Destiny
“I think you now how I am feeling for you, but let me take my destiny ....”
aku tak pernah menghalangi kepergian dan juga kedatanganmu yang tiba-tiba dan tak terduga, entah yang ke berapa kali ...
sementara aku cukup sekali meninggalkan mu di waktu lalu dan meninggalkan rasa pedih yang teramat sangat.
tapi tahukah kamu, aku terluka untuk beberapa kali dengan datang dan pergi kamu setelahnya dengan sesuka hati.
jika kamu tau ini, tak seharusnya kamu datang lagi untuk kesekian kali hanya akan menorehkan luka-luka lagi yang semakin banyak.
aku ingin menyembuhkan luka-luka ini, sudahlah kita jalani takdir kita masing-masing dan sudahlah jangan lagi mengenang semuanya.
anggap semua adalah kesalahan dan kita sudah sepakat untuk saling memaafkan, tak ada beban lagi dan tak ada rasa untuk yang lebih akan sebuah hubungan.
Other Stories
Absolute Point
Sebuah sudut pandang mahasiswa semester 13 diambang Drop Out yang terlalu malu menceritaka ...
Wajah Tak Dikenal
Ketika Mahesa mengungkapkan bahwa ia mengidap prosopagnosia, ketidakmampuan mengenali waja ...
Cicak Di Dinding ( Halusinada )
Sang Ayah mencium kening putri semata wayangnya seraya mengusap rambut dan berlinang air m ...
Bekasi Dulu, Bali Nanti
Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster
Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...