Jaki & Centong Nasi Mamak

Reads
267
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Jaki & centong nasi mamak
Jaki & Centong Nasi Mamak
Penulis Indira Isvandiary

Jaki Tujuh [end]

“MA ... MAMAK!” Dengan cepat aku memeluk Nyokap. “Mak, Jaki ....”

Ucapanku terhenti. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin kukatakan, tetapi semua itu hanya terangkum menjadi satu kalimat singkat:

“Maafin Jaki, Mak.”

Kurasakan helaan napas Nyokap, tersirat pemakluman dan penerimaan di sana. Dia membalas pelukanku, mengelus lembut punggungku.

“Kita tinggal berdua aja di rumah ini, Jak. Walau Mamak sering omelin kamu, kamu tetep anak Mamak. Satu-satunya harta yang paling berharga yang Mamak punya setelah Abah pergi.”

Mataku berkaca-kaca. Aku menangis tanpa suara di balik bahu Nyokap yang agak bau keringat. Meski terasa memalukan, tetapi momen ini menjadi yang pertama kali bagiku dan Nyokap bisa saling menjujurkan perasaan satu sama lain.

“Jaki sayang Mamak,” kataku dengan suara parau.

Sejak saat itu, keesokan harinya dengan penuh tekad yang tinggi, kumulai pagiku lebih awal. Daripada menunggu panggilan kerja, dan alih-alih menggunakan motorku untuk balapan liar seperti di dalam mimpi, aku pun mulai pergi mengojek.

Sesuatu yang seharusnya kulakukan lebih cepat.

“Jaki berangkat dulu ya, Mak!”

“Hati-hati ya, Jak.” Nyokap tersenyum, melepas kepergianku.

***
[TAMAT]

Other Stories
Keeper Of Destiny

Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...

Horor

horor ...

Hujan Yang Tak Dirindukan

Perjalanan menuju kebun karet harus melalui jalan bertanah merah. Nyawa tak jarang banyak ...

Melupakan

Dion merasa hidupnya lebih berarti sejak mengenal Agatha, namun ia tak berani mengungkapka ...

Melepasmu Dalam Senja

Cinta penuh makna, tak hanya bahagia tapi juga luka dan pengorbanan. Pada hari pernikahan ...

Hanya Ibu

kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...

Download Titik & Koma