Sinopsis
Saat hatimu patah, di mana kamu akan berlabuh?
Bagi Gisel, jawabannya adalah dermaga tua yang lapuk, tempat aroma laut dan kenangan pahit bertemu. Hari itu, ia hanya ingin menenggelamkan diri dalam kesedihan, melupakan kenyataan bahwa mantan kekasihnya menikah. Namun, di tengah galau yang tak bertepi, seorang cowok dengan jaket denim usang dan mata yang sama-sama kosong, muncul. Namanya Satria.
Pertemuan tak sengaja di ujung dermaga itu mengubah segalanya. Mereka berbagi cerita, tawa, dan kesunyian yang terasa nyaman. Satria sedang pusing karena ditinggal kabur oleh model, dan Gisel sedang galau karena ditinggal menikah. Meskipun alasan mereka berbeda, rasa patah hati yang mereka alami terasa begitu serupa, seolah ombak sedang pasang dan surut di dalam dada mereka.
Apakah ini hanya pertemuan biasa? Atau mungkinkah dermaga ini bukan hanya tempat membuang sial, melainkan juga tempat di mana takdir menanti?
Other Stories
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...
Don't Touch Me
Malam pukul 19.30 di Jakarta. Setelah melaksanakan salat isya dan tadarusan. Ken, Inaya, ...
Buah Mangga
buah mangga enak rasanya ...
FILOSOFI SAMPAH (Catatan Seorang Pemulung)
Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...
Dari 0 Hingga 0
Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...