Bab 7. Aku Akan Menikahimu (Ending)
Bu ilah yang selama ini selalu menaruh emosi kepada putrinya itu, sekarang sudah lebih baik,bukan karena harta tapi karena Bu ilah mau mengerti apa arti bertahan dan belajar itu dari putrinya, putrinya yang selalu baik juga padanya padahal beliau selalu emosi kepada rhea.
Saat ini Lian sedang main ke rumah rhea, mereka ngobrol bersama, "aku sudah memikirkan." Ucapnya tegas.
"Apa?"
"Kamu mau berterima kasih kepada ku kan?" Tanyanya seraya berusaha mengambil sesuatu dari sakunya.
"Menikahlah denganku rhea." Melihat itu,rhea sedikit terkejut.
"Me... menikah..."
"Iya...sejak aku pertama kali melihat mu, seperti ada aura magnet di antara kita,aku yang tidak bisa jauh darimu dan selalu menjagamu dari jauh,entah kamu peka atau tidak tentu itu." Lian memakai kan cincin berlian di jari manis rhea.
"Terimalah cintaku rhea...aku sungguh mencintaimu."
"Terimakasih...tapi apakah kamu tahu,kondisiku akan terus seperti ini." Ucapnya melihat kursi roda.
"Itu tidak menjadi masalah, menurut ku kamu sangat sempurna dalam versi ku,kamu adalah bidadari yang menjelma menjadi manusia." Setelah mendengar semua dari Lian, akhirnya rhea mau menerima dan memeluk Lian.
"Iya,aku mau...Lian." tetesan pertama air mata kebahagiaan rhea jatuh dengan hormat,ia berhasil dicintai dengan selayaknya,di rayakan secara penuh,ia merasa takdir yang buruk lalu seolah menjadi Titik balik,dari pekerjaannya yang mulai stabil dan pernikahan nya yang akan terjadi,tentu saja semua itu berkat kesabaran nya, kegigihannya,dan juga takdir dari tuhan.
.
.
.
Bersambung....
Terimakasih yang sudah mampir ❤️
Saat ini Lian sedang main ke rumah rhea, mereka ngobrol bersama, "aku sudah memikirkan." Ucapnya tegas.
"Apa?"
"Kamu mau berterima kasih kepada ku kan?" Tanyanya seraya berusaha mengambil sesuatu dari sakunya.
"Menikahlah denganku rhea." Melihat itu,rhea sedikit terkejut.
"Me... menikah..."
"Iya...sejak aku pertama kali melihat mu, seperti ada aura magnet di antara kita,aku yang tidak bisa jauh darimu dan selalu menjagamu dari jauh,entah kamu peka atau tidak tentu itu." Lian memakai kan cincin berlian di jari manis rhea.
"Terimalah cintaku rhea...aku sungguh mencintaimu."
"Terimakasih...tapi apakah kamu tahu,kondisiku akan terus seperti ini." Ucapnya melihat kursi roda.
"Itu tidak menjadi masalah, menurut ku kamu sangat sempurna dalam versi ku,kamu adalah bidadari yang menjelma menjadi manusia." Setelah mendengar semua dari Lian, akhirnya rhea mau menerima dan memeluk Lian.
"Iya,aku mau...Lian." tetesan pertama air mata kebahagiaan rhea jatuh dengan hormat,ia berhasil dicintai dengan selayaknya,di rayakan secara penuh,ia merasa takdir yang buruk lalu seolah menjadi Titik balik,dari pekerjaannya yang mulai stabil dan pernikahan nya yang akan terjadi,tentu saja semua itu berkat kesabaran nya, kegigihannya,dan juga takdir dari tuhan.
.
.
.
Bersambung....
Terimakasih yang sudah mampir ❤️
Other Stories
Cahaya Dalam Ketidakmungkinan
Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
Petualangan Di Negri Awan
seorang anak kecil menemukan negeri ajaib di balik awan dan berusaha menyelamatkan dari ke ...
Just Open Your Heart
Terkutuk cinta itu! Rasanya menyakitkan bukan karena ditolak, tapi mencintai sepihak dan d ...
Bahagiakan Ibu
Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...
DI BAWAH PANJI DIPONEGORO
Damar, seorang Petani, terpanggil untuk berjuang mengusir penjajah Belanda dari tanah airn ...