Cinta Di 7 Keajaiban Dunia

Reads
2.1K
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
cinta di 7 keajaiban dunia
Cinta Di 7 Keajaiban Dunia
Penulis Nenny Makmun

Mimpi Buruk

“Waw gila, keren!” hanya 3 kata yang keluar dari mulut gue begitu melihat menara Eiffel di depan mata. Lima tahun gue pengen ke menara ini tapi baru sekarang kesampaiannya, datangnya sama kekasih tercinta pula. Tentu saja semua ini berkat om gue, om memang paling baik sedunia.
Mumpung lagi ada di menara Eiffel, gue nggak akan sia-siakan buat foto-foto. Gue menarik lengan Devi agar lebih dekat lagi. “Dev, kita foto-foto yuk? Mumpung di menara Eiffel. Kita bikin Ivana mupeng.”
“Mau banget. Tapi foto selfie?”
“Kalau selfie mana keliatan menaranya. Minta tolong orang lain buat fotoin kita berdua.”
“Emang kamu bisa bahasa Paris?”
“Bisa dong.”
Tiba-tiba melintaslah seorang pria di depan gue, ya udah langsung gue tarik tangannya.
“Vous êtes? Pourquoi j\'ai tiré ses mains?[1]”
Gue mencoba berbahasa Perancis dengan orang itu. Semoga bahasa Perancis gue benar, jadi nggak malu-maluin banget.
“Désolé, je veux juste demander de l\'aide avec votre.[2]”
“A l\'aide de quoi?[3]”
“S\'il vous plaît demander à ma photo avec mon amant, mais laissez-moi regarder eiffelnya tour.[4]”
Orang itu mengangguk pelan pertanda dirinya bersedia menolong. Gue tersenyum, dan langsung menyerahkan kamera kesayangan gue pada orang itu. Dia menjauh sedikit. Saat menghitung aba-aba, gue dan Devi bergaya ala anak muda zaman sekarang.
Jepret!
Blitz kamera terlihat. Pertanda foto sudah tersimpan. Orang itu mengembalikan kamera gue. Gue mengucapkan beribu terima kasih padanya. Setelah itu orang tersebut pergi.
“Say, aku mau kencing dulu ya?”
“Ya udah, tapi jangan lama-lama ya?”
Setengah jam telah berlalu tapi Devi belum juga kembali. Gue jadi mengkhawatirkannya. Gue takut dia nyasar.
Teng… Tong
Terdengar bunyi nyaring di telinga. Gue mengenali bunyi itu seperti bunyi HP gue. Gue merogoh saku celana lalu mengambil Blackberry. Gue lirik layarnya ternyata ada 1 pesan diterima. Klik open.
From : 08875055572
Pacar lo sekarang lagi bermesraan sama cowok lain. Kalo lo nggak percaya, cepet datang ke Hôtel des Ecrivains
“Ah, paling orang iseng,” pikir gue. Gue kembali memasukkan BB ke saku celana. Tapi tiba-tiba hati gue penasaran sama pesan tadi.
“Apa jangan-jangan Devi emang lagi bermesraan sama cowok lain makanya nggak balik-balik?” hati gue bertanya-tanya.
Ah, daripada gue galau nggak jelas, mending gue mencari kebenaran dengan langsung mendatangi Hôtel des Ecrivains. Kebetulan Hôtel des Ecrivains tidak jauh dari sini.
Cukup 15 menit, gue sampai di tujuan. Gue bertanya sama resepsionis hotel sambil menunjukkan foto Devi padanya.
“Apakah Anda melihat gadis ini?” tanya gue dalam bahasa Perancis.
“Ya, benar. Tadi saya melihatnya dibawa seorang pria.”
“Di mana mereka sekarang?”
“Di kamar nomor 101.”
Resepsionis memberi tahu gue di mana letak kamar 101. Gue langsung berlari menuju kamar tersebut. Di depan kamar 101, pintunya terbuka, seketika gue melihat Devi tertidur pulas, di sebelahnya ada seorang pria ganteng. Kegantengannya nggak beda jauh dengan pemain sinetron Rifky Balwel.
“Astaga, itu kan Rifky, mantannya Devi.”
Gue terbakar cemburu melihat hal itu.
“Woy, itu calon istri gue. Lo jangan pernah menyentuh dia. Kalau lo berani nyentuh dia, gue bunuh lo!”
Pria itu hanya tersenyum, namun senyuman yang tersungging di bibirnya itu senyuman licik. Perlahan pria itu mendekati gue sampai akhirnya gue dan dia hanya berjarak 5 cm.
“Sebelum lo bunuh gue, gue yang bunuh lo!”
Pria itu mengelurkan pistol dari saku kemejanya.
1… 2… 3
DOR!
“Ah, tidakkk!” teriak gue sekencang-kencangnya.
Seketika mata gue terbuka, barulah gue sadar bahwa tadi cuma mimpi. Saking pengennya ke menara Eiffel, gue sampai terbawa mimpi. Tapi kenapa di mimpi gue si Devi tidur sama Rifky? Nggak seperti biasanya gue mimpi kayak gitu. Apakah mimpi tadi pertanda akan terjadi sesuatu yang buruk dalam hubungan gue dan Devi.
Teng… Tong
Terdengar bunyi HP. Gue meraih BB yang tergeletak di atas meja. Gue lirik layarnya ternyata ada 1 pesan diterima. Klik open.
From : 085332994560
Dim, kita nanti ke Magelangnya ketemu di Bandara Soekarno Hatta aja ya jam 8 pagi, kamu dah harus ada di sana.
Gue menepuk jidat sendiri. Gue baru ingat hari ini kan gue dan Devi sudah mulai perjalanan ke Magelang meliput Candi Borobudur. Daripada gue mikirin mimpi nggak jelas, mending gue capcus ke kamar mandi terus siap-siap berangkat.
[1] Anda Siapa? Kenapa Anda narik-narik tangan saya?
[2] Maaf, saya hanya ingin minta tolong dengan Anda.
[3] Minta tolong apa?
[4] Saya minta tolong fotokan bersama kekasih saya, tapi biar kelihatan menara Eiffelnya.

Other Stories
Cahaya Dalam Ketidakmungkinan

Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...

Pasti Ada Jalan

Sebagai ibu tunggal di usia muda, Sari, perempuan cerdas yang bernasib malang itu, selalu ...

Separuh Dzrah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suar ...

Namaku May

Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...

Melepasmu Dalam Senja

Cinta penuh makna, tak hanya bahagia tapi juga luka dan pengorbanan. Pada hari pernikahan ...

Separuh Dzarah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suara ...

Download Titik & Koma