Sinopsis
“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata
seorang wanita gemuk berwajah keibuan sambil mengelus pipi Dante.
Kemudian ia beralih ke jendela besar di kamar itu dan menyibakkan
kelambunya lebar-lebar.
“Ami…!” keluh Dante dengan suara serak bangun tidurnya. Sinar
matahari pagi menyeruak masuk menyinari seluruh sudut kamar Dante,
membuatnya tidak merasa nyaman untuk meneruskan tidur yang
nyenyak. Ami mendekati Dante yang masih agak mengantuk dan menolak
untuk bergegas bangun. Ami memandang gemas kemudian menyelipkan
kedua tangannya ke bawah ketiak Dante dan menggendongnya supaya
bangun. Dante memberontak dan mendadak saja dia sudah tidak merasa
mengantuk sama sekali.
”Ami! Jangan begini, aku tidak suka! Aku ini sudah besar, Ami!” teriaknya
berulang-ulang membuat keributan di pagi hari. Tangannya menggapai
gapai lengan Ami yang besar berusaha memberontak dari gendongan
kuatnya.
“Oh ya… ya... baiklah,” ujar Ami sabar sambil menurunkan Dante kembali
di tempat tidurnya. Dante segera beringsut berdiri tegak dan berkata,
“Ami, sudah berapa kali kubilang. Kamu tidak boleh memperlakukan aku
seperti itu. Aku sudah besar!” tegasnya sambil berkacak pinggang
Other Stories
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Takdir Cinta
Di balik keluarga yang tampak sempurna, tersimpan rahasia pahit: sang suami memilih pria l ...
Youtube In Love
Wahyu yang berani kenalan lewat komentar YouTube berhasil mengajak Yunita bertemu. Asep pe ...
Cahaya Dalam Ketidakmungkinan
Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...
Death Cafe
Sakti terdiam sejenak. Baginya hantu gentayangan tidak ada. Itu hanya ulah manusia usil ...
Konselor
Musonif, 45 tahun, seorang pemilik kios tindik, hidup dalam penantian hampa dan duka yang ...