Candi Borobudur memiliki beberapa mitos yang beredar di masyarakat sekitar candi. Mitos yang paling terkenal adalah Kunto Bimo, yaitu arca dalam stupa yang konon dapat mengabulkan permintaan. Stupa yang dimaksud adalah stupa sebelah kanan pada teras lingkaran yang pertama. Menurut cerita bila kita berhasil menyentuh bagian tertentu dari arca tersebut sambil mendoakan permohonan, maka keinginan kita akan terkabul. Bagian yang disentuh adalah posisi tangan atau mudra untuk pria, dan telapak kaki untuk wanita.
Aku terus menggerakkan mouse pada kursor, penasaran sama mitos berikutnya. Nah sekarang aku membaca mitos kedua di artikel judul ini.
Di mata arkeolog sendiri, arca Kunta Bima adalah arca Buddha biasa, seperti arca-arca lainnya yang terdapat di dalam stupa. Bagi sementara orang memang tidaklah lengkap rasanya kalau belum melihat atau menyentuh arca itu. Konon, arca Kunta Bima memiliki “nilai lebih” karena dianggap bertuah.
Sepengetahuan arkeolog R. Soekmono—yang selama 1950-an hingga 1970-an sering mengurusi Candi Borobudur—mitos arca Kunta Bima sebenarnya hanya akal-akalan petugas candi pada 1950-an. Waktu itu di atas pangkuan arca ditaburkan bunga dan uang recehan. Dengan demikian memberi kesan seolah-olah arca tersebut sakral. Tanpa diduga, banyak pengunjung ikut-ikutan melemparkan uang recehan. Alhasil, setiap sore sang petugas mampu mengantongi berkah yang lumayan.
Setelah membaca mitos kedua, aku melanjutkan membaca mitos ketiga. Namun mitos ketiga yang tertulis itu membuatku menelan ludah. Apa yang tertulis di sana tidak jauh dengan apa yang diucapkan Ivana.
Ada juga mitos mengenai Singa Urung, yaitu sebutan masyarakat sekitar untuk sepasang arca singa pada sebelah kanan dan kiri tangga naik candi. Menurut cerita, sepasang kekasih yang lewat di antara kedua arca tersebut hubungannya tidak akan sampai pada jenjang pernikahan. Urung dalam bahasa Jawa dapat diartikan gagal.
“Tuh, kan gue bilang juga apa. Bener kan ucapan gue? Lo sih kagak percayaan.”
Ivana menepuk dadanya. Mungkin ia bangga ucapannya benar. Aku menggaruk-garuk kepala yang tak gatal. Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku membatalkan ke Candi Borobudur? Kalau aku membatalkannya, bos besar bakal ngamuk nggak ya?
“Yang namanya mitos kan belum terbukti kebenarannya,” kata-kata yang selalu diucapkan mama ketika dikasih tahu mitos-mitos zaman dulu sama nenek kembali terngiang di telingaku. Apa yang dikatakan mama membuka jalan pikiranku.
“Ya, benar kata Mamaku, yang namanya mitos kan belum terbukti kebenarannya,” ucapku mantap.
“Ya, terserah lo sih mau percaya atau nggak sama mitos, tapi kalau itu mitos beneran terbukti nyata, lo jangan mewek bakal gagal menikah sama Dimas. By the way any way busway, sekarang jam berapa sih?”
Aku melirik jam dinding yang menempel di sudut kanan kamar. Jarum jam telah menunjukkan pukul 11.00, “Udah jam 11 malam.”
Mata Ivana melotot. “Hah? Udah jam 11 malam? OMG… HELLO! Mampus gue bakal dimarahin nyokap nih pulang jam segini!” teriak Ivana menirukan teriakan tokoh Sisi di sinetron Ganteng-Ganteng Serigala.
“Kalau gitu gue mau pulang dulu ya, Dev.”
“Ya, pulang aja. Tapi hati-hati di jalan ya!”
Ivana cipika-cipiki dulu sama aku. Setelah itu baru dia meninggalkan kosanku. Aku segera mematikan laptop kesayangan untuk bersiap berangkat ke alam mimpi alias tidur, berharap esok hari jauh lebih baik dari hari ini.
Other Stories
Keeper Of Destiny
Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...
Bukan Cinta Sempurna
Pesona kepintarannya terpancar dengan jelas, rambut sebahunya yang biasanya dikucir ekor ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...
Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster
Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...