Akibat Salah Gaul

Reads
2.6K
Votes
1
Parts
19
Vote
Report
Penulis Ariny Nh

Apollo Bar, Jakarta

Apollo Bar, Jakarta, tempat Letnan Arief dan Detektif Tiga Serangkai saat ini. Mereka tiba tepat pukul 9 malam. Taufiq memandangi sekitar bar. Apollo memiliki ruangan yang luas dengan fitur island bar, private sofa untuk pesta private, ruang dansa yang luas, dan juga panggung untuk dance performance dan kontes. Dari hang out di bar, santai di sofa yang nyaman hingga clubbing tengah malam, Apollo menyediakan semuanya, Apollo adalah tempat trendi baru di Jakarta!
Mata Taufiq kini beralih memandangi pengunjung Apollo Bar ini. Pengunjungnya dari berbagai usia, ada yang bapak-bapak, tante-tante, tapi kebanyakan pengunjung tempat ini anak muda sekitar 16-25 tahun. Mereka ada yang asyik dugem sendiri, ada yang asyik bermesraan dengan pasangannya bahkan ada juga yang hanya mabuk-mabukkan.
Taufiq hanya geleng-geleng kepala melihat apa yang mereka lakukan.
“Jadi ini yang biasa dilakukan anak muda di Jakarta? Kalau nggak ke tempat ini dibilang nggak gaul. Sayang banget. Padahal masih banyak hal yang bermanfaat untuk dilakukan anak muda selain ke tempat ini,” batin Taufiq.
“Mas, manajer atau direktur Apollo Bar ini ada di tempat nggak sekarang?” tanya Letnan Arief pada pelayan Bar.
“Ada, emang Anda siapa?”
“Kami dari kepolisian, bisa saya bertemu dengan manajer bar ini? Saya ingin menyelidiki kematian Nindy.”
“Baik, mari ikut saya!”
Letnan Arief dan tim detektif mengikuti langkah pelayan bar. Sampai akhirnya pelayan itu berhenti di depan ruangan yang bertulisan “Ruangan Manager.”
“Nah, di sini ruangannya!”
Tok… tok… tok
Pelayan itu mengetuk pintu ruang manajer. Pintu terbuka, seketika tim detektif melihat ada seorang bapak sekitar umur 40 tahunan sedang duduk santai di sebuah kursi sambil merokok. Mereka berpikir bapak itu adalah manajer bar ini.
“Ada apa kamu ke sini?” ujar manager bar itu.
“Ada yang ingin bertemu dengan bapak. Katanya penting, mereka dari kepolisian, hendak menyelidiki kematian seseorang,” jawab si pelayan dengan gugup.
“Kalau begitu suruh mereka masuk!”
Letnan Arief dan detektif tiga serangkai pun masuk ke ruangan manger. Pelayan Bar tadi pergi meninggalkan ruangan manager Bar.
“Ada apa kalian dating ke sini?”
“Kami dari kepolisian ingin menyelidiki kasus kematian Nindy, sebab sebelum Nindy meninggal, ia datang ke sini. Bisakah kami melihat rekaman CCTV yang ada di bar ini?” ujar Letnan Arief.
“Oke, kapan Nindy datang ke sini?”
“Pada malam Senin sekitar jam 8 malam.”
Manager bar terlihat sedang membuka laci meja kerjanya, tak lama kemudian ia mengeluarkan kaset VCD dari laci mejanya lalu memasangnya di laptop.
Mata Letnan Arief dan tim detektif tertuju pada laptop itu. Mereka memperhatikan dengan saksama video yang muncul di sana.
Suasana bar yang ada di video lebih ramai dan pengunjung yang datang pun 3 kali lebih banyak dari pengunjung malam ini. Mungkin karena hari Minggu. Taufiq bingung yang namanya Nindy yang mana ya? Di video ini ada banyak banget cewek muda yang.
Video terus berputar hingga akhirnya menyorot seorang gadis cantik, tinggi, berkulit putih, langsing dan rambutnya panjang. Dia berdiri di dekat panggung dance perform. Namun nampaknya gadis itu lagi mencari seseorang. Tiba-tiba ada seorang wanita yang menyentuh bahu gadis itu, gadis itu pun menoleh ke samping. Ciri-ciri fisik wanita itu berwajah oval, lebih pendek dari Lena, berkulit sawo matang, pipinya tembem dan bibirnya tebal.
“Hmmm… kamu yang namanya Nindy bukan?”
“Iya, kamu siapa? Kok tahu namaku?”
“Oh jadi gadis cantik, tinggi, berkulit putih, langsing dan rambutnya panjang itu si Nindy. Wah, cantik juga orangnya, nggak kalah cantik sama Lena. Tapi sayang hidupnya harus berakhir tragis, padahal masa depannya masih cerah. Hmmm… cewek yang menyentuh bahu Nindy siapa ya? Apakah dia yang membunuh Nindy? Bukannya Nindy di Apollo Bar itu janjian sama Om Hendrik, tapi kenapa ketemu sama cewek?”
Berbagai pertanyaan berkecamuk di hati dan otak Taufiq.
“Kenalkan nama saya Friezka,” wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Nindy. Nindy menjabat tangan wanita itu. “Saya istri sah Hendrik Prakoso,” sambung wanita itu.
Nindy tampak terkejut setelah wanita itu mengatakan bahwa ia adalah istri sah Hendrik Prakoso.
“Kenapa kaget ya setelah dengar saya adalah istrinya Hendrik Prakoso? Kamu bingung kenapa saya yang datang ke sini padahal kamu janjiannya sama Hendrik? Kamu tenang aja, saya menemuimu karena ingin bicara baik-baik. Yuk, kita ke sofa di sana biar kita ngobrolnya lebih nyaman!”
Jari telunjuk Friezka menunjukkan ke arah sofa yang dekat ruang dansa. Nindy mengangguk, mereka berjalan menuju sofa tersebut.
“Mbak, maafin saya ya! Saya jadi simpanan Om Hendrik hanya karena kepepet perlu uang biar nggak di-bully teman-teman lagi,” ujar Nindy. Wajahnya tertunduk, tak berani memandang wajah Friezka.
“Kamu tenang aja, aku nggak akan marah kok!”
Friezka melambaikan tangan ke arah pelayan bar. Tak lama kemudian pelayan datang menghampiri mereka dengan membawa 3 botol minuman keras. Friezka menuangkan air yang ada di botol itu ke cangkir, lalu diberikan kepada Nindy.
Nindy meminum yang diberikan Friezka. Friezka terus menyuruh Nindy minum hingga akhirnya Nindy ngomong ke sana kemari. Sudah dipastikan Nindy mabuk. Friezka berdiri lalu memapah Nindy keluar dari bar.
Lagi-lagi Taufiq ingin memotret wajah seseorang melalui HP-nya. Wajah yang ingin ia potret kali ini adalah wajah Friezka, wanita yang ada di video rekaman CCTV ini. Ia mengeluarkan HP dari saku celananya, lalu segera memfotonya
Cekrek!
HP Taufiq mengeluarkan bunyi nyaring serta kilatan cahaya yang artinya foto wajah Friezka sudah tersimpan di HP.
“Stop!” ujar Letnan Arief meminta untuk menghentikan pemutaran video rekaman itu. Setelah melihat rekaman CCTV barusan, Letnan Arief dan Detektif Tiga Serangkai telah menyimpulkan bahwa pembunuh Nindy adalah Friezka.
Friezka membunuh Nindy dengan cara yang halus. Ia bikin Nindy mabuk, setelah Nindy tak sadarkan diri dengan mudah ia menjatuhkan tubuh Nindy ke Sungai Ciliwung.
“Pak manajer, terima kasih atas kerja samanya. Kalau begitu kami undur diri dulu, kami harus menangkap pelakunya. Maaf kehadiran kami menganggu Anda!” ujar Letnan Arief.
Letnan Arief dan tim detektif pergi meninggalkan Apollo Bar. Mereka buru-buru mencari taksi lewat agar segera sampai di rumah Hendrik sebelum dia kabur. Beruntung taksi lewat di depan mereka, mereka masuk ke taksi.
“Maaf Pak mau diantar ke mana?” tanya sopir taksi.
Letnan Arief melirik ke arah Taufiq, seolah mengatakan, “Fiq kamu tahu nggak alamat Hendrik?”
Taufiq menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa bahwa dirinya tak tahu alamat om Hendrik. Ia mengeluar HP dari saku celananya, ia ingin menelpon Lena. Hati kecilnya mengatakan Lena pasti tahu alamat om Hendrik.
Lena Calling …
Tutttt …
Sambungan telepon belum tersambung.
“Halo, Anda siapa ya?” terdengar suara cewek dari seberang telepon.
“Saya Taufiq, anggota tim detektif tiga serangkai.”
“Ada apa Anda menelepon malam-malam?”
“Kamu punya alamat Om Hendrik nggak? Kami sudah menemukan pembunuh Nindy, ia tak lain dan tak bukan adalah istri sah Om Hendrik, makanya kami mau ke rumahnya untuk menginterogasi mereka.”
“Oke, alamat akan saya kirimkan lewat SMS ya?”
Tut… tuut
Sambungan telepon terputus dengan sendirinya. Namun tak berapa lama HP di tangannya bergetar. Taufiq melihat ada pesan yang masuk, ia segera membuka SMS itu
From : Lena
Jalan Jendral Sudirman, 12190 dekat Maley Signature Bar.
Taufiq menunjukkan isi pesan dari Lena pada sopir taksir. “Pak, antar kita ke alamat yang tertulis di hp ini ya!”
Sopir taksi pun tancap gas, dan mobil berjalan menuju rumah Hendrik. Taufiq tak sabar ingin segera sampai. Ia ingin mendengar alasan apa yang dilayangkan Friezka untuk membela dirinya dari tuduhan pembunuh Nindy.

Other Stories
Gadis Loak & Dua Pelita

SEKAR. Gadis 16 tahun, penjual kue pasar yang dijuluki "gadis loak" karena sering menukar ...

Bungkusan Rindu

Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...

DARAH NAGA

Handoyo, harus menjaga portal yang terbuka agar mahkluk dunia fantasy tidak masuk ke bumi. ...

Hold Me Closer

Karena tekanan menikah, Sapna menerima lamaran Fatih demi menepati sumpahnya. Namun pernik ...

2r

Fajri tahu Ryan menukar bayi dan berniat membongkar, tapi Ryan mengungkap Fajri penyebab k ...

Mozarela Bukan Cinderella

Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...

Download Titik & Koma