Love Falls With The Rain In Mentaya

Reads
831
Votes
10
Parts
10
Vote
Report
Love falls with the rain in mentaya
Love Falls With The Rain In Mentaya
Penulis Bayu Alfianur

Bab 9 – Cinta Yang Jatuh Bersama Hujan

Langit Mentaya sore itu tampak muram. Awan hitam menggantung rendah, seakan menyimpan beban rahasia yang menunggu untuk tumpah. Dermaga sepi, hanya riak air sungai yang beradu dengan tiang-tiang kayu.

Nayla berdiri sendirian, menatap ke arah sungai dengan hati yang dipenuhi kekecewaan. Sudah berhari-hari Arga menjauh. Setiap kali ia mencoba mendekat, Arga selalu menutup diri, memberi alasan yang membuatnya semakin bingung.

Air hujan mulai jatuh, deras dan tanpa kompromi. Nayla tidak bergerak. Biarlah ia basah, biarlah tubuhnya menggigil—hatinya sudah lebih dulu dingin oleh sikap Arga.

Namun tiba-tiba, langkah kaki berat terdengar dari arah jalan kayu. Arga. Dengan napas terburu-buru, ia muncul di tengah hujan, wajahnya basah bukan hanya oleh air langit, tapi juga air mata yang akhirnya tak mampu ia sembunyikan.

“Nayla!” teriaknya. Suaranya nyaring, melawan suara deras hujan.

Nayla menoleh, matanya berkaca-kaca. “Kenapa? Kenapa kamu datang sekarang, setelah semua dingin ini?”

Arga berdiri di hadapannya, terengah-engah. “Karena aku pengecut. Aku takut kehilanganmu sebelum aku sempat jujur. Aku takut kalau aku bukan orang yang tepat buat kamu. Revan—masa lalumu—semua itu bikin aku merasa kecil.”

Nayla terdiam, air hujan mengalir di wajahnya.

“Tapi setiap kali aku coba menjauh,” Arga melanjutkan dengan suara bergetar, “aku sadar… aku nggak bisa. Kamu sudah jadi bagian dari hidupku, Nayla. Aku jatuh. Aku jatuh sama kamu, sama seperti hujan yang nggak pernah bisa menahan dirinya untuk turun.”

Nayla menutup mulutnya, menahan isak. Hatinya bergetar mendengar kata-kata itu.

Perlahan, ia melangkah mendekat. “Arga, kenapa kamu harus merasa kecil? Aku ada di sini bukan karena siapa lebih hebat, tapi karena aku butuh kamu. Anak-anak butuh kamu. Dan yang paling penting…” ia menatap matanya dalam-dalam, “…hatiku butuh kamu.”

Arga tertegun. Di tengah derasnya hujan, kata-kata Nayla terasa seperti cahaya yang membelah kegelapan.

Tanpa berpikir panjang, ia meraih tangan Nayla, menggenggamnya erat. “Jangan lepaskan aku.”

Nayla tersenyum samar meski air matanya bercampur hujan. “Aku nggak akan.”

Di dermaga Mentaya yang basah kuyup, di bawah hujan yang jatuh tanpa henti, dua hati akhirnya saling menemukan. Cinta mereka jatuh bersama hujan tak bisa ditahan, tak bisa dibendung, hanya bisa dirasakan dengan seluruh jiwa.




Other Stories
Keluarga Baru

Surya masih belum bisa memaafkan ayahnya karena telah meninggalkannya sejak kecil, disaat ...

The Ridle

Gema dan Mala selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mal ...

Cangkul Yang Dalam ( Halusinada )

Alya sendirian di dapur. Dia terlihat masih kesal. Matanya tertuju ke satu set pisau yang ...

Devil's Bait

Dari permainan kartu tarot, Lanasha meramal lima temannya akan mengalami kejadian aneh hin ...

Yang Dekat Itu Belum Tentu Lekat

Dua puluh tahun sudah aku berkarya disini. Di setiap sudut tempat ini begitu hangat, penuh ...

Hanya Ibu

Perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantung sej ...

Download Titik & Koma