Prolog
Awalnya aku ragu. Apa iya hidupku yang baru berjalan selama 21 tahun ini bisa dirangkum ke dalam satu buku. Kalaupun bisa, memangnya siapa yang mau baca? Bahkan aku pun kalau jadi kalian nggak akan mau.
Aku bukanlah orang terkenal, aku hanyalah mahasiswa normal semester 7 yang menjalani hari-hariku seperti mahasiswa-mahasiswa lainnya.
Magang semester 7 membuatku banyak bertanya-tanya tentang arti hidup yang kujalani. Masa transisi ini menghantamku layaknya orang bodoh.
Kenapa nggak ada yang pernah memberitahuku bahwa masa ini seberat dan memusingkan itu? Aku kira kami hanya perlu menyelesaikan magang lalu kembali ke aktivitas normal kami, melanjutkan semester 8.
Lalu, kenapa di masa ini aku baru merasa hidup? Padahal hidupku selalu berjalan selama 21 tahun.
Kalau kalian membaca ini. Aku nggak akan mencari pembenaran tentang bagaimana aku hidup sampai saat ini. Aku cuma berharap bahwa kisahku bisa membuat kalian berpikir, tentang bagaimana kalian ingin hidup nantinya.
Jujur saja, sampai saat ini pun aku masih tidak tahu harus hidup seperti apa. Tapi percayalah, bahwa kitalah yang menentukan masa depan.
"Pilihannya ada di kalian. Mau maju bareng aku atau stuck di situ-situ aja," — Mikha (21).
- Aku Versi Nanti
Aku bukanlah orang terkenal, aku hanyalah mahasiswa normal semester 7 yang menjalani hari-hariku seperti mahasiswa-mahasiswa lainnya.
Magang semester 7 membuatku banyak bertanya-tanya tentang arti hidup yang kujalani. Masa transisi ini menghantamku layaknya orang bodoh.
Kenapa nggak ada yang pernah memberitahuku bahwa masa ini seberat dan memusingkan itu? Aku kira kami hanya perlu menyelesaikan magang lalu kembali ke aktivitas normal kami, melanjutkan semester 8.
Lalu, kenapa di masa ini aku baru merasa hidup? Padahal hidupku selalu berjalan selama 21 tahun.
Kalau kalian membaca ini. Aku nggak akan mencari pembenaran tentang bagaimana aku hidup sampai saat ini. Aku cuma berharap bahwa kisahku bisa membuat kalian berpikir, tentang bagaimana kalian ingin hidup nantinya.
Jujur saja, sampai saat ini pun aku masih tidak tahu harus hidup seperti apa. Tapi percayalah, bahwa kitalah yang menentukan masa depan.
"Pilihannya ada di kalian. Mau maju bareng aku atau stuck di situ-situ aja," — Mikha (21).
- Aku Versi Nanti
Other Stories
Kidung Vanili
Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...
Dream Analyst
Dream Analyst. Begitu teman-temannya menyebut dirinya. Frisky dapat menganalisa mimpi sese ...
Dentistry Melody
Stella hanya ingin mewujudkan mimpinya menjadi dokter gigi, bermain biola, dan bersama Ron ...
Sumpah Cinta
Gibriel Alexander,penulis muda blasteran Arab-Jerman, menulis novel demi membuat mantannya ...
Separuh Dzrah
Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suar ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...