Jaki & Centong Nasi Mamak

Reads
267
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Jaki & centong nasi mamak
Jaki & Centong Nasi Mamak
Penulis Indira Isvandiary

Jaki Satu

Di suatu pagi menjelang siang, sama seperti sebelum-sebelumnya. Aku beranjak dari ranjangku yang setipis roti tawar digilas itu. Busa kasurnya hampir menempel lantai. Lengkap dengan kain lusuh di atasnya. Ceritanya, sprei.

Mengenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana boxer, aku berhenti sejenak di depan muka pintu kamar, mengulatkan tubuhku sambil mengangkat kedua tangan hingga bulu ketekku yang lebat ini terpampang nyata. Tato naga di lengan kananku, dan anting kancing hitam di telinga kiriku, memperjelas bahwa aku adalah seorang “sampah masyarakat”.

“Hoaaammm ....”
Mulutku mencecap, sambil satu tanganku menggaruk punggung. Mata segarisku yang masih mengantuk, menoleh ke arah dapur. Kudengar suara aktivitas yang begitu familier terdengar dari arah sana.

“Nyokap,” batinku. Samar-samar, tercium aroma khas nasi yang baru matang.

Kumelangkah ke sana, melirik meja makan. Ada tempe goreng di piring. Nyokap terlihat sedang membungkuk seraya mengaduk-aduk nasi panas dari dandang. Dia menoleh padaku. Tangannya terhenti. Aku sembari mengambil piring dan berjalan ke arahnya.

“Mak—”

“Ck, belom dapet-dapet kerja juga, Jak?” sela wanita setengah baya berpostur gemuk pendek yang selalu mengenakan daster dan penutup kepala itu dengan nada ketus, seperti biasa.

Aku menjawab sekenanya sambil menyodorkan piring. Perutku sudah terlalu keroncongan untuk memulai hari ini dengan perdebatan yang itu-itu saja. Bosan.

“Ho’oh, belom. Bagi nasi dong, Mak.”

Nyokap menegak dan langsung memukul kepalaku dengan centong nasi.

TOENG!

“Mak! Apa, sih?!” ujarku sambil mengelus kepala.

“Urusan makan aja cepet, ya!” desisnya. “Jawab dulu!”

“Susah, Mak. Susah cari kerja zaman sekarang, tuh. Apalagi, Jaki cuman lulusan SMA. Mamak enak, cuman nyuruh-nyuruh doang!”


Other Stories
Nona Manis ( Halusinada )

Dia berjalan ke arah lemari. Hatinya mengatakan ada sebuah petunjuk di lemari ini. Benar s ...

Penulis Misterius

Risma, 24 tahun, masih sulit move on dari mantan kekasihnya, Bastian, yang kini dijodohkan ...

Nyanyian Hati Seruni

Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...

Kepingan Hati Alisa

Menurut Ibu, dia adalah jodoh yang sudah menemani Alisa selama lebih dari lima tahun ini. ...

Puzzle

Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...

Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster

Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...

Download Titik & Koma