Takdir Cinta

Reads
757
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

5. Tantangan Mayang

Seorang Ramon baginda dendang harus bertekuk lutut dengan syarat yang Mayang ajukan, sebuah syarat yang sulit tapi bukan berarti aku menyerah. Apalagi itu tantangan yang arahnya menuju kebaikan.
Selama ini dari kaum hawa yang dekat dengan aku sepertinya tidak ada yang meributkan aku yang asik menari berdendang, karena itu dunia baruku setelah aku bersusah-susah asalnya hanya sebagai orang bawah.
Semua cewek yang mendekatiku tentu sangat mendukung profesiku apalagi dari profesi ini aku bisa membeli apa yang aku inginkan.
Orang tuaku Redi Sugeng dengan Mimi Asih juga sangat bangga dengan karir ku di dunia entertainment yang melejit.
Dan sekarang entah kenapa aku dan juga keuargaku yang tengah menikmati kesuksesan, jerih payah semuanya tiba-tiba harus jatuh hati dengan wanita berhijab dan janda beranak satu?
Sepertinya akan ada badai besar di dalam keluargaku. Aku sendiri tak habis pikir. Sudah pasti ini mendatangkan keributan di keluarga aku.
Aku merasa bimbang dengan tantangan Mayang semalam, setelah sekian lama aku mencoba bersikap agresif untuk kenal dengannya, aku tebal muka berkali-kali menelpon untuk membuktikan aku serius dan jawabnnya sungguh tak terduga.
Tapi sudahlah aku sudah kadung jatuh cinteeeee, cinte yang enggak jelas. Tantangan dia adalah ujian nyali yang harus aku perjuangkan.
“Maaf aku ini tidak cinta sama kamu tapi aku juga tidak bisa mendahului takdir Allah maaf kalau kamu cinta sama aku, kamu cinta dulu sama Allah Tuhanku, kalau kamu sudah cinta sama Allah, Allah akan tiupkan rasa cinta aku pada kamu. Pokoknya kita cinta segitiga dulu saja, kamu, Allah dan aku. Kalau kamu sudah cinta Allah, maka Allah akan tiupkan rasa cinta ke aku untuk cinta ke kamu. Aku ke kamu.\"
Pernyataan Mayang di telpon semalam membuat aku tidak bisa tidur, jadi sepertinya dia memang menginginkan sosok pria yang matang, alim dan aku ...siapa dan apa aku?
Sholat saja aku sulit untuk meluangkannya, kegiatanku kejar striping membuat aku lupa bahwa aku mempunyai kewajiban sebagai seorang muslim untuk menghadap Tuhanku, ya Allah ampuni hamba ...”
Tantangan Mayang bagai cambuk sekaligus sebuah penyejuk, sepertinya Allah mengirim aku seorang wanita yang berbeda dari wanita-wanita yang dekat dengan aku selama ini untuk menolongku. Entahlah, kembali aku harus mengikuti kata hatiku.
Masalah umur lagi, memang salah ya kalau aku menyukai wanita yang lebih tua? Maya ...Maya ... kalau kamu merasa mengerti tentang nabi junjungan kita Nabi Muhammad SAW bukankah dia menikahi wanita yang selisih usianya lima belas tahun?
Beliau memilih janda Siti Khatidjah. Nah kalau cuma berjarak enam tahun mudaanaku seharusnya bukan masalah besar kalau aku memilih kamu untuk jadi pasangan hidup?
Satu lagi, dia sudah jujur padaku tentang penyakit dia. Dia bilang sakitnya berhubungan dengan kulit dan tak ada obatnya, Maya bilang juga kulitnya bukan kulit yang mulus sehubungan dengan sakitnya.
Ada-ada saja, dia pikir semua lelaki memilih pasangan hanya karena fisik saja, sayangnya aku termasuk lelaki yang bukan menilai wanita hanya dari kulit. Jadi aku tidak peduli dengan kulitnya yang tidak mulus.
Seperti aku tidak peduli dia yang sangat menyukai polkadot, kotak-kotak, segitiga atau bahkan trapesium.
Mayang bilang suka sekali dengan polkadot hitam putih dan dia berfilosofi tentang polkadot, dia pikir aku jadi ill feel dengan kesukaan dia.
Tidak sama sekali! Yang namanya suka itu mah biasa, setiap wanita pasti punya kesukaan dan polkadot hitam putih lucu kok! Aku rasa asik-asik saja aku bisa mengimbangi dan ini bukan masalah juga untuk aku jadi menyerah tidak serius dengannya.
Jadi tidak alasan sebenarnya dia menolak aku? Hanya gara-gara alasan yang dia terlalu buat-buat menurut aku? Atau aku yang terlalu PD ya? Jangan-ajangan aku mulai sombong karena keadaan aku yang seperti sekarang?
Dan kenapa juga kok aku kaya kena hipnotis langsung jatuh cinta dan penasaran sekali dengan wanita ini.
Jodoh kali ya? Aku berharap sih, walau umurku masih sangat muda tidak jadi halangan untuk menikahi wanita yang memang sudah jauh matang. Ataukah aku yang masih labil? Kenapa aku tidak jatuh cinta dengan gadis-gadis remaja saja yang seumuran aku? Tapi aku benar-benar jatuh hati dengan wanita ini.
Bahkan Mela yang dari kemarin nempel aku terus membuat aku malas lagi kalau ada dia. Aku tidak mau dekat-dekat lagi dengan Mela atau gadis-gadis lain yang cuma mau uangku saja sebenarnya.
Aku tidak mau Mayang memandang aku lebih buruk lagi karena banyak gadis-gadis di sekitarku, pokoknya aku mau dia! Untuk itu aku harus mengindar dari gadis-gadis yang tengah mendekati aku. Aku harus jauh-jauhin semua gadis yang membuat Mayang jadi ragu untuk menerima aku.

Other Stories
Luka

LUKA Tiga sahabat. Tiga jalan hidup. Tiga luka yang tak kasatmata. Moana, pejuang garis ...

Cahaya Dalam Ketidakmungkinan

Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...

Menolak Jatuh Cinta

Rasa aneh sudah sembilan bulan lenyap, ntah mengapa kini kembali menyusup di sudut hatik ...

Mentari Dalam Melody

Tara berbeda dengan Gilang, saudaranya. Jika Gilang jadi kebanggaan orang tua, Tara justru ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Hafidz Cerdik

Jarum jam menunjuk di angka 4 kurang beberapa menit ketika Adnan terbangun dari tidurnya ...

Download Titik & Koma