6. Miss Polkadot
Miss polkadot itulah julukan yang tepat buat aku. Dari lulus SMA aku sudah sangat suka dengan motif polkadot.
Koleksi baju, tas, sepatu, kerudung dan berbagai pernak-pernik bahkan nuansa ruangan semua adalah polkadot. Makanya aku dipanggil teman-teman Miss Polkadot. Mayang jasmine alias Miss Polkadot.
Sayang setelah menikah dengan suami pertama dia tidak terlalu suka dengan gaya aku yang suka berpolkadot ria. Jadi ya sudahlah aku ingin menyenangkan suami walau kadang kangen dengan berbau polkadot aku tidak mau mengekspresikan berlebihan. Cukup sesekali saja kalau aku sudah ingin sekali.
Makanya aku blak-blakan dengan Si BagindaTari yang sedang mengejar-ngejar aku tentang aku apa adanya.
Pertama tentang penyakitku yang membuat kulit aku tak semulus cewek-cewek yang banyak mengejar dia.
Kedua tentang kesukaanku pada polkadot dan selama empat tahun ini kembali aku berekprsi dengan jilbab stylishku motif-motif polkadot dan juga segala tetek bengek aku yang konsiten polkadot! Aku takut dia jadi bete hanya gara-gara polkadot!
Tapi aku cukup tercengang, saat aku bercerita apa adanya aku tanggapan dia yang biasa, tidak lebay.
Tentang sakitku dia bilang tak peduli kalau kulitku tak mulus dan tentang polkadot dia bertanya apa yang menyebabkan aku suka polkadot?
Aku selain suka coraknya yang lucu menurut aku ada filosofinya. Filosofi polkadot “Menurut aku kalau polkadot itu lingkaran menunjukan bahwa hidup kita selalu berputar dan polkadot itu tidak bisa sendirian kalau sendirian namanya bukan polkadot tapi lingkaran, kalau mau jadi polkadot dia akan butuh lingkaran yang lain dia tidak bisa hidup sendirian dia membutuhkan teman lain dan dalam Islam pun diajarkan kita harus hidup berjamaah, kita harus bareng-bareng.”
Polkadot itu membawakan keceriaan dan kebahagiaan seperti saya pribadi selalu ingin mendatangkan membagikan keceriaan dan kebahagiaan buat orang disayangi dan lingkungan di sekitar, kita tidak bisa hidup sendirian di dunia yang terus berputar yang selalu ada ujian, sedih, nikmat dan bahagia.
Mengapa saya lebih senang polkadot hitam putih karena hitam putih warna yang tegas. Warna memisahkan secara tegas halal dan haram, dosa atau baik, baik dan jahat!
Buat pribadi saya untuk melihat segala sesuatu itu harus jelas apakah yang kita lakukan mendatangkan pahala atau dosa? Apakah halal atau haram?
Maka itulah saya suka sekali polkadot hitam putih! Sesuatu yang tegas tapi tetap mendatangkan keceriaan dan kebahagiaan untuk orang di sekitar saya.
Ketiga tentu saja umur, dia masih ABG menurut aku sementara aku sudah melewati satu masa berumah tangga yang gagal dan memiliki Kinan. Apakah dia bisa menerima janda beranak satu seperti aku?
Keempat aku wanita berhijab, orientasi aku bukan lagi dunia semata. Aku perlu pendamping hidup yang seharusnya lebih faham akan ilmu agama dibandingkan aku yang selalu haus belajar agama karena aku merasa semakin banyak tahu ternyata semakin merasa bodoh.
Dan apakah dia udah berpikiran sejauh ini? Entahlah ... semua yang mengganjal tentang dia sudah aku utarakan.
Other Stories
Mozarella Bukan Cinderella
Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseo ...
Jaki & Centong Nasi Mamak
Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...
Akibat Salah Gaul
Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...
Pertemuan Di Ujung Kopi
Dari secangkir kopi yang tumpah, Aira tak pernah tahu bahwa hidupnya akan berpapasan kemba ...
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...