Sinopsis
Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya
dipotong pendek seperti laki-laki. Tidak ada menyisakan kata manis dari
wajahnya. Sorot mata pun berubah dingin, seakan mengatakan ‘aku benci
mama, aku benci semua’. Bukan saja penampilannya yang berubah, tetapi
juga perilaku.
“Syua, minta maaf!” perintah guru.
Gadis kecil itu melipat tangan di depan dada. “Tidak! Dia yang mulai
duluan!” kesalnya memelototi Kendrik yang sedang menangis—mengusap
hidung mancungnya, mungkin berdarah?
Guru Bahasa itu pun geram. Keras kepala. Setiap hari Syua bikin ulah,
seperti hilang dalam mata pelajaran, bolos sekolah, berkelahi dengan
anak perempuan, dan parahnya adu tinju dengan anak laki-laki.
“SYUA!” teriak seseorang dari belakang. Syua pun menoleh. Di pintu
masuk, terlihat wanita berumur tiga puluh tujuh tahun melangkah tergesa
memasuki ruang guru. Rambut panjangnya disanggul dengan poni miring
menutupi sedikit jidat. “Kali ini, apa yang kamu lakukan? Berkelahi lagi,
ha!?” Liriknya pada Kendrick, teman sekelas Syua.
Other Stories
I See Your Monster, I See Your Pain
Aku punya segalanya. Kekuasaan, harta, nama besar. Tapi di balik itu, ada monster yang sel ...
Bahagiakan Ibu
Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...
Teka-teki Surat Merah
Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...
Blind
Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...
Mewarnai
ini adalah contoh uplot buku ...