Maaf Diterima
“Aku yang harusnya minta maaf.”
Sebenarnya aku sudah tak ingin ada lagi amarah di antara kita, sudah cukup melelahkan apa yang kita lewati, aku hanya ingin bersadar sejenak dan mengungkapkan betapa cinta itu selalu ada dan begitu ingin memilikinya.
Hanya saja aku tak akan pernah bisa memilikimu yang aku tahu dari awal aku jatuh hati dan membiarkan perasaan itu larut bersama kepahitan yang harus aku terima.
Tahukah kamu aku selalu menerimanya manis pahit yang ada?
Other Stories
Final Call
Aku masih hidup dalam kemewahan—rumah, mobil, pakaian, dan layanan asisten—semua berka ...
Losmen Kembang Kuning
Rumah bordil berkedok losmen, mau tak mau Winarti tinggal di sana. Bapaknya gay, ibunya pe ...
Nyanyian Hati Seruni
Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...
Perpustakaan Berdarah
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...
Pra Wedding Escape
Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...
Kelabu
Cinta? Apakah aku mencintai Samuel? Pertanyaan yang sulit kujawab. Perasaanku padanya sepe ...