November Kelabu

Reads
772
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
November kelabu
November Kelabu
Penulis Moycha Zia

Chapter 11 Veyaa

November, tepat bulan kelahiran Veya. Ia bukan untuk merayakan ulang tahun secara meriah, namun di hadapkan dengan ruang operasi yang steril, Veya memejamkan mata. Ia menggenggam erat tangan Arka yang menggenggamnya dari luar pintu. Di sisi lain, Ayah dan Rania berdiri, wajah mereka pucat penuh ketakutan. Mereka semua tahu, ini adalah pertaruhan terakhir.

"Aku mencintaimu, Arka," bisik Veya, sebelum perawat menyuntikkan obat bius.

"Aku juga mencintaimu, Veya. Selamanya," jawab Arka, mencium kening Veya.

Operasi berlangsung selama berjam-jam. Arka, Ayah, dan Rania menunggu dengan cemas.

Hati mereka berdebar kencang, berharap Veya bisa bertahan. Namun, di tengah operasi, lampu di atas pintu ruang operasi berkedip-kedip, lalu padam. Seorang dokter keluar dengan wajah muram.

"Maaf ... kami sudah berusaha. Tapi tumornya terlalu besar. Kami tidak bisa menyelamatkan Veya," ucap dokter itu.


"Apa?!"

"TIDAK! TIDAK MUNGKIN!"

"Veyaaa ..."

"Veya, Maafin Kakak."

"Veya, Maafin Ayah."


Dunia Arka, Ayah, dan Rania runtuh. Tangisan pilu Rania memecah keheningan. Ayah jatuh terduduk, air mata mengalir deras dari matanya. Dan Arka, ia hanya terdiam. Ia menatap kosong ke pintu, tidak percaya Veya telah pergi. Ia kehilangan satu-satunya tempat bersandar.

****

Tujuh tahun kemudian ...


Ayah kini menjadi relawan di yayasan kanker anak, mengenang Veya dengan setiap tindakan baiknya.

Rania yang dulunya egois, kini menjadi dokter. Ia mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak yang menderita kanker, berharap bisa menebus kesalahannya di masa lalu.

Dan Arka, ia tidak pernah melupakan Veya. Ia mendirikan sebuah yayasan bernama Yayasan Veya untuk membantu anak-anak penderita kanker agar tidak merasa sendirian.

Ia tahu, Veya tidak dapat bertahan, tetapi ia dapat membuat Veya hidup selamanya dalam kenangan orang-orang.

Arka, seorang pria dewasa, berjalan di taman tempat dulu memeluk Veya saat dalam keadaan hatinya hancur. Ia duduk di bangku yang sama. Ponselnya berdering.


Ting!


Pesan masuk dari Ayah Veya, "Arka, jangan lupa makan malam di rumah. Rania sudah memasak makanan kesukaanmu."

Arka tersenyum. Ia tidak kehilangan Veya.

Ia kehilangan sosok Veya, tapi ia mendapatkan keluarga.

Ia mendapatkan Ayah, dan Rania. Mereka kini menjadi keluarganya. Dan Veya akan selalu hidup di hati mereka semua.


Cinta itu bukan tentang seberapa banyak yang kamu berikan, tapi seberapa tulus kamu menerimanya, bahkan saat seluruh dunia menolakmu.


_TAMAT_

Other Stories
Membabi Buta

Mariatin bekerja di rumah Sundari dan Sulasmi bersama anaknya, Asti. Awalnya nyaman, namun ...

Dua Mata Saya ( Halusinada )

Raihan berendam di bak mandi yang sudah terisi air hangat itu, dikelilingi busa berlimpah. ...

Mozarella (bukan Cinderella)

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseora ...

Cinta Di Balik Rasa

memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...

Liburan Ke Rumah Nenek

Affandi, remaja gaul berusia 18 tahun tak dapat berlibur ke lain tempat seperti biasa. Lib ...

Separuh Dzrah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suar ...

Download Titik & Koma