Chapter 1: Kenapa
Udara di sekitar Danau Biru selalu terasa lebih dingin, lebih murni, seolah tempat itu diselimuti rahasia. Tempat itu hanyalah danau kecil tersembunyi, yang dikelilingi rimbun pohon pinus di pinggiran kota, namun bagi Faris dan Nisa, ia adalah semesta.
Nisa, dengan tawa renyahnya dan mata yang memancarkan cahaya penasaran, duduk di samping Faris di bangku kayu yang sudah reot. Mereka baru saja menyelesaikan masa SMA yang penuh janji dan harapan lugu. Masa di mana cinta terasa sederhana, cukup dengan janji tatap mata dan genggaman tangan.
"Jika suatu hari nanti kita terpisah," Nisa berbisik, memecah keheningan yang dipenuhi gemericik air, "karena kita harus berkembang, karena takdir membawa kita jauh, kita harus janji, ya?"
Faris memandang Nisa, melihat refleksi wajah gadis itu yang kini mulai beranjak dewasa, di permukaan danau. "Janji apa, Sayang?"
"Kita akan selalu berusaha mencari satu sama lain. Entah sepuluh tahun, lima belas tahun... kalau memang itu takdir, Allah pasti akan tunjukkan jalannya. Kita akan selalu berusaha menemukan jalan pulang ke hati ini," kata Nisa sambil menunjuk dada Faris.
Janji itu terpatri, dikukuhkan oleh senja jingga yang melebur di cakrawala. Takdir memang memisahkan mereka tak lama setelah itu, bukan karena karir atau pendidikan, melainkan karena tragedi. Keluarga Nisa terjerat lilitan utang pinjaman online (pinjol) yang mengerikan. Malam itu, Nisa menghilang tanpa jejak, hanya meninggalkan secarik surat singkat yang meminta Faris melupakannya dan melanjutkan hidup. Sejak saat itu, Danau Biru menjadi saksi bisu, dan janji itu menjadi beban sekaligus mercusuar dalam hati Faris.
Other Stories
Way Back To Love
Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...
Bahagiakan Ibu
Ibu Faiz merasakan ketenteraman dan kebahagiaan mendalam ketika menyaksikan putranya mampu ...
Rembulan Di Mata Syua
Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek s ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Ruf Mainen Namen
Lieben .... Hoffe .... Auge .... Traurig .... ...
Mendua
Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...