Sinopsis
Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos
dari anak-anak yang menanyakan dari manakah mereka berasal, atau
bagaimana mereka bisa sampai di dunia ini? Menjelaskan hal itu pada
mereka bisa dibilang jauh lebih mudah daripada harus menghadapi para
biang kepo yang selalu menanyakan hal sama tiap kali bertemu.
Kapan nikah?
Kapan kasih ibumu cucu?
Usiamu udah hampir kepala tiga, teman-teman seusiamu udah punya tiga
orang anak, lho. Kamu kapan?
Dan banyak lagi yang lainnya.
Entah mengapa mereka tak pernah kehabisan pertanyaan jika menyangkut
hal-hal semacam itu? Ingin sekali aku menimpali mereka dengan
pertanyaan sejenis. Misalnya:
Kapan kalian mati?
Teman-teman seusia kalian sudah kena stroke semua lho gara-gara suka
kepoin orang, kalian nggak pengin cepat nyusul?
Other Stories
Bangkit Dari Luka
Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...
The Ridle
Gema dan Mala selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mal ...
Harapan Dalam Sisa Senja
Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...
Membabi Buta
Mariatin bekerja di rumah Sundari dan Sulasmi bersama anaknya, Asti. Awalnya nyaman, namun ...
Ada Apa Dengan Rasi
Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...
Hafidz Cerdik
Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...