Turut Berduka Cinta

Reads
491
Votes
0
Parts
13
Vote
Report
Penulis Sagara

Chapter 10: Tapi Kini Aku Mengerti

Faris menarik napas. “Karena sentuhan ini adalah milik Faris yang dulu, Nisa. Faris yang sekarang harus memastikan sentuhan itu tidak merusak janji suci yang akan kamu buat dengan Reza. Ini bukan lagi tentang kita. Ini tentang amanah. Amanah persahabatan, amanah profesionalitas, dan amanah pada dirimu sendiri, Nayla.”

Ia melanjutkan, suaranya bergetar karena emosi yang ia tahan. "Dengarkan aku, Nayla. Kamu tidak perlu mencintai Reza secepat kamu mencintai Nisa dulu. Cinta yang matang tidak meledak seperti kembang api, tapi tumbuh pelan, seperti akar yang menancap dalam. Reza mencintai Nayla yang sekarang, Nayla yang berhasil. Dan itu lebih penting dari Nisa yang Faris cintai dulu."

"Aku tidak tahu bagaimana harus menatapnya setelah ini. Setelah dia tahu segalanya," Nayla tersedu.

"Kamu harus jujur. Bukan hanya tentang nama dan masa lalumu, tapi tentang hatimu saat ini. Bilang padanya bahwa Faris adalah bab yang sudah kamu tutup. Bahwa kamu memilih dia karena kamu yakin dia yang terbaik untuk masa depanmu, untuk perjuanganmu. Katakan padanya, Nayla, bahwa Faris telah merelakan Nisa, dan Nisa harus merelakan Faris. Kalau kita tidak merelakan satu sama lain, kita akan menjadi bayangan di pernikahanmu. Kamu harus membunuh bayangan itu."

Nayla menatap Faris, air matanya kini bercampur dengan rasa tak percaya dan haru. "Kamu sungguh-sungguh? Kamu merelakan segalanya, hanya untuk melihat aku bahagia?"

"Aku sungguh-sungguh," Faris mengangguk. Matanya, di balik kacamata, memancarkan kesungguhan yang tak terduga. "Cinta itu bukan tentang memiliki, Nayla. Cinta sejati adalah tentang memberi yang terbaik untuk orang yang kamu cintai, meskipun yang terbaik itu bukan dirimu sendiri. Kebahagiaanmu, Nayla, adalah kebahagiaanku. Dan kebahagiaanmu ada bersama Reza. Dia adalah kepastian yang kamu cari. Saya akan menjadi saksi bahwa kamu memilih yang benar."

Faris berdiri, menjauhkan dirinya secara fisik dan emosional. Ia tidak menoleh ke belakang. Ia meninggalkan Nayla di bawah pohon rindang itu, dengan hati yang terasa berat namun lapang. Ia baru saja mengubur cintanya sendiri, sebuah upacara pemakaman yang ia pimpin sendiri, demi menjaga persahabatan dan kebahagiaan masa depan Nayla. Ia baru saja mencapai tingkat ikhlas tertinggi yang ia kenal.


Other Stories
Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

People Like Us

Setelah 2 tahun di Singapura,Diaz kembali ke Bandung dengan kenangan masa lalu & konflik k ...

Love Of The Death

Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...

Pintu Dunia Lain

Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...

Download Titik & Koma