Bab 9 : Hai, Ini Loh Yang Akan Menjadi Pasanganmu Di Masa Depan!
2005
Aruna menyemprotkan parfum sepulang sekolah, hari ini dia akan bertemu dengan seseorang yang rutin chatting dengannya di laman media sosial. Dia memohon pada Rina untuk menemaninya saat itu, mereka pergi ke mall dan menonton dengan laki-laki itu bertiga. Aruna berdebar dengan pengalaman kencannya, itulah awal mula hubungan karmic pertama aruna dimulai.
-
2025
“Eh, Aruna apa kabar? ..”
Rina menyapa Aruna saat mengantri di toko kue.
Mereka saling mengobrol setelah belasan tahun tak pernah berjumpa. Aruna sedang mengantri untuk membeli kue tart untuk suaminya yang berulang tahun hari ini, rina juga sedang membeli kue tart
.
“Eh, bisa sama ulang tahun suamimu denganku ya, hahahah” Rina tertawa. Wajahnya masih sama cerianya seperti dulu.
Tiba-tiba memori 20 tahun yang lalu di bioskop terlintas di kepala Aruna, setelah berpacaran hubungan Aruna dan Rina memang renggang karena kesibukan masing-masing.
Aruna menatap temannya itu dengan seksama mengingat karakter Rina yang terlintas di masa lalu, dia memang kagum dan senang melihat temannya itu.
Dia merasa Tuhan sedang berkata padanya, ‘setelah dia menjalani babak drama hubungan cinta, terluka, melukai, jatuh bangun dan sepi hingga dia menikah, pada akhirnya dia akan menemukan tambatan hatinya pada karakter seperti Rina, orang terakhir dalam hidupnya sebelum babak drama cinta remajanya dimulai’.
Kembali berputar pada spiral yang sama.
Dengan itu Aruna akhirnya menemukan kasih sayang Tuhan yang selalu dipertanyakannya. Merasakan bahwa memang yang terbaik adalah yang dialaminya, dimilikinya, saat ini. Kasih sayang itu begitu nyata hingga dia tak perlu lagi mempertanyakan masa lalu, masa ini, maupun masa depan. Merasakan kasih sayang Tuhan adalah menerima diri dan hidup yang dijalani ini apa adanya. Dan membiarkan jalan ke depan terbuka dengan sendirinya karena Aruna mendengar Tuhan berkata dalam dirinya,
“Teruslah bertanya sampai kau merasakan kasih sayang-Ku padamu yang tidak pernah pergi darimu”.
Aruna menemukan Tuhan bukan dalam ritual apapun yang dia lakukan, dia mengenal Tuhan dalam setiap sudut gelap perjalanan hidupnya, yang ternyata tak pernah meninggalkannya.
Ternyata, pulang yang kucari adalah ke dalam diri.
Aruna menyemprotkan parfum sepulang sekolah, hari ini dia akan bertemu dengan seseorang yang rutin chatting dengannya di laman media sosial. Dia memohon pada Rina untuk menemaninya saat itu, mereka pergi ke mall dan menonton dengan laki-laki itu bertiga. Aruna berdebar dengan pengalaman kencannya, itulah awal mula hubungan karmic pertama aruna dimulai.
-
2025
“Eh, Aruna apa kabar? ..”
Rina menyapa Aruna saat mengantri di toko kue.
Mereka saling mengobrol setelah belasan tahun tak pernah berjumpa. Aruna sedang mengantri untuk membeli kue tart untuk suaminya yang berulang tahun hari ini, rina juga sedang membeli kue tart
.
“Eh, bisa sama ulang tahun suamimu denganku ya, hahahah” Rina tertawa. Wajahnya masih sama cerianya seperti dulu.
Tiba-tiba memori 20 tahun yang lalu di bioskop terlintas di kepala Aruna, setelah berpacaran hubungan Aruna dan Rina memang renggang karena kesibukan masing-masing.
Aruna menatap temannya itu dengan seksama mengingat karakter Rina yang terlintas di masa lalu, dia memang kagum dan senang melihat temannya itu.
Dia merasa Tuhan sedang berkata padanya, ‘setelah dia menjalani babak drama hubungan cinta, terluka, melukai, jatuh bangun dan sepi hingga dia menikah, pada akhirnya dia akan menemukan tambatan hatinya pada karakter seperti Rina, orang terakhir dalam hidupnya sebelum babak drama cinta remajanya dimulai’.
Kembali berputar pada spiral yang sama.
Dengan itu Aruna akhirnya menemukan kasih sayang Tuhan yang selalu dipertanyakannya. Merasakan bahwa memang yang terbaik adalah yang dialaminya, dimilikinya, saat ini. Kasih sayang itu begitu nyata hingga dia tak perlu lagi mempertanyakan masa lalu, masa ini, maupun masa depan. Merasakan kasih sayang Tuhan adalah menerima diri dan hidup yang dijalani ini apa adanya. Dan membiarkan jalan ke depan terbuka dengan sendirinya karena Aruna mendengar Tuhan berkata dalam dirinya,
“Teruslah bertanya sampai kau merasakan kasih sayang-Ku padamu yang tidak pernah pergi darimu”.
Aruna menemukan Tuhan bukan dalam ritual apapun yang dia lakukan, dia mengenal Tuhan dalam setiap sudut gelap perjalanan hidupnya, yang ternyata tak pernah meninggalkannya.
Ternyata, pulang yang kucari adalah ke dalam diri.
Other Stories
Ayudiah Dan Kantini
Waktu terasa lambat karena pahitnya hidup, namun rasa syukur atas persahabatan Ayudyah dan ...
Namaku Amelia
Amelia, seorang anak kecil yang penuh rasa ingin tahu, harus menghadapi hari-hari sulit di ...
Hopeless Cries
Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...
Separuh Dzrah
Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suar ...
Losmen Kembang Kuning
Rumah bordil berkedok losmen, mau tak mau Winarti tinggal di sana. Bapaknya gay, ibunya pe ...
Balada Cinta Kamilah
Sudah sebulan Kamaliah mengurung diri setelah membanting Athmar, pria yang ia cintai. Hidu ...