Cinta Di 7 Keajaiban Dunia

Reads
2.1K
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
cinta di 7 keajaiban dunia
Cinta Di 7 Keajaiban Dunia
Penulis Nenny Makmun

Ketemu Mantan Itu Sesuatu

Plaza Blok M tempatku berpijak saat ini. Aku ke tempat ini bersama Ivana. Hari ini merupakan hari terakhirku di Jakarta. Esok hari aku sudah berangkat ke Magelang untuk meliput Candi Borobudur. Setelah dari Magelang, aku langsung ke negara-negara lain. Nah, makanya itu aku ingin belanja berbagai keperluan selama bepergian.
Suasana plaza blok M saat ini sangat ramai dikunjungi orang. Ya, maklumlah sekarang kan hari Minggu, hari di mana orang libur kerja dan sekolah. Saking ramainya aku jadi lupa datang ke sini mau beli apa.
Untung tadi di rumah sempat mencatat, mau beli apa aja di kertas. Aku mengambil kertasnya dulu di tas.
Baju hangat, kaos lengan panjang, syal, sepatu, topi, kacamata, snack, perlengkapan make up, perlengkapan mandi, handuk, dan masker.
Itulah daftar belanjaan yang tertulis. Oke, sekarang cari baju hangat dulu. Seingat aku sih toko yang jual baju hangat di lantai 2.
“Van, kita ke lantai 2 yuk, gue mau nyari baju hangat dulu,” ujarku pada Ivana.
Ivana menepuk jidatnya sendiri. “Aduh, Dev… sorry banget gue lupa, kayaknya gue nggak bisa nemenin lo nyari baju hangat deh. Soalnya gue udah ada janji sama orang di Gramedia. Nggak apa-apa kan?”
“Nggak apa-apa sih tapi…”
“Gini aja, kalau urusan gue sama orang itu udah beres, ntar gue nyusul lo. Lo SMS aja keberadaan lo. Gimana? Oke?”
Belum sempat aku menjawab pertanyaannya, Ivana sudah ngacir duluan. Huft, ya sudahlah. Terpaksa deh nyari baju hangatnya sendirian. Aku memasang earphone ke telinga biar nggak terlalu kesepian jika jalan sendiri.
Aku ke lantai 2 naik lift. Cukup 5 menit, sudah sampai di lantai 2. Aku celingak-celinguk sambil mengingat-ingat toko yang jual baju hangat ada di sebelah mana. Namun tiba-tiba mataku menangkap sosok yang sudah tak asing lagi.
Sosok itu berupa cowok ganteng, tinggi, putih, berpakaian rapi, dan dia lagi bermesraan dengan seorang wanita. Meskipun aku melihatnya dari jauh tapi aku masih sangat ingat dia. Dia tak lain dan tak bukan adalah Rifky, mantan kekasihku. Ketemu mantan itu sesuatu banget.
Tujuh tahun aku menjalin cinta dengan Rifky, berpisahnya karena ibunda Rifky tidak merestuiku menjadi menantunya. Dan dia disuruh menikah dengan wanita lain. Mungkin wanita yang kulihat bermesraan dengannya itu adalah istrinya. Rasa sakit yang sudah satu tahun aku kubur kembali menyeruak. Kenapa aku dipertemukan dengan dia lagi? Aku tak sanggup melihatnya bermesraan dengan wanita lain.
Tik!
Air mata jatuh dengan sendirinya mengenai telapak tanganku. Aduh, lagi-lagi aku menangis jika melihat Rifky. Ah, cengeng banget sih aku ini. Cepat-cepat aku mengusap air mata.
“Inget Devi! Rifky itu jodoh cewek lain yang sempat nyasar di hati lo. Ngapain lo nangisi orang nyasar? Lagian gue kan sudah punya calon suami, si Dimas,” ujarku mencoba menghibur diri.
Bayangan Rifky sudah tak terlihat lagi. Aku membalikkan badan dan turun pake lift. Sampai di lantai bawah aku merasa ada sesuatu yang tertinggal, tapi apa ya? Otakku berusaha mengingat sesuatu yang tertinggal.
Sedetik kemudian aku telah berhasil mengingat hal itu. Sesuatu yang tertinggal itu adalah Ivana dan tujuanku untuk belanja berbagai keperluan selama bepergian. Ah, gara-gara Rifky aku jadi amnesia. Aku ingin naik lagi ke atas tapi malas. Aku sudah tak berminat lagi sama yang namanya belanja.
Mending aku SMS Ivana aja kali ya? Minta Ivana aja yang belanja. Toh, Ivana sahabatku dari SD jadi dia tahu segala tentangku termasuk ukuran baju, sepatu bahkan warna kesukaanku.
***
Drrtt… drrtt…
HP di tasku bergetar. Cepat-cepat aku mengambilnya. Di layar HP tertulis 1 pesan diterima. Aku klik tulisan open.
From : Ivana
Dev, lo ada di mana? Urusan gue udah kelar, nih gue mau nyusul lo.
“Panjang umur sih Ivana. Baru aja gue mau sms dia eh dia udah sms duluan,” batinku.
Aku sentuh tulisan reply pada layar HP. Lalu jari-jariku menari lincah mengetik balasan SMS untuk Ivana.
Sorry, Van. Gue udah jalan pulang. Gue nggak enak badan. Lo bisa nggak belanja keperluan buat gue pergi tugas meliput 7 keajaiban dunia?
Klik send.
Baru 3 menit sms terkirim, HP-ku bergetar lagi. Pasti SMS dari Ivana. Ivana itu kalau balas SMS orang cepat, soalnya HP selalu berada di tangannya.
From : Ivana
Hmmm… oke deh. Sekarang lo bilang, lo mau belanja apa aja? Biar gue yang beliin semuanya.
Aku membalas pesannya lagi.
Baju hangat, kaos lengan panjang, syal, sepatu, topi, kacamata, snack, perlengkapan make up, perlengkapan mandi, handuk, dan masker.
Klik send.
HP bergetar lagi.
From : Ivana
Siap bos. Ntar jangan lupa ganti uang gue. Kalau bisa sih ganti 2 kali lipat, ongkos muter-muter nyari belanjaan lo. Hehehe.
Aku geleng-geleng kepala. Dari dulu sampai sekarang Ivana kalau disuruh pasti minta ongkos. Emang dia kurir JNE pake ongkos kirim segala? Tapi ya sudahlah. Paling ongkosnya nanti kutraktir makan bakso 2 mangkok saja. Yang penting belanjaan sudah beres. Lega sekaligus bersyukur banget mempunyai sahabat seperti Ivana. Dia selalu bisa kuandalkan.

Other Stories
Testing

testing ...

Air Susu Dibalas Madu

Nawasena adalah anak dari keluarga yang miskin. Ia memiliki cita-cita yang menurut orang-o ...

Horor

horor ...

Don't Touch Me

Dara kehilangan kabar dari Erik yang lama di Spanyol, hingga ia ragu untuk terus menunggu. ...

Namaku Amelia

Amelia, seorang anak kecil yang penuh rasa ingin tahu, harus menghadapi hari-hari sulit di ...

Jika Nanti

Adalah sebuah Novel yang dibuat untuk sebuah konten ...

Download Titik & Koma